Pengetahuan tentang Penularan Covid-19 dan Kepatuhan Cuci Tangan Pakai Sabun
Abstract
Sejak Desember 2019 sampai Mei 2020, angka COVID-19 semakin meningkat. Di Indonesia jumlah terkonfirmasi COVID-19 semakin tinggi dengan angka penularan yang tinggi. Kondisi ini menunjukkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang penyebaran COVID-19 masih kurang. Tangan bagian tubuh yang sering kontak dengan kuman dan merupakan agen penular di era COVID-19, artinya dapat menularkan penyakit dari satu orang ke yang lain dengan menyentuh. Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu cara mencegah penularan COVID-19 setelah menggunakan masker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan Cuci tangan pakai sabun pencegahan COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas, Pasuruan. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang merupakan penelitian kuantitatif, populasi penelitian ini meliputi masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas, Pasuruan. Populasi dalam penelitian adalah 120 orang dengan besar sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk menguji tingkat pengetahuan dan kepatuhan responden untuk Cuci tangan menggunakan angket yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Dari data yang terkumpul kemudian dilakukan pengujian menggunakan rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa berdasarkan uji Signifikansi Nilai Rank Spearman (tingkat peluang rerata) sebesar 0,001 (ρ <0,05) pada H1 diterima dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,698. Dari nilai p tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan cuci tangan pakai sabun. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor esensial bagi perilaku masyarakat. Harapannya masyarakat bisa melihat pentingnya cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan jika menginvasi virus corona.