Pengaruh Komunikasi Terapeutik Bidan dalam Melakukan Pijat Bayi terhadap Kepuasan Keluarga Pasien

  • Retno Wulan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati
  • Siti Marfu’ah Program Studi Sarjana Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati
Keywords: kepuasan keluarga pasien, komunikasi terapeutik, pijat bayi

Abstract

Komunikasi Terapeutik merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik dimana terjadi penyampaian informasi dan pertukaran perasaan dan pikiran dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain, komunikasi ini direncanakan secara sadar, bertujuan, dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan lebih mendekati usapan-usapan halus atau rangsangan raba (taktil) yang dilakukan dipermukaan kulit, manipulasi terhadap jaringan atau organ tubuh bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf otot, dan system pernafasan serta memperlancar sirkulasi darah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatifl dengan desain penelitian quasi experimental. Pendekatan penelitian menggunakan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung 15.225> t tabel 2.09, yang artinya ada pengaruh signifikan antara implementasi komunikasi terapeutik terhadap kepuasan keluarga pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh komunikasi terapeutik bidan dalam melakukan pijat bayi terhadap kepuasan keluarga pasien. Bidan yang memberikan komunikasi terapeutik sebelum, selama dan setelah melakukan pijat bayi, membuat orang tua bayi merasa puas dan senang terhadap Bidan tersebut.

References

Astutik, A. R. (2018). Komunikasi Terapeutik Dengan Tingkat Kepuasan Pasien. Skripsi, 1–103.
Handayani, R. (2019). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat yang dipersepsikan Keluarga Pasien dengan Tingkat Kepuasan di Ruang Rawat Inap Anak RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2019.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). Komunikasi dalam Praktik Kebidanan.
Mundakir. (2016). Buku Ajar Komunikasi Pelayanan Kesehatan.
Permatasari, D. (2016). Factors Correlated With Therapeutic Communication Of Midwife In Community Health Centre In Giving. Health Service In Community Health Centre Of Semarang, 4(2), 2356–3346. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm
Prasetyo Kusumo, M. (2017). Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien di Rawat Jalan RSUD Jogja. Jurnal Medicoeticolegal Dan Manajemen Rumah Sakit 10.18196/Jmmr.2016, 6(1), 72–81. https://doi.org/10.18196/jmmr.6130
Sarfika, N. R., Maisa, E. A., & Windy Freska. (2018). Komunikasi Terapeutik Dalam Keperawatan. In Buku Ajar Keperawatan 2.
Sasmito, P., Majadanlipah, M., Raihan, R., & Ernawati, E. (2019). Penerapan Teknik Komunikasi Terapeutik Oleh Perawat pada Pasien. Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, 11(2), 58. https://doi.org/10.32763/juke.v11i2.87
Siregar, N. S. S. (2016). Komunikasi Terapeutik Dokter dan Paramedis Terhadap Kepuasan Pasien dalam Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit Bernuansa Islami di Kota Medan. 289.
Published
2021-07-06
How to Cite
Wulan, R., & Marfu’ah, S. (2021). Pengaruh Komunikasi Terapeutik Bidan dalam Melakukan Pijat Bayi terhadap Kepuasan Keluarga Pasien. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 11(3), 517-522. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/pskm.v11i3.1421
Section
Articles