Bullying Berhubungan dengan Risiko Bunuh Diri pada Remaja
Abstract
Remaja merupakan kelompok umur yang berisiko mengalami berbagai permasalahan kesehatan salah satunya adalah risiko bunuh diri. Menjadi korban bullying merupakan salah satu penyebab remaja melakukan risiko bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan korban bullying dengan risiko bunuh diri pada remaja di Pancoran Mas Depok. Penelitian ini melibatkan 220 siswa dengan tingkat pendidikan SMP, SMA dan SMK. Peneliti menggunakan Bullying Participant Behavior Questionnaire untuk mengukur kejadian bullying dan Columbia Suicide Severity Rating Scale untuk mengukur risiko bunuh diri pada responden. Sehubungan dengan banyaknya sekolah yang diliburkan karena pandemi COVID-19 yang melanda, peneliti mengumpulkan data secara online melalui google form. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil uji one way anova p value = 0,000 artinya ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara korban bullying dengan risiko bunuh diri pada remaja. Pelaksanaan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS) diperlukan sebagai upaya untuk mengurangi korban bullying dan risiko bunuh diri pada remaja di sekolah.