Jurnal Farmasetis https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far <p>Penulis jurnal berasal dari tenaga kesehatan, dosen, mahasiswa, peneliti yang tertarik dalam bidang farmasi. Jurnal diterbitkan pertama kali sejak Juni&nbsp; tahun 2011, dan &nbsp;terbit dengan&nbsp; &nbsp;ISSN versi cetak pada Volume 2 No 1 Juni 2012 dan ISSN versi online pada Volume 6 No 1 Mei 2017. Jurnal farmasetis terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Mei dan November.</p> en-US livana.ph@gmail.com (Livana PH) dona.yanuar@gmail.com (Dona Yanuar) Mon, 30 Nov 2020 12:26:10 +0000 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Gambaran Bahan Kimia Obat Parasetamol dalam Jamu Pegal Linu yang dijual di Pasar Gladak https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/870 <p>Salah satu jamu yang digemari oleh masyarakat adalah jamu pegal linu. Jamu yang digemari masyarakat adalah jamu yang cepat memberikan efek pengobatan, sehingga ada sebagian produsen yang menambahkan bahan kimia obat. Bahan kimia obat yang sering digunakan dalam jamu pegal linu adalah paracetamol yang berkhasiat sebagai analgetik dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan kimia obat&nbsp; paracetamol dalam jamu pegal linu yang dijual di pasar Gladak. Jenis penelitian ini deskriptif eksploratif. Metode yang digunakan Kromatografi Lapis Tipis dengan menggunakan fase gerak kloroform : etanol (90 : 10) serta reaksi warna dengan beberapa pereaksi kimia&nbsp; terhadap delapan sampel terdiri dari empat jamu yang tidak terdapat nomor tanda registrasi dan empat jamu lain terdapat nomor tanda registrasinya. Berdasarkan hasil penelitian&nbsp; dapat disimpulkan dari delapan sampel jamu pegal linu yang beredar di Pasar Gladak Kecamatan Kaliwungu, ditemukan dua sampel jamu pegal linu yaitu pada sampel&nbsp; VI dan VIII yang mempunyai nomor tanda registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan mengandung bahan kimia obat parasetamol. Jamu pegal linu negatif parasetamol pada sampel I, II&nbsp; III, I yang tidak bernomor tanda registrasi dari Badan POM, serta sampel V dan VII&nbsp; yang bernomor tanda registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.</p> <p>&nbsp;</p> Nur Patria Tjahjani, Carvina Widya Paramitha Nasution ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/870 Mon, 30 Nov 2020 11:39:45 +0000 Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Rumput Laut terhadap Propionibacterium Acnes dan Aspergillus Niger https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/923 <p>Rumput laut merupakan salah satu jenis alga merah penghasil agar. Agar banyak digunakan sebagai makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, dan tekstil. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak etanol 96% rumput laut terhadap <em>Propionibacterium acnes</em> dan <em>Aspergillus niger</em>. Rumput laut diperoleh dari Pantai Ekas, Lombok Timur dan dimaserasi selama 48 jam dengan pelarut etanol 96%. Kemudian dilakukan uji aktivitas antimikroba dengan &nbsp;metode difusi padat untuk mengukur diameter daya hambat dan &nbsp;metode dilusi padat untuk menentukan&nbsp; konsentrasi hambat minimum. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% rumput laut dapat menghambat bakteri <em>propionibacterium acnes</em> pada konsentrasi 25% sebesar 9,16 mm, 50% sebesar 10,32 mm, 75% sebesar 10,79 mm&nbsp; dan 100%&nbsp; sebesar 12,10 mm.&nbsp; Pada <em>Aspergillus niger</em> menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% rumput laut tidak memiliki aktivitas antimikroba pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%.</p> Rosario Trijuliamos Manalu, Teodhora Teodhora, Elva Asrida Sipayung ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/923 Mon, 30 Nov 2020 12:25:14 +0000 Aktivitas Antioksidan Krim dari Fraksi Etanol 70% Buah Stroberi dengan Metode DPPH https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/997 <p>Radikal bebas merupakan salah satu pemicu timbulnya penuaan dini. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Buah stroberi merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin C, antosianin dan senyawa fenol, yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi terhadap alat spektrofotometer UV-Visible dan mengetahui aktivitas antioksidan dari krim fraksi etanol 70% buah stroberi. Fraksi etanol 70% buah stroberi diperoleh dengan metode fraksinasi menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat. Sediaan krim dibuat dengan variasi konsentrasi fraksi etanol 70% buah stroberi F1 (1 %), F2 (2 %), dan F3 (3 %). Uji aktivitas antioksidan terhadap krim dilakukan dengan metode DPPH menggunakan alat spektrofotometer UV-Visible. Krim fraksi etanol 70% buah stroberi yang memiliki efektivitas antioksidan adalah F3 (3%) dengan IC50 191,361 memiliki efektivitas leih besar dibandingkan dengan formula yang lain.