Proses Penyelenggaraan Makanan yang Berhubungan dengan Kejadian Foodborne Illness

  • Rahajeng Dinda Ayu Priandita Universitas Airlangga
Keywords: foodborne illness, penjamah makanan, penyelenggaraan makanan

Abstract

Keracunan makanan merupakan kejadian yang masih sering ditemukan, World Health Organization bahkan menyatakan bahwa 1 dari 10 orang di dunia jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan proses penyelenggaraan makanan dengan kejadian keracunan makanan atau foodborne illness. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature review. Sumber pustaka yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan melakukan telaah jurnal dan buku referensi dengan kata kunci penyelenggaraan makanan dan kejadian keracunan makanan. Penulis Melakukan telaah pada 40 jurnal yang berasal dari tahun 2010 hingga jurnal terbaru. Pada kejadian foodborne illness, gejala yang sering ditunjukan adalah diare dan mual. Salmonella merupakan salah satu mikroorganisme yang sering dijumpai pada foodborne illness. Kesimpulan penelitian adalah, terdapat hubungan yang signifikan antara proses penyelenggaraan makanan terhadap kejadian foodborne illness.

References

Arisanti, R. R., Indriani, C., & Wilopo, S. A. (2017). Kontribusi Agen dan Faktor Penyebab Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan di Indonesia: Kajian Sistematis. 34(3), 99–106. https://doi.org/http://doi.org/10.22146/bkm.33852
Arnia, & Warganegara, E. (2013). Identifikasi Kontaminasi Bakteri Coliform Pada Daging Sapi Segar Yang Dijual di Pasar Sekitar Kota Bandar Lampung. 2(5). Retrieved from https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/39
Aziz, S. A. A., & Dahan, H. M. (2013). Food Handlers Attitude Towards Safe Food Handling in School Canteens. 105, 220–228. https://doi.org/http://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.11.023
Badan POM. (n.d.). Fungsi Utama BPOM. Retrieved from https://www.pom.go.id website: https://www.pom.go.id/new/view/direct/function
Bakri, B., Intiyati, A., & Widakartika. (2018). Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi (1st ed.). Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Cortese, R. D. M., Veiros, M. B., Feldman, C., & Cavalli, S. B. (2016). Food Safety and Hygiene Practices of Vendors During the Chain of Street Food Production in Florianopolis, Brazil: A Cross-Sectional Study. 62, 178–186. https://doi.org/http://doi.org/10.1016/j.foodcont.2015.10.027
Febrina, B. P., Suryati, T., & Arief, I. I. (2019). Karakteristik Dendeng Lambok Khas Sumatra Barat dengan Metode Pengolahan dan Lama Penyimpanan yang Berbeda. 6(1), 92–99. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33772/jitro.v6i1.5451
Foodand Agriculture Organization. (2017). Food Handlers Manual Student (1st ed.). Washington D.C.: Foodand Agriculture Organization dan Pan American Health Organization.
Freeman, M. D. (2019). Medicolegal Investigation of Vibrio parahaemolyticus- Related Foodborne Illness the Most Probable Cause of Guillain-Barre Syndrome. 1. https://doi.org/http://doi.org/10.1016/j.fsir.2019.100004
Hoover, E. R., Selman, C. A., Coleman, E. W., & Rogers, H. S. (2017). Outbreak Characteristics Associated with Identification of Contributing Factor to Foodborne Illness Outbreaks. 11(145), 2254–2262. https://doi.org/10.1017/S0950268817001406
International Organization for Standardization. (2018). ISO 22000 Food safety Management. Retrieved from https://www.iso.org website: https://www.iso.org/iso-22000-food-safety-management.html
Intiyati, A., Sayuningsih, E., & Soesanti, I. (2015). Sistem Penyelenggaraan Makanan, Tingkat Konsumsi dan Status Anemia di Asrama Program Studi Kebidanan Soetomo Poltekkes Kemenkes Surabaya. 1(1), 60–66. Retrieved from http://journal.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/GZ/article/view/353
Jackson, P., & Meah, A. (2018). Re-assessing Vulnerability to Foodborne Illness: Pathways and Practices. Critical Public Health, 28(1), 81–93. https://doi.org/http://doi.org/10.1080/09581596.2017.1285008
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (1st ed.). Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Kustiyoasih, M. P., Adriani, M., & Nindya, T. S. (2016). Penyelenggaraan Makanan dan Kepuasan Konsumen di Kantin Lantai 2 Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. 11(1), 11–16. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v11i1.11-16
Lombar, M., Gamez, Carcedo, Lopez, & Alava. (2016). Accessories of Food Handlers and Restaurant Staff as Sources for Food Contamination. 1(1). https://doi.org/10.4172/jfmsh.1000105
Mahmud. (2019). Gambaran Penyelenggaraan Makanan di Panti Asuhan Al-Anshor Ambon. 4(3), 144–149. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33846/ghs4309
