Abnormalitas Morfologi Fetus Mencit Mus Musculus L. setelah Pemberian Ekstrak Etanol Suruhan Peperomia Pellucida L. Kunth

  • Hendri Busman Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Nuning Nurcahyani Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Endang Linirin Widiastuti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Nurkholiza Nurkholiza Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Qotrunnada Salsabila Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: morfologi fetus, mus musculus L., peperomia pellucida (L.) kunth

Abstract

Tanaman suruhan memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu saponin, flavonoid, dan alkaloid yang diduga berpotensi mengakibatkan sitotoksik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keamanan dalam mengonksumsi tanaman suruhan, terutama apabila dikonsumsi oleh ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan berat badan, panjang fetus, panjang ekstremitas depan dan belakang fetus mencit setelah pemberian ekstrak etanol suruhan.  Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit betina yang sudah bunting dibagi dalam 4 kelompok yaitu kelompok K yang merupakan kelompok kontrol, P1 yang diberi ekstrak etanol suruhan 1,68 mg/30 g BB, P2 yang diberi ekstrak etanol suruhan 3,36 mg/30 g BB, dan P3 yang diberi ekstrak etanol suruhan 6,72 mg/30 g BB. Semua kelompok mencit betina diberi ekstrak suruhan secara oral dimulai hari ke-6 kebuntingan sampai hari ke-17.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Anova dengan taraf signifikasi α = 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf signifikasi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol suruhan meningkatkan berat badan, panjang badan, panjang ekstremitas depan dan belakang fetus mencit. Berdasarkan analisis statistik One Way Anova taraf α = 5%, tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) terhadap berat badan fetus mencit, namun terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) terhadap panjang badan, panjang ekstremitas depan dan belakang fetus mencit.