</p> Wahyunita Yulia Sari, Definingsih Yuliastuti, Asri Afiaturrahma ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/997 Mon, 30 Nov 2020 13:53:05 +0000 Aktivitas Sitotoksik, Antioksidan dan Adipogenesis Hidrolisat Kolagen dari Ceker Ayam https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1046 <p>Saat ini orang lebih suka menggunakan produk alami karena keamanan kesehatannya. Eksplorasi produk alami dan manfaatnya terus dikembangkan sebagai pangan fungsional dan kemungkinan memberikan penyembuhan tanpa efek samping. Salah satunya adalah eksplorasi betis ayam sebagai sumber kolagen dan peptida sebagai sitotoksik, antioksidan dan adipogenesis. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap: 1. Ekstraksi kolagen, 2. Hidrolisis kolagen, 3. Uji bioaktivitas meliputi sitotoksik, antioksidan dan adipogenesis. Ekstraksi kolagen menghasilkan rendemen 9,48% dengan berat molekul 130 kDa. Hidrolisis kolagen dengan enzim kolagenase menghasilkan derajat hidrolisis tertinggi pada konsentrasi enzim optimum 5%, pH 8, suhu 50 derajat celcius, waktu inkubasi 45 menit dengan persentase 87,53%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrolisat kolagen memiliki sitotoksik, antioksidan dan adipogenesis yang lebih baik daripada kolagen. Toksisitas HepG2 pada kolagen hidrolisat adalah IC50 347 µg / mL sedangkan kolagennya adalah IC50 1410µg / mL. Toksisitas pada sel kanker payudara MCF7 kolagen hidrolisat adalah IC50 958 µg / mL sedangkan kolagen adalah IC501626 µg / mL. Aktivitas pembersihan radikal (diukur dengan DPPH) dari kolagen hidrolisat lebih tinggi (7,1%) dibandingkan dengan kolagen (2,3%). Uji akumulasi lipid kolagen hidrolisat tertinggi (299%) sedangkan kolagen 229%.</p> Okkyana Kusuma Putri, Siswa Setyahadi, Churiyah Churiyah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1046 Mon, 30 Nov 2020 21:48:19 +0000 Formulasi Tablet Ekstrak Daun Bidara sebagai Antipiretik melalui Variasi Bahan Pengisi https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1053 <p>Tanaman bidara atau <em>Ziziphus mauritiana&nbsp; L</em>. atau dikenal dengan apel putsa secara tradisional digunakan sebagai penurun panas atau antipiretik. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa ekstrak daun bidara efektif sebagai antipiretik pada mencit putih dengan dosis 250 mg/kgBB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasi tablet ekstrak daun bidara sebagai antipiretik melalui variasi bahan pengisi yaitu amilum, laktosa dan mikrokristalin selulosa PH 101. Penelitian dilakukan melalui pengujian eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan pra eksperimen. Tablet ekstrak daun bidara diformulasi berdasarkan perbedaan bahan pengisi. Kemudian dilakukan uji mutu sifat fisik tablet dan&nbsp; uji aktivitas antipiretik pada hewan coba mencit. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok yaitu&nbsp; kelompok kontrol negatif, 3 kelompok uji, yaitu F1: bahan pengisi amilum, F2: bahan pengisi laktosa dan F3: bahan pengisi mikrokristalin selulosa PH 101 serta kelompok kontrol positif suspensi parasetamol. Sebelum perlakuan semua hewan coba dicek suhu awal secara per rectal, kemudian&nbsp; diinduksi dengan pepton konsentrasi 10%, dosis 1 ml/Kg BB untuk menghasilkan demam. Didiamkan selama 60 menit, kemudian ukur kembali suhu rectal dan diberikan perlakuan sesuai uji serta diukur kembali setelah 120 menit. Analisis Anova one way dilakukan terhadap penurunan suhu mencit saat induksi pepton dan suhu 120 menit setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukan tablet F3 memiliki uji keseragaman bobot dan uji kekerasan yang baik serta terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok terhadap aktivitas antipiretik pada hewan uji mencit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi tablet ekstrak daun bidara dengan bahan pengisi mikrokristalin selulosa PH 101 memiliki aktivitas antipiretik terhadap mencit jantan yang diinduksi pepton.