https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/issue/feed Jurnal Farmasetis 2021-07-04T11:26:48+00:00 Livana PH livana.ph@gmail.com Open Journal Systems <p>Penulis jurnal berasal dari tenaga kesehatan, dosen, mahasiswa, peneliti yang tertarik dalam bidang farmasi. Jurnal diterbitkan pertama kali sejak Juni&nbsp; tahun 2011, dan &nbsp;terbit dengan&nbsp; &nbsp;ISSN versi cetak pada Volume 2 No 1 Juni 2012 dan ISSN versi online pada Volume 6 No 1 Mei 2017. Jurnal farmasetis terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Mei dan November.</p> https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/955 Uji Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Etanolik Bawang Dayak terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus dalam Media Mueller Hinton Agar 2021-05-31T15:11:48+00:00 Supriani Supriani nasrunasupriani@gmail.com Nurwijayanti Nurwijayanti nasrunasupriani@gmail.com <p>Infeksi merupakan penyakityang disebabkan oleh bakteri. Antibakteri adalah zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan bakteri.Bawangdayak telah dilaporkan mengandung senyawa yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanolik bawang dayak terhadap bakteri Staphylococcus aureus dalam media Mueller Hinton Agar (MHA).Metode:Metode yang digunakan untuk ekstraksi bawang dayak adalah maserasi, dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanolik yang diperoleh diuji kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureusdengan teknik disk diffusion.Hasil penelitian menunjukkan, kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanolik bawang dayak mengandung golongan senyawa flavonoid, kuinon, polifenol, steroid, dan tannin. Ekstrak etanolik bawang dayak memiliki aktivitas antibakteri sedang dengan efektivitas yang rendah (&lt;50%). Konsentrasi ekstrak etanolik bawang dayak 8% memiliki aktivitas antibakteri paling baik dengan rata-rata sebesar 6,94 mmdibandingkan dengan konsentrasi 4% dengan rata-rata 5,242 mm dan konsentrasi 6% sebesar 6,28 mm dilihat dari perhitungan efektivitas antibakteri.</p> 2021-05-31T13:22:02+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1232 Pengaruh Pemberian Jus Buah Semangka Merah terhadap Kadar Gula Darah Mencit yang Diinduksi Aloksan 2021-05-31T13:41:57+00:00 Definingsih Yuliastuti defie.farmasi@gmail.com Wahyunita Yulia Sari defie.farmasi@gmail.com Lia Latifatul Rahmaniah defie.farmasi@gmail.com <p>Konsumsi buah semangka merah yang cenderung memiliki rasa manis membuat banyak pertanyaan tentang pengaruhnya terhadap kadar gula darah bagi pasien diabetes mellitus. Diabetes mellitus merupakan suatu kelainan reaksi kimia dalam&nbsp; pemanfaatan karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan, karena tidak cukupnya pengeluaran atau kurangnya hormon insulin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah semangka merah (<em>Citrullus lanatus </em>(Thunb.) Matsum. &amp; Nakai) selama 21 hari dalam beberapa konsentrasi terhadap kadar gula darah mencit (<em>Mus musculus</em>) yang diinduksi aloksan dengan dosis 100mg/KgBB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksperimental dengan mengelompokkan hewan percobaan menjadi 5 kelompok yaitu kontrol sehat (KS), kontrol negatif (K-), kelompok perlakuan I (PI), kelompok perlakuan II (PII), dan kelompok perlakuan III (PIII). Dosis pemberian jus buah semangka merah sebesar 3,6g/KgBB (PI), 7,2g/KgBB (PII), dan 10,8g/KgBB (PIII).&nbsp; Pemberian jus buah semangka merah selama 21 hari memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada PI (12,8%),&nbsp; PII (28,2%), PIII (36,5%) dengan perbedaan yang bermakna apabila dibandingkan kontrol negatif dan kontrol sehat (p&lt;0,05).</p> 2021-05-31T13:41:44+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1383 Tamanam Herbal untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh: Literature Review 2021-05-31T14:02:57+00:00 Kusumaningtyas Siwi Artini kusumaningtyas@udb.ac.id Weri Veranita kusumaningtyas@udb.ac.id <p>Saat ini terjadi wabah penyakit Covid 19 yang dialami oleh berbagai negara di belahan dunia. Covid 19 ini menyerang saluran pernafasan dan merupakan <em>self limiting dissease</em> yang akan sembuh dengan sendirinya dengan meningkatkan sistem imun. Tanaman herbal banyak yang berkhasiat untuk meningkatkan sistem imun sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menjaga kesehatan. Tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam menjaga sistem imun memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman herbal yang memiliki khasiat sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh selama pandemi. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah literature review yaitu dengan mengumpulkan artikel penelitian yang terdapat di PubMed dan google scholar dari tahun 2011 – 2021 dengan menggunakan kata kunci <em>Zingiber officanale, Curcuma zanthorrhiza</em>, <em>Kaempferia galanga</em> sebagai anti oksidan. Artikel yang diperoleh kemudian dianalisis dengan berdasarkan pedoman PRISMA dan dengan penilaian kelayakan menggunakan instrumen JBI. Berdasarkan Hasil dari literature review ini diketahui beberapa tanaman herbal dapat berkhasiat untuk meningkatkan sistem imun tubuh.</p> 2021-05-31T13:59:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1319 Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Calincing terhadap Biofilm Candida Albicans 2021-05-31T14:19:44+00:00 Hasyrul Hamzah hh241@umkt.ac.id Nur Rasdianah hh241@umkt.ac.id Ari Nurwijayanto hh241@umkt.ac.id Erika Nandini hh241@umkt.ac.id <p>Daun calincing (<em>Oxalis corniculata L</em>.) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di indonesia yang memiliki aktivitas antijamur namun aktivitas antibiofilmnya terhadap&nbsp; <em>C. albicans</em> ATCC 10231 belum pernah dilaporkan. Pencarian antibiofilm baru terhadap biofilm <em>C. albicans</em> menjadi hal penting dalam mencegah infeksi yang berhubungan dengan biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun calincing <em>(Oxalis corniculata L.)</em>&nbsp; dalam menghambat pembentukan biofilm <em>C. albicans</em>. Pengujian planktonik dan penghambatan biofilm dilakukan dengan menggunakan metode microtiter broth. Aktivitas antibiofilm ekstrak etanol daun calincing terhadap C. albicans. dianalisis dengan menghitung minimum biofilm inhibitor konsentrasi (MBIC50)<strong>. </strong>Ekstrak etanol daun calincing 1 % memberikan aktivitas antijamur C. albicans sebesar 81,23 % ± 0,01 dan aktivitas antibiofilm fase pertengahan sebesar 76,00 %&nbsp; ± 0,01 dan fase pematangan 68,23 ± 0,01. Oleh karena itu, ekstrak etanol daun calincing berpotensi untuk dikembangkan sebagai kandidat obat-obat antibiofilm baru terhadap biofilm <em>C. albicans. </em></p> 2021-05-31T14:19:37+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1128 Pengembangan Teknologi Formulasi Bahan Alam menjadi Bentuk Sediaan Tablet Effervescent sebagai Imunomodulator untuk Mencegah Covid-19 2021-05-31T14:30:48+00:00 Joko Santoso michaeljosano@gmail.com Inayatush Sholiha michaeljosano@gmail.com Mutiara Listiyanawati michaeljosano@gmail.com <p>Indonesia sangat kaya dan terkenal dengan rempah-rempah dan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Obat bahan alam&nbsp; merupakan warisan budaya asli yang secara turun temurun. Ditengah wabah pandemik Covid-19 di seluruh dunia maka masyarakat mencari bahan alam yang berupa kombinasi dari tanaman obat yang bersifat Imonomudulator untuk mencegah covid-19. Perkembangan teknologi farmasi dalam sediaan bahan alam makin cepat sehingga dibuatlah sediaan obat yang aman, praktis, dosis terukur, berkhasiat dan memenuhi standart Farmakope Indonesia maka dibuat dalam bentuk tablet effervescent. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui kualitas formulasi sediaan tablet effervesvent. Metode Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimental. Penelitian ini dibagi menjadi 4 formulasi dan tablet dibuat dengan metode granulasi basah, setiap formula terdapat variasi dalam formula tersebut dan dilakukan pengujian sifat fisik granul, sifat fisik tablet, rasa dan Penampilan tablet. Hasil : Uji waktu alir granul (11,10 g/det, 11,09g/det, 10,50g/det dan 09,42g/det), Keseragaman bobot tablet (15%, 13%, 10% dan 6 %), Kekerasan Tablet (9,7kg, 9,2kg, 8,15kg dan 7,42kg), Friabilitas (0,54%, 0,43%, 0,45% dan 0,43%), waktu dispersi tablet (3,2 menit, 2,1 menit, 2,02 menit dan 1,3 menit), rasa (kurang manis, kurang manis, manis dan manis) dan Penampilan bentuk Tablet (rata, rata, rata dan rata). Kesimpulan : Formulasi IV merupakan formulasi terbaik dan memenuhi standar mutu Farmakope Indonesia Edisi IV.