Deep Breathing Berpengaruh terhadap Tingkat Kelelahan pada Pasien Hemodialisis
Abstract
Hemodialisis masih sebagai terapi utama dalam penanganan gangguan ginjal kronik, namun memiliki dampak bervariasi diantaranya keletihan atau fatigue. Fatigue salah satu masalah apabila tidak ditangani akan berdampak pada perubahan fisiologis dan psikologis. Pasien tersebut memerlukan pemberian asuhan keperawatan non farmakologi yang tepat yaitu dengan teknik deep breating. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui pengaruh deep breathing terhadap tingkah kelelahan pada pasien hemodialisis di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien yang melakukan cuci darah di ruang hemodialisa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang diambil dengan menngunakan tehnik purposive sampling. Kuesioner menggunakan Functional Assesment Chronic Illnes Therapy (FACIT) Fatigue Scale yang diberikan sebelum dan sesudah melakukan deep breating. Uji analisis yang digunakan adalah uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan antara level fatigue sebelum dan sesudah deep breathing dengan nilai p-value 0.000 (p < 0,05). Kesimpulan ada pengaruh deep breathing terhadap level fatigue pada pasien hemodialisis.