Pengaruh Stimulasi Auditori dan Taktil dalam Meningkatkan Kesadaran Pasien dengan Gangguan Neurologis: Literature Review

  • Cecep Eli Kosasih Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Nuursalaamah Abdatus Salaam Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Lisa Noviana Savitri Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Puji Adi Kharisma Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Melani Nurasifa Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Deshita Rimadania Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Wening Handayani Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Siti Mustakimah Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
Keywords: gangguan saraf, terapi auditory dan taktil, tingkat kesadaran

Abstract

Gangguan neurologis seperti cedera kepala dan stroke merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kelumpuhan, penurunan kesadaran bahkan kematian. Di Indonesia cedera kepala menjadi penyebab kematian dan stroke menempati 2/3 penyebab kematian di negara berkembang. Pemberian stimulus sensori yang meliputi intervensi kinestethic, auditory, taktil, dan visual secara efektif dapat meningkatkan kesadaran pasien.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas stimulasi sensori yang cocok dan mudah diaplikasikan oleh keluarga. Databased yang digunakan meliputi PubMed, Google Scholar, dan EBSCO, dengan kata kunci cedera kepala, stroke, stimulasi sensori terapi intervensi, tingkat kesadaran, GCS. Kriteria inklusi studi ini meliputi artikel yang muncul dari tahun 2016 sampai 2020, jenis penelitian (RCT) Randomized Clinical Trial dan Quasi Experimen, sampel penelitian cedera kepala dan stroke disertai kesadaran menurun, tindakan yang diberikan berupa stimulasi sensorik yang dapat diaplikasikan oleh anggota keluarga dan artikel menggunakan bahasa Bahasa Indonesia. Study literature ini diperoleh 7 artikel penelitian. Hasil telaah menyimpulkan bahwa stimulasi sensorik berupa auditory dan taktil efektif meningkatkan kesadaran gangguan neurologi pada pasien stroke dan cedera kepala. Stimulasi yang dapat diberikan berupa murrotal Al-Qur’an dan dzikir, terapi musik alam, suara familiar dari keluarga maupun perawat, terapi elektro akupuntur, dan stimulasi taktil yang diberikan 10-30 menit per hari secara berkelanjutan.