Miranti, E., & Adi, A. (2016). Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap dan Higiene Perorangan (Personal Hyigiene) Penjamah Makanan Pada Penyelenggaraan Asrama Putri. 11(2), 120–126. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v11i2.120-126
Mostafa, A., Al-Askar, A., Almaary, K., Dawoud, T., Sholkamy, E., & Bakri, M. (2018). Antimicrobial Activity of Some Plant Extracts Againts Bacterial Starins Causing Food Poisioning Diseases. 25(2), 361–366. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2017.02.004
Mulyani, R. (2014). Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Higiene Pengolah Makanan. 10(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26630/jkep.v10i1.309
Nabila, T. W., & Syarif, W. (2019). Penyelenggaraan Makanan Untuk Santri di Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka Padang. 2(2), 56–62. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/ksgeo.v2i2.161
Nadhifa, E. K. F. A. A. A. S. N. A. A. R. (2020). Analisis Pengaruh pH dan Suhu pada Desinfeksi Air menggunakan Microbubble dan Karbondioksida Bertekanan. 10(2), 247–256. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.10.2.247-256
Nuraisyah, F. (2019). Penyelidikan KLB Keracunan Makanan di Desa Banjaroyo Kabupaten Kulon Progo. 15(4), 418–425. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v15i4.8428
Pagani, E., Rio, M. de los D. S. del, Dalmasso, A., Bottero, M. T., Schiavone, A., & Prola, L. (2018). Cross-Contamination in Canine and Feline Dietetic Limited-Antigen Wet Diets. 14(283). https://doi.org/10.1186/s12917-018-1571-4
Pandey, A., Kumar, P., Singh, P., Tripathi, N., & Bajpai, V. (2016). Essential Oils: Sources of Antimicrobials and Food Preservatives. 7(2161). https://doi.org/10.3389/fmicb.2016.02161
Payne-Palacio, J., & Theis, M. (2011). Foodservice Management Principles and Practices (12th ed.; R. Vernon & Anthony, Eds.). Madison: Pearson Education Limited.
Peck, M. W., Webb, M. D., & Goodburn, K. E. (2020). Assessment of The Risk of Botulism From Chilled, Vacuum/Modified Atmosphere Packed Fresh Beef, Lamb and Pork Held at Three Degree Celsius. 91. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.fm.2020.103544
Peraturan Menteri. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomer 1096/Menkes/Per/VI/2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasaboga.
Peraturan Menteri Pertanian. (2009). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 20/Permentan/OT.140/4/2009 Tentang Pemasukan dan Pengawasan Peredaran Karkas, Daging dan/atau Jeroan Dari Luar Negeri.
Pratiwi, R., Tristi, J., & Saputri, F. A. (2018). [Review] Kontaminasi Timbal Pada Berbagai Jenis Makanan dan Minuman. 7(1). Retrieved from https://ejournal.stfi.ac.id/index.php/jstfi/article/view/75
Putra, A. A. G. I., Septarini, N. W., & Subrata, I. M. (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Kejadian Keracunan Makanan Pasca KLB Keracunan Makanan. 5(2), 73–79. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/ACH.2018.v05.i02.p09
Rahmawati, S., Farahdiba, A. U., Alfan, O., & Adhly, R. B. (2018). Identifikasi Total Coliform, E.Coli dan Salmonella SPP. Sebagai Bentuk Indikator Sanitasi Makanan Kantin di Lingkungan Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia. 10(2), 101–114. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/jstl.vol10.iss2.art3
Rokhmayanti, & Heryantoro, L. (2017). Penyelidikan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Makanan di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. 2(2), 17–28. https://doi.org/https://doi.org/10.35842/formil.v2i2.66
Taqhi, A. (2014). Gambaran Sistem Penyelenggaran Makanan di Pondok Pesantren Hubulo Gorontalo. 10(4), 241–247. Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/507
The Editors of Encyclopaedia Britannica. (2018). Packaging. Retrieved from https://www.britannica.com website: https://www.britannica.com/technology/packaging
Wardhani, A. D. (2019). Pengendalian Makanan di Katering. 8(1), 126–132. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/230743807.pdf
Wibowo, I. S., Wahyunitisari, M. R., & Umiastuti, P. (2017). Deteksi Eschercia coli Pada Sayur Lalap di Sekitar Kampus A Universitas Airlangga. 9(1), 37–41. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/juxta.V9I12017.37-41
World Health Organization. (n.d.). Promoting Safe Food Handling. Retrieved August 20, 2020, from www.who.int website: https://www.who.int/activities/promoting-safe-food-handling
World Health Organization. (2020). Food Safety. Retrieved July 27, 2020, from www.who.int website: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-safety
Published
2021-05-09
How to Cite
Priandita, R. (2021). Proses Penyelenggaraan Makanan yang Berhubungan dengan Kejadian Foodborne Illness. Jurnal Keperawatan, 13(2), 385-394. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/keperawatan.v13i2.1076
Section
Articles