Analisis Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Kunjungan ke Baby Spa

  • Lala Budi Fitriana Universitas Respati Yogyakarta
  • Paulinus Deny Krisnanto Universitas Respati Yogyakarta
Keywords: analisis faktor, baby spa, frekuensi kunjungan

Abstract

Perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensi berjalan sangat cepat pada masa bayi dan balita, dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Salah satu alternatif dalam menstimulasi perkembangan bayi adalah dengan baby spa. Bayi yang mendapat baby spa memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal dibandingkan bayi yang sama sekali tidak pernah mendapat perawatan baby spa. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan ke Baby Spa. Jenis penelitian adalah non eksperimen dengan desain crossectional. Subyek penelitian adalah ibu yang melakukan kunjungan ke baby spa yang memiliki bayi usia 2-12 bulan. Sampel penelitian berjumlah 36 orang. Teknik sampling menggunakan Consecutive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti yang telah valid dan reliabel.  Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rank dan uji Chi-Square. Hasil penelitian yaitu umur ibu sebagian besar adalah 20-35 tahun (88,9%), tingkat pendidikan ibu sebagian besar adalah tinggi (69,4%), pekerjaan ibu sama antara bekerja dan tidak bekerja yaitu masing-masing 50%, jarak tempat tinggal sebagian besar adalah ≥2 km (80,6%), penghasilan sebagian besar adalah ≥UMP (72,2%), tingkat pengetahuan ibu tentang baby spa sebagian besar adalah baik (58,3%) dan frekuensi kunjungan ibu ke baby spa sebagian besar adalah rutin (58,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang baby spa dengan frekuensi kunjungan ke baby spa di Momoo Baby Spa.

References

Aditya, N. (2014). Handbook for newmom panduan Lengkap Merawat Bayi Baru Lahir. Stiletto Book.
Ambarwati, F.R dan Nasution, N. (2015). Asuhan Keperawatan Bayi dan Balita. Cakrawala Ilmu.
Ari Kurniarum, Suroso, S. (2013). Frekuensi Kunjungan Solus Per Aqua (Spa) Bayi Kaitannya Dengan Kenaikan Berat Badan Bayi. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, 2(2).
Ekasari, W. U. (2018). Hubungan Frekuensi Kunjungan Baby Spa Dengan Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 3 - 12 Bulan Di Klinik Luqi Medika. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak Akademi Kebidanan An-Nur, 3(1), 16–22.
Evayanti, Y. (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dan Dukungan Suami Pada Ibu Hamil Terhadap Keteraturan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Puskesmas Wates Lampung Tengah Tahun 2014. Jurnal Kebidanan, 1(2), 81–90.
Fitriyani Bahriyah, Abdul Khodir Jaelani, M. P. (2017). Hubungan Pekerjaan Ibu Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi. Journal Endurance, 2(2), 113–118.
Galenia. (2014). Home Baby Spa. Perum Bukit Permai.
Hapsari, L. (2015). Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Spa Bayi Di Bpm Indah Febriyanti Kemiri, Kebak Kramat, Karanganyar. Stikes Kusuma Husada.
Haryanti, Y. D. (2015). Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Di Dukuh Sambeng Desa Sambeng Todanan Blora. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 11(1).
Indonesia, K. K. R. (2014). Sekretariat Jenderal Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013.
Kholifah, S. (2017). Hubungan jarak tempat tinggal dan tingkat pendidikan terhadap tingkat kunjungan masyarakat ke puskesmas gadingrejo. Universitas Lampung.
Lestari, I. (2017). Pengaruh Penyuluhan Baby Spa Terhadap Minat Ibu Dalam Pelaksanaan Baby Spa. In Tidak Dipublikasikan. . Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang.
Magdalena, M. (2016). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Di Desa Nanga Kemangai Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang. Midwife Journal, 2(2).
Napirah Ryman, A. R. (2016). Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Di Kelurahan Bintaro Jakarta. Jurnal Pengembangan Kota, 4(1), 29–39.
Notoadmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Nugraha, N. A. (2016). Hubungan Antara Jarak Dan Kualitas Pelayanan Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatipuro Karanganyar. Tidak Dipublikasikan (Stikes Kusuma Husada Surakarta).
Pradono, J. (2014). Hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan tentang kesehatan lingkungan, perilaku hidup sehat dengan status kesehatan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 17(1), 89–95.
RI, D. (2006). Pemantauan Pertumbuhan Balita.
Sari, P. E. (2012). Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Di Kelurahan Bintaro Jakarta. Tidak Dipublikasikan (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).
Saskia, V. W. (2017). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Pada Bayi Usia 3-12 Bulan Di BPM Leny Indrawati Karongan Jogotirto Berbah Sleman. Tidak Dipublikasikan (Stikes Jenderal Ahmad Yani Yogyakarta).
Septyasrini, N. (2016). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan status pekerjaan dengan pemberian asi eksklusif di wilayah kerja puskesmas banyudono 1 boyolali. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Soetjiningsih. (2014). Tumbuh Kembang Anak. EGC.
Wawan, A dan M, D. (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia Dilengkapi Contoh Kuesioner. Nuha Medika.
Widodo, A dan Afrina, D. . (2013). Efetivitas Baby Spa Terhadap Lamanya Tidur Bayi Usia 3-4 Bulan. Tidak Dipublikasikan (Fisioterapi UNS).
Yahya, N. (2011). Spa Bayi dan Anak. Metagraf.
Published
2021-05-12
How to Cite
Fitriana, L., & Krisnanto, P. (2021). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Kunjungan ke Baby Spa. Jurnal Keperawatan, 13(2), 411-422. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/keperawatan.v13i2.911
Section
Articles