Pengaruh Berkumur dengan Rebusan Jahe Merah terhadap Skor Keluhan Xerostomia pada Pasien DM Tipe 2

  • Wardah Wardah Program Studi Profesi Ners, STIKES Payung Negeri Pekanbaru
  • Asti Winda Wati Program Studi Profesi Ners, STIKES Payung Negeri Pekanbaru
Keywords: berkumur dengan rebusan jahe merah, pasien diabetes mellitus tipe 2, xerostomia

Abstract

Berkumur dengan menggunakan rebusan jahe merah diketahui   dapat meningkatkan  laju aliran saliva baik stimulus mekanik dan stimulus kimiawi. Xerostomia merupakan salah satu masalah yang terjadi akibat penurunan aliran saliva.  Xerostomia merupakan masalah penyerta yang sering ditemukan pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek berkumur dengan rebusan jahe merah terhadap skor keluhan xerostomia pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre and post test without control. Alat pengumpulan data berupa  lembar kuesioner Xerostomia Inventory  (XI) versi bahasa Indonesia yg telah di uji validitas dengan nilai Cronbach's alpha 0,85 terdiri dari 11 pertanyaan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sungai Salak Kabupaten INHIL pada bulan juni 2020 dengan jumlah sampel 29 responden. Analisa menggunakan uji statistic wilcoxon. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan skor rerata sebelum (39,8) dan sesudah (27,1)  berkumur rebusan jahe merah (p value 0,000; α < 0,05). 

References

American Diabetes Association. (2019). Standards Of Medical Care In Diabetes-2019. The Journal Of Clinical And Applied Research And Education Diabetes Care, 42(1).
Barrot-de la Puente, J., Mata-Cases, M., Franch-Nadal, J., Mundet-Tudurí, X., Casellas, A., Fernandez-Real, J. M., & Mauricio, D. (2015). Older type 2 diabetic patients are more likely to achieve glycaemic and cardiovascular risk factors targets than younger patients: analysis of a primary care database. International Journal of Clinical Practice, 62(11), 1486–1495. Retrieved from https://doi.org/10.1111/ijcp.12741
Dinkes kab. INHIL. (2019). Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri Hilir.
Dinkes Prov. Riau. (2019). Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Edriani, A. (2012). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi & Faktor Yang Tidak dan Bisa Dimodifikasi terhadap Diabetes Mellitus Pada Lansia Dan Prelansia Di Kelurahan Depok Jaya, Depok, Jawa Barat Pada Tahun 2012. 1(22).
Honkanen, E., & Meurman, J. H. (2012). Clinical questionnaire study of oral health care and symptoms in diabetic vs. non-diabetic predialysis chronic kidney disease patients. Clinical Oral Investigations, 16(2), 559–563. Retrieved from https://doi.org/10.1007/s00784-011-0543-x
Kautzky-Willer, A., Harreiter, J., & Pacini, G. (2016). Sex and Gender Differences in Risk, Pathophysiology and Complications of Type 2 Diabetes Mellitus. Endocrine Reviews, 37(3), 278–316. https://doi.org/10.1210/er.2015-1137
KEMENKES RI. (2018). Laporan Nasional RIKESDA 2018. Jakarta.
Lima, D. L. F., Carneiro, S. D. R. M., Barbosa, F. T. de S., Saintrain, M. V. de L., Moizan, J. A. H., & Doucet, J. (2017). Salivary flow and xerostomia in older patients with type 2 diabetes mellitus. PLoS One, 12(8). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0180891
López-Pintor, R. M., Casañas, E., González-Serrano, J., Serrano, J., Ramírez, L., de Arriba, L., & Hernández, G. (2016). Xerostomia, Hyposalivation, and Salivary Flow in Diabetes Patients. Journal of Diabetes Research, 2016. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1155/2016/4372852
Muntafiah, A., Yulianti, D., Cahyaningtyas, A. H., & Damayanti, H. I. (2017). Pengaruh Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale) dan Madu Terhadap Kadar Kolesterol Total Tikus Model Diabetes Melitus. Scripta Biologica, 4(1), 4–6. https://doi.org/10.20884/1.sb.2017.4.1.329
Pinatih, M. N. A. D., Pertiwi, N. K. F. R. P., & Wihandani, D. M. W. (2019). Hubungan Karakteristik Pasien diabetes melitus dengan kejadian xerostomia di RSUP Sanglah Denpasar. Bali Dental Journal, 3(2), 79–84.
Shahrajabian, M. H., Sun, W., & Cheng, Q. (2019). Pharmacological Uses and Health Benefits of Ginger (Zingiber officinale) in Traditional Asian and Ancient Chinese Medicine, and Modern Practice. Notulae Scientia Biologicae, 11(3), 309–319. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15835/nsb11310419
Shamshirgaran, S. M., Mamaghanian, A., Aliasgarzadeh, A., Aiminisani, N., Iranparvar-Alamdari, M., & Ataie, J. (2017). Age differences in diabetes-related complications and glycemic control. BMC Endocrine Disorders, 17(1), 25. https://doi.org/10.1186/s12902-017-0175-5
Thomson, W. M., Chalmers, J. M., Spencer, A. J., & Williams, S. M. (1999). The Xerostomia Inventory: a multi-item approach to measuring dry mouth. Community Dental Health, 16(1), 12–17. Retrieved from http://europepmc.org/abstract/MED/10697349
Toh, M., Wu, C., & Leong, H. (2011). Association of Younger Age With Poor Glycemic and Cholesterol Control in Asians With Type 2 Diabetes Mellitus in Singapore. Ournal Of Endocrinology And Metabolism, 1(1), 27-37.
Tumengkol, B., Suling, P. L., Sam, U., Manado, R., Penyakit, B., Fakultas, K., … Briandbxgmailcom, E. (2014). Gambaran Xerostomia pada Masyarakat di Desa Kembuan Kecamatan Tindano Utara. Universitas Sam Ratulagi Manado, 1–8.
Walukow, W. (2013). Gambaran Xerostomia pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP. Prof dr. R. D. Kandou Manado. E-GIGI, 1. https://doi.org/10.35790/eg.1.2.2013.3224
Wimardhani, Y. S., Rahmayanti, F., Maharani, D. A., Mayanti, W., & Thomson, W. M. (2021). The validity and reliability of the Indonesian version of the Summated Xerostomia Inventory. Gerodontology, 38(1), 82–86. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/ger.12494
Yulia, N., Andayani, R., & Nasution, A. I. (2017). Perubahan Laju Aliran Saliva Sebelum dan Sesudah Berkumur Rebusan Jahe Merah (Zingiber officinale officinale var. Rubrum) Pada Mahasiswa FKG Unsyiah Angkatan 2016. Journal Caninus Destistry, 2(Mei), 104–110.
Published
2021-07-19
How to Cite
Wardah, W., & Wati, A. (2021). Pengaruh Berkumur dengan Rebusan Jahe Merah terhadap Skor Keluhan Xerostomia pada Pasien DM Tipe 2. Jurnal Keperawatan, 13(3), 683-690. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/keperawatan.v13i3.1535
Section
Articles