</p> 2021-05-31T14:30:47+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1339 Uji Toksisitas Akut Infusa Daun Sirsak (Annona Muricata L.) pada Hewan Uji Mencit 2021-06-25T14:47:22+00:00 Arinta Mayang ahwan@usahidsolo.ac.id Ahwan Abdul ahone.far02@gmail.com Reni Ariastuti ahwan@usahidsolo.ac.id <p>Daun sirsak<em> (Annona muricata L.) </em>merupakan famili Annonaceae yang dikenal sebagai tumbuhan obat. Daun sirsak mengandung senyawa alkaloid, tannin, flavonoid, terpenoid yang diduga memiliki potensi sitotoksik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas sitotoksik akut infusa daun sirsak sehingga infusa daun sirsak aman digunakan. Subyek uji yang digunakan hewan uji mencit galur Swiss Webster umur 2-3 bulan, kisaran berat badan 20-25 gram. Penelitian eksperimental ini menggunakan 4 dosis perlakuan yaitu 5.565 mg/kgBB, 78.623 mg/kgBB, 175.362 mg/kgBB, 386.956 mg/kgBB dan 1 kontrol negatif dengan 5 kali pengulangan. Hewan uji mencit yang digunakan berjumlah 25 ekor dengan masing-masing 5 ekor mencit jantan untuk tiap konsentrasi. Kematian mencit dihitung setelah 24 jam perlakuan. Analisis dilakukan perhitungan nilai LD<sub>50</sub> menggunakan rumus Thompson and Weil diperoleh nilai LD<sub>50</sub> 49,82 mg/kgBB. Hal ini menunjukkan bahwa infusa daun sirsak<em> (Annona muricata L.) </em>memiliki potensi sangat toksik terhadap hewan uji mencit, karena nilai LD<sub>50</sub> 5 – 50 mg/kgBB. Kemudian dihitung analisis probit menggunakan Microsoft Excel dan diperoleh nilai probit 4,08 g/100 mL.</p> 2021-05-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1382 Gambaran Pengetahuan Mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong tentang Obat Generik 2021-06-19T18:27:26+00:00 Eka Wuri Handayani ekahandayani28.eh@gmail.com Rafila Intiyani ekahandayani28.eh@gmail.com <p>Pengetahuan yang dimiliki seorang mahasiswa keperawatan tentang obat generik merupakan salah satu bekal yang harus dimiliki sebelum terjun di dunia kerja. Obat generik merupakan obat yang tidak disalut dan tidak dikemas dengan menarik karena ada syarat dan ketentuannya, sehingga rasanya murni obat. Obat generik memiliki kesamaan dengan obat paten mulai dari <strong>bahan aktif dalam kandungannya, kegunaan kekuatan, formulasi, dosis, kualitas, dan keamanan</strong><strong>.</strong> Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong tentang obat generik. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross sectional </em>untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong tentang obat generik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari dan Maret 2020. Teknik pengambilan sampling menggunakan <em>purposive sampling</em> diperoleh jumlah 85 responden. Instrument yang digunakan untuk pengumpulan data berupa kuesioner tingkat pengetahuan mahasiswa tentang obat generic dan dianalisa <em>univariate </em>untuk mengetahui deskripsi frekuensi dari tingkat pengetahuan mahasiswa tentang obat generik<em>.</em> Mayoritas tingkat pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah tentang obat generik dalam kategori tingkat pengetahuan yang kurang yaitu pada 54 mahasiswa (63,5%). Harapannya hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran terkait kondisi kurangnya pengetahuan mahasiswa terkait obat generik, sehingga dosen dan lembaga pendidikan dapat membuat kebijakan untuk lebih menambah materi pengenalan atau wawasan khusunya tentang obat generik kepada para mahasiswanya.</p> 2021-05-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1386 Aktivitas Sitotoksik Fraksi N-Hexan Kayu Beta-Beta dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test 2021-06-25T14:48:53+00:00 Hasnaeni Hasnaeni hasnaeni.hasnaeni@umi.ac.id Mamat Pratama hasnaeni.hasnaeni@umi.ac.id Fidyah Lisa Aslindah hasnaeni.hasnaeni@umi.ac.id <p>Telah dilakukan penelitian dengan sampel kayu beta-beta (<em>Lunasia amara </em>Blanco) famili <em>Rutaceae</em>. Penelitian ini&nbsp; dilakukan dengan pengujian sitotoksisitas&nbsp; Fraksi n-Hexan kayu beta-beta (<em>Lunasia amara </em>Blanco<em>) </em>terhadap larva udang <em>Artemia salina</em> Leach. Uji sitotoksik dilakukan dengan menggunakan metode BSLT <em>(Brine Shrimp Lethality Test)</em> menggunakan <em>Artemia salina </em>Leach. Pengujian ini dilakukan dengan membagi ke dalam kelompok perlakuan yakni kelompok ekstrak uji dengan 5 variasi konsentrasi (10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm dan 1000 ppm) dan kelompok kontrol. Dilakukan 3 kali pengulangan. Larva yang mati akan dihitung setelah 24 jam perlakuan, dilanjutkan dengan analisis probit untuk menentukan nilai LC<sub>50</sub>. Hasil uji BSLT Kayu Beta-beta (<em>Lunasia amara&nbsp;&nbsp; </em>Blanco) yang diperoleh yakni 26,001 ppm. Pada penelitian ini diketahui toksisitas fraksi n-Hexan&nbsp; dari tanaman kayu beta-beta (<em>Lunasia amara </em>Blanco) memperlihatkan&nbsp; toksisitas yang sangat toksik dengan nilai LC<sub>50</sub> adalah 26,001 μg/ml.