References

Almahdy, A. (2011). Uji Aktivitas Vitamin A Terhadap Efek Teratogen Warfarin Pada Fetus Mencit Putih. Medan: USU Press.
Azarnia, M., Ejtemaei-Mehr, S., Shakoor, A., & Ansari, A. (2007). Effects of vitex agnus castus on mice fetus. Acta Medica Iranica, 45(4), 263–270.
Bozzini, C., Champin, G., Alippi, R., & Bozzini, C. (2011). Bone mineral density and bone strength from the mandible of chronically protein restricted rats. Acta Odontol Latinoam, 24(3), 223–228.
Dalimarta, S. (2006). Atlas Tumbuhan Indonesia Jilid 4. Jakarta: Puspa Swara.
Doblaré, M., Garcı́a, J., & Gómez, M. (2004). Modelling bone tissue fracture and healing: A review. Eng Frac Mecha, 71(13–14), 1809–1840. doi: https://doi.org/10.1016/j.engfracmech.2003.08.003
Doi, M., Rekha, R. S., Ahmed, S., Okada, M., Roy, A. K., Arifeen, S. El, … Wagatsuma, Y. (2011). Association Between Calcium In Cord Blood and Newborn Size in Bangladesh. British Journal of Nutrition, 106(9), 1398–1407. doi: 10.1017/S0007114511001747
Egwuche, R. U., Odetola, A. A., & Erukainure, O. L. (2011). Prelimary Investigation into the Chemical Properties of Peperonia pellucida L. Research Journal of Phytochemistry, 5(1), 48–53. doi: 10.3923/rjphyto.2011.48.53
Fitrya, F., Anwar, L., & Novitasari, E. (2010). Isolasi Senyawa Fenolat dari Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Tumbuhan Gandaria. Jurnal Penelitian Sains, 13(1), 10–14.
Florence, N., Huguette, S., Hubert, D., Raceline, G., Desire, D., & Pierre, K. (2017). Aqueous extract of Peperomia pellucida (L.) HBK accelerates fracture healing in Wistar. BMC Complementary and Alternative Medicine, 17(1), 188. doi: 10.1186/s12906-017-1686-3
Ilich, J., & Kerstetter, J. (2000). Nutrition in bone health revisited: a story beyond calcium. J Am Coll Nutr, 19(6), 715–737. doi: 10.1080/07315724.2000.10718070
Jiao, C. H. (2011). Philipine Medicinal Plant; Pansir-pansitan. Manila: Manila Medical Society.
Kaufman, M. (1992). The Atlas of Mouse Development. London: Academic Press.
Mescher, A. L. (2010). Junquieira’s Basic Histology Text & Atlas (12th ed.). New Y: McGraw-Hill Medical.
Nwokocha, C. R., Owu, D. U., Kinlocke, K., Murray, J., Delgoda, R., Thaxter, K., … Young, L. (2012). Possible mechanism of action of the hypotensive effect of Peperomia pellucida and interactions between human cytochrome P450 enzymes. . Medicinal and aromatic. Med Aromat Plants, 1(4), 1–5. doi: 10.4172/2167-0412.1000105
Ooi, D., Iqbal, S., & Ismail, M. (2012). Proximate composition, nutritional attributes and mineral composition of Peperomia pellucida L. (Ketumpangan Air) grown in Malaysia. Molecules, 17(9), 11139–11145. doi: 10.3390/molecules170911139
Pacheco, M., Costa Antunes, A., & Sgarbieri, V. (2008). New technological and physiological functional properties of milk proteins. In A. Boscoe & C. Listow (Eds.), Protein Research Progress (pp. 117–168). New York: Nova Science Publishers Inc.
Roza, F., Nurcahyani, N., & Busman, H. (2016). Efek Teratogenik Ekstrak Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Terhadap Jumlah Fetus, Panjang Ekstremitas Depan dan Belakang, Serta Malformasi Fetus Mencit (Mus musculus L.). Jurnal Biologi Eksperimen Dan Keanekaragaman Hayati, 3(2), 17–26.
Sa’roni, & Wahjoedi. (2002). Pengaruh Infuse Rimpang Cyperus rotundus L. Terhadap Siklus Estrus dan Bobot Uterus Pada Tikus Putih. Jurnal Bahan Alam Indonesia, 1(2), 45–47.
Salamah, N., & Hanifah, L. (2014). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia pellucida (L.) H.B&K) dengan Metode Fosfolibdat. Prosiding SPOA XVI Dan Muktamar XII PERHIPBA, 341–349.
Santoso, H. (2006). Pengaruh Kafein terhadap Penampilan Reproduksi dan Perkembangan Skeleton Fetus Mencit (Mus musculus L). Jurnal Biologi, X, 39–48.
Saputra, D. (2014). Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth.) dengan Metode BST (Brine Shrime Lethality Test). Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar.
Tasmin, N., Erwin, & Kusuma, I. (2014). Isolasi, Identifikasi dan Uji Toksisitas Senyawa Flavonoid Fraksi Kloroform dari Daun Terap (Ortocarpus odoratissimus Blanco). Jurnal Kimia Mulawarman, 12(1), 45–52.
Termote, C., Van Damme, P., & Dhed’a, D. B. (2010). Eating from the wild: Turumbu indigenous knowledge on noncultivated edible plants, Tshopo District, DR Congo. Ecol Food Nutr, 49(3), 173–207. doi: 10.1080/03670241003766030
Tucker, K. L., Chen, H., Hannan, M. T., Cupples, L. A., Wilson, P. W. F., Felson, D., & Kiel, D. P. (2003). Bone mineral density and dietary patterns in older adults: the Framingham Osteoporosis Study. Am J Clin Nutr, 76(1), 245–252. doi: 10.1093/ajcn/76.1.245
Wei, L. S., Wee, W., Siong, J. Y. F., & Syamsumir, D. F. (2011). Characterization of anticancer, antimicrobial, antioxidant properties and chemical compositions of Peperomia pellucida leaf extract. Acta Medica Iranica, 49(10), 670–674.
Published
2021-05-28
How to Cite
Busman, H., Nurcahyani, N., Widiastuti, E., Nurkholiza, N., & Salsabila, Q. (2021). Abnormalitas Morfologi Fetus Mencit Mus Musculus L. setelah Pemberian Ekstrak Etanol Suruhan Peperomia Pellucida L. Kunth. Jurnal Farmasetis, 10(1), 59-68. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/farmasetis.v10i1.1300
Section
Articles