Brain Gym Berpengaruh terhadap Fungsi Kognitif untuk Mencegah Demensia pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

  • Fuji Rahmawati Universitas Sriwijaya
  • Herliawati Herliawati Universitas Sriwijaya
  • Firnaliza Rizona Universitas Sriwijaya
  • Dian Fransiska Universitas Sriwijaya
  • Halimil Umami Universitas Sriwijaya
  • Utami Melyana Sari Universitas Sriwijaya
Keywords: brain gym, demensia, diabetes mellitus tipe 2, fungsi kognitif

Abstract

Penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 berisiko terjadi demensia dua kali lipat lebih besar dibandingkan individu yang sehat. Salah satu tanda dan gejala yang dialami oleh orang dengan demensia adalah penurunan fungsi kognitif. Brain gym ialah suatu rangkaian latihan gerakan simpel yang bisa memberikan rangsangan ataupun stimulasi pada kedua belahan otak yang dikoordinasikan secara fisiologis melalui korpus kolosum, sehingga dapat menaikkan daya ingat serta fungsi kognitif yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brain gym terhadap fungsi kognitif pada penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif pre-eksperimen dan desain one group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 responden dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Alat ukur menggunakan kuesioner Mini Mental State Exam (MMSE) yang telah baku dan terbukti valid dan reliabel untuk mengukur fungsi kognitif. Data kemudian dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum dan setelah intervensi brain gym (p value =0.017),  sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh brain gym terhadap fungsi kognitif penderita DM Tipe 2.

References

Amtonis, I., & Fata, U. H. (2014). The Effect of Brain Gym to the Improvement of Cognitive Function. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 1(2), 087–092. https://doi.org/10.26699/jnk.v1i2.art.p087-092
Dementia Australia. (2017). Apa itu demensia? Dementia Australia, 1–4. https://www.dementia.org.au/sites/default/files/helpsheets/Helpsheet-AboutDementia01-WhatIsDementia_indonesian.pdf
Denisson, P. E., & Denisson, G. (2006). Buku Panduan Brain Gym. PT Gramedia Komputindo.
Festi, P. (2010). Pengaruh brain gym terhaap peningkatan fungsi kognitif lansia di Karang Werdha Peneleh Surabaya [Universitas Muhammadiyah Surabaya]. In Skripsi. http://fik.um-surabaya.ac.id/sites/default/files/jurnall/Pengaruh-Brain-Gym-terhadap-Peningkatan-Fungsi Kognitif-Lansia-Dikarang-Werdha-Peneleh-Surabaya.pdf
Gibney. M. J., Margetts, B. M., Kearney, J. M., & Arab, L. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. EGC.
International Diabetes Federation. (2019). IDF Diabetes Atlas