</p> Nita Fajaryanti, Melani Dewi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1053 Thu, 10 Dec 2020 05:40:30 +0000 Efek Pemberian Jus Buah Kelengkeng terhadap Kadar Gula Darah Mencit yang Diinduksi Aloksan https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/964 <p>Buah kelengkeng yang cenderung memiliki rasa manis membuat banyak pertanyaan bagi penderita Diabetes Melitus tentang pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah kelengkeng terhadap kadar gula darah mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membagi 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol sehat (KS), kontrol negatif (dosis aloksan 100mg/kg BB), perlakuan I (dosis aloksan 100mg/kg BB + jus buah kelengkeng dosis 3,6g/kg BB/hari), perlakuan II (dosis aloksan 100mg/kg BB + jus buah kelengkeng dosis 7,2g/kg BB/hari) dan perlakuan III (dosis aloksan 100mg/kg BB + jus buah kelengkeng dosis 10,8g/kg BB/hari) selama 21 hari. Jus buah kelengkeng dosis 10,8g/kg BB/hari berpengaruh menurunkan kadar gula darah mencit sebesar 39,2%, dosis 7,2g/kg BB/hari sebesar 36,3% dan dosis 3,6g/kg BB/hari sebesar 23,1% dengan adanya perbedaan yang signifikan (p&lt;0,05) diantara perlakuan I, perlakuan II, perlakuan III dan kontrol negatif.</p> Definingsih Yuliastuti, Wahyunita Yulia Sari, Nihayatul Muna ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/964 Mon, 14 Dec 2020 11:39:05 +0000 Evaluasi Model Penerimaan Peresepan Elektronik di Kota Palembang https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1130 <p>Kesalahan pengobatan dapat terjadi dimana saja dalam rantai pelayanan obat pada pasien ,mulai dari industri, pembacaan resep, peracikan, penyerahan dan monitoring pasien. Sistem peresepan elektronik dirancang untuk meningkatkan keamanan, kualitas dan efesiensi kesehatan. Petugas farmasi adalah salah satu pengguna/ user yang memanfaatkan system peresepan elektronik. Selain dilihat dari sistem teknologi informasi pengguna juga turut berperan dalam kelancaran penerapan sistem tersebut. Kendala yang dihadapi dari penggunaan sistem e-prescribing di antaranya adalah adaptasi dokter terhadap sistem, kompleksitas sistem dan belum adanya ketersediaan standar serta dukungan kebijakan. Masalah-masalah yang ditemukan selama penggunaan sistem peresepan elektronik menjadi dasar untuk merancang model penerimaan sistem tersebut dilihat dari indikator kemudahan penggunaan dan kegunaan teknologi terhadap niat pengguna. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi model penerimaan peresepan elektronik menggunakan teknik stastistik Structural Equation Model (SEM) - Partial Least Square (PLS). Tahapan evaluasi dilakukan 2 tahap yaitu&nbsp; tahapan menilai outer model atau measurement model dan tahap pengujian model struktural (inner model). Hasil evaluasi pada tahapan menilai outer model menunjukkan model penerimaan sistem peresepan elektronik telah memenuhi uji validasi setelah mengeliminasi beberapa indikator pada variabel kemudahan penggunaan dan telah memenuhi uji reliabilitas. Hasil pengujian model struktural (inner model) diperoleh nilai&nbsp; R<sup>2</sup> sebesar 0.543.</p> Ensiwi Munarsih, Yopi Rikmasari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1130 Mon, 21 Dec 2020 00:00:00 +0000 Uji Aktivitas Antibakteri Air Alkali Terionisasi terhadap Bakteri Salmonella Typhi https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1133 <p>Air alkali merupakan air yang memiliki kandungan anti oksidan&nbsp; dan memiliki struktur yang kaya hydrogen aktif yang dapat menyembuhkan demam tipoid (tipes). Menurut Lebang (2015), Ph air alkali dipercaya dapat melawan radikal bebas dan dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Proses elektrolisis menyebabkan ion-ion mineral terkumpul lebih banyak dan membentuk hidrogen aktif yang dapat lebih aktif menyingkirkan radikal bebas dari dalam tubuh. Air Alkali terionisasi diambil langsung dari mesin kangen water leveluk SD 501 dengan menggunakan wadah (botol). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah air alkali memiliki aktivitas terhadap bakteri <em>salmonella tyhpi,</em> Uji perbandingan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cara sumuran. PH yang digunakan adalah 8,5, 9,0, 9,5, dan 11,5. Uji aktivitas dilakukan dengan cara menambahkan Air alkali terionisasi di lubang pada media yang telah diberi suspensi bakteri<em> salmonella typhi</em>, kemudian diinkubasi pada suhu 37<sup>0 </sup>C selama 24 jam. Dari hasil pengujian diperoleh zona hambat ph 8,5 adalah 15mm, ph 9,0 adalah 13,6mm, ph 9,5 adalah 12,6mm, dan ph 11,5 dalah 15,6mm, data hasil uji antibakteri dianalisa statistika dengan menggunakan ANOVA (one away) yang menghasilkan sig. 0,012 lebih besar dari 0,05, artinya asumsi normalitas terpenuhi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Air alkali terionisasi mempunyai daya antibakteri terhadap <em>salmonella typhi.