&nbsp;</p> 2021-05-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1300 Abnormalitas Morfologi Fetus Mencit Mus Musculus L. setelah Pemberian Ekstrak Etanol Suruhan Peperomia Pellucida L. Kunth 2021-06-25T14:49:40+00:00 Hendri Busman hendri_busman@yahoo.com Nuning Nurcahyani biologi@fmipa.unila.ac.id Endang Linirin Widiastuti biologi@fmipa.unila.ac.id Nurkholiza Nurkholiza biologi@fmipa.unila.ac.id Qotrunnada Salsabila nadasalsa2112@gmail.com <p>Tanaman suruhan memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu saponin, flavonoid, dan alkaloid yang diduga berpotensi mengakibatkan sitotoksik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keamanan dalam mengonksumsi tanaman suruhan, terutama apabila dikonsumsi oleh ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan berat badan, panjang fetus, panjang ekstremitas depan dan belakang fetus mencit setelah pemberian ekstrak etanol suruhan.&nbsp; Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit betina yang sudah bunting dibagi dalam 4 kelompok yaitu kelompok K yang merupakan kelompok kontrol, P1 yang diberi ekstrak etanol suruhan 1,68 mg/30 g BB, P2 yang diberi ekstrak etanol suruhan 3,36 mg/30 g BB, dan P3 yang diberi ekstrak etanol suruhan 6,72 mg/30 g BB. Semua kelompok mencit betina diberi ekstrak suruhan secara oral dimulai hari ke-6 kebuntingan sampai hari ke-17.&nbsp; Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Anova dengan taraf signifikasi α = 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf signifikasi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol suruhan meningkatkan berat badan, panjang badan, panjang ekstremitas depan dan belakang fetus mencit. Berdasarkan analisis statistik <em>One Way </em>Anova taraf α = 5%, tidak terdapat perbedaan yang signifikan (<em>p</em> &gt; 0,05) terhadap berat badan fetus mencit, namun terdapat perbedaan yang signifikan (<em>p </em>&lt; 0,05) terhadap panjang badan, panjang ekstremitas depan dan belakang fetus mencit.</p> 2021-05-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1507 Identifikasi Profil Senyawa Aktif Ekstrak Air Kayu Katola (Arcangelisia flava L.) 2021-07-04T11:26:48+00:00 Hasnaeni Hasnaeni hasnaeni.hasnaeni@umi.ac.id Sudarsono Sudarsono hasnaeni.hasnaeni@umi.ac.id Arief Nurrochmad hasnaeni.hasnaeni@umi.ac.id <p>Ekstrak air kayu katola (<em>Arcangelisia flava</em> L.) banyak digunakan dalam pengobatan antara lain&nbsp; sebagai anti diare, anti mikroba dan antiinflamasi. Tujuan penelitian untuk identifikasi profil senyawa aktif dari ekstrak air kayu katola (<em>Arcangelisia flava</em> L.). Metode ekstraksi dengan cara infundasi dan ekstrak air yang dikeringkan menggunakan alat <em>freeze dryer</em>. Uji organoleptik meliputi&nbsp; uji bau, warna dan rasa dari ekstrak larut air kayu katola ( <em>Arcangelisia flava</em> (L.) Merr.). Identifikasi &nbsp;menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), cairan&nbsp; pengelusi n- Propanol : Asam asetat : Air (9:0,5:0,5 v/v/v). Deteksi bercak pada UV panjang gelombang 254 nm dan 366 nm, pereaksi&nbsp; Dragendroff dan Serium (IV) sulfat. Hasil penelitian &nbsp;diperoleh rendemen ekstrak sebesar 19,536% &nbsp;dan kadar ekstrak terstandar Berberin HCl 5,69%±0,18% diukur pada panjang gelombang 348 nm. Setelah dilakukan profil spektra pada puncak-puncak yang terdapat pada ekstrak uji diperoleh beberapa spesifikasi&nbsp; profil senyawa pada ekstrak larut air kayu katola (<em>Arcangelisia flava</em> L.) dengan kadar relative yaitu 1 = 1%; 2 = 5,35%; 3= 26,19%; 4=1,45%; 5= 8,69% dan 6= 2,77%. Pada spesifikasi profil senyawa terlihat bahwa kadar Berberin HCl yang lebih dominan.</p> 2021-06-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##