Review: Gangguan Tidur Anak Usia Sekolah

  • Eka Wahyuningrum STIKes St. Elisabeth Semarang
Keywords: CSHQ, gangguan tidur, tidur, SDSC, sleep hygiene

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia dan penting bagi kesehatan anak. Kebutuhan tidur sangat bervariasi sepanjang kehidupan manusia. Anak usia sekolah disarankan tidur teratur dengan durasi tidur 9 - 12 jam per hari. Review ini bertujuan untuk mengetahui tidur anak usia sekolah yang meliputi fungsi tidur, jenis gangguan tidur, faktor yang mempengaruhi tidur, instrument gangguan tidur dan tindakan yang direkomendasikan. Metode dalam penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan integrative review, terdapat 20 hasil penelitian dan 2 buku yang dianalisa dalam penelitian ini. Hasil review menunjukkan tidur pada anak usia sekolah bermanfaat untuk kesehatan anak secara umum, kesehatan kardiovaskuler, kesehatan metabolic, kesehatan mental, imunologi, penampilan secara umum, perkembangan dan umur. Gangguan tidur yang dialami anak sekolah antara lain gangguan memulai dan mempertahankan tidur, gangguan pernafasan saat tidur, gangguan kesadaran, gangguan transisi tidur-bangun, gangguan somnolen berlebihan dan hiperhidrosis saat tidur. Faktor - faktor yang mempengaruhi gangguan tidur pada anak usia sekolah antara lain faktor anak, faktor orang tua, faktor lingkungan, makanan dan pengobatan serta faktor budaya. Faktor anak meliputi faktor genetic, kebiasaan tidur, masalah medis dan screen time. Faktor orang tua meliputi pola asuh, pendidikan dan gangguan tidur pada orang tua. Dua instrumen yang sering digunakan untuk mengukur gangguan tidur anak usia sekolah antara lain Children Sleep Habit Questionnaire (CSHQ) dan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC). CSHQ mempunyai nilai internal consistency pada sampel komunitas sebesar 0.68 dan pada sampel klinik 0.78 serta koefisien alpha bervariasi dari 0.36 sampai 0,70. SDSC memiliki reliabilitas sebesar 0.71 dan nilai validitas paling rendahnya 0.40.