</em></p> Adriyan Suhada, Ade Sukma Hamdani, Dedent Eka Bimma Hariyanto, Ni Komang Wijiani Yanti, Novia Afrianti, Hardani Hardani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1133 Tue, 29 Dec 2020 00:00:00 +0000 Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Buah Pare terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih yang Diinduksi Streptozotocin https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1136 <p>Buah Pare (Momordica charantia) adalah salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan diabetes mellitus. Buah Pare memiliki aktivitas antidiabetes karena mengandung charantin Charantin dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan mengaktivasi AMP-activated protein kinase (AMPK) yang akan memberikan stimulasi pada sel beta pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak dan meningkatkan deposit cadangan glikogen pada hati, Polypeptide-P senyawa analog yang mirip dengan insulin, yang meningkatkan sekresi insulin, asupan glukosa jaringan, sintesis glikogen otot hati dan menurunkan glukoneogenesis di hati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi kombinasi ekstrak etanol buah pare terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pendekatan pre-klinik Pre-test Post-test Control Group Design. Menggunakan 32 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) dengan jenis kelamin jantan, berusia 8 sampai 12 minggu, dengan berat badan sekitar 200 gr. Tikus dibagi dalam 5 kelompok secara acak, yaitu kelompok K1 (kontrol positif), K2 (kontrol negatif), P1 (perlakuan satu), dan P2 (perlakuan dua). Tikus diadaptasikan selama 7 hari dan diberikan pakan standar. K1 sebagai kontrol positif diberikan diet standar dan diinduksi streptozotocin 20 mg/kgBB selama 5 hari dan tidak diberi obat antidiabetes, K2 hanya diberikan diet standar dan aquades sebanyak 2 mL/hari,&nbsp; P1 sebagai perlakuan 1 diberikan diet standar dan diinduksi streptozotocin 20 mg/kgBB selama 7 hari dan diberikan metformin 40 mg/kgBB pada hari ke 8 sampai 21, P2 diberikan diet standar, diinduksi 20 mg/kgBB selama 7 hari dan diberikan ekstrak buah pare 80mg/kgBB sekali sehari peroral menggunakan sonde lambung selama 14 hari. Setelahnya untuk melihat selisih rerata kadar glukosa darah tikus semua kelompok diperiksa kadar glukosa dengan menggunakan glukometer pada hari ke 1, 5, dan 21. Hasil uji aktivitas antidiabetes pada kelompok 4 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antidiabetes terhadap penggunaan ekstrak etanol buah pare. Dari hasil di atas penilaian bahwa ekstrak etanol buah pare dapat mempengaruhi penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih.</p> Assyiva Putri Amourisva ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1136 Sat, 28 Nov 2020 00:00:00 +0000 Potensi Gel Kulit Pisang Barangan sebagai Bahan Alami Pemutih Gigi https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1052 <p>Bahan yang biasa digunakan untuk bleaching adalah karbamid peroksida dan hidrogen peroksida. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemutihan gigi dengan bahan tersebut memiliki efek samping. Kulit pisang mengandung saponin yang dapat mengikat kromogen sehingga dapat memutihkan gigi. Tujuan penelitian adalah melakukan ekstraksi ekstrak kulit pisang barangan berbentuk gel yang diharapkan dapat memutihkan gigi. Jenis penelitian menggunakan eksperimental <em>laboratories</em>, dengan rancangan <em>pre</em><em>-</em><em>post test group design</em>. Sampel yang digunakan gigi sapi <em>post</em>-ekstraksi sebanyak 10 buah. Perubahan warna permukaan email gigi terjadi pada gigi yang telah didiskolorasi menggunakan kopi dan gel diaplikasikan ke gigi selama 1,5 dan 3 jam yang diukur menggunakan metode CIE L* a* b*. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa semua sampel mengalami perubahan warna antara sebelum dan sesudah pengolesan, dengan rerata 64.7080 dan 76.6590. Ada perbedaan rerata sebelum dan sesudah penggunaan gel antara 1,5 dan 3 jam p=0,006 dan p=0.017&nbsp; p&lt;0,05. Tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok 1,5 dan 3 jam sebesar p=0.451 p&gt;0.005.</p> Suciyati Sundu, Luci Fitrianti, Julia Dance Setyowati, Bedjo Santoso ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1052 Sat, 28 Nov 2020 00:00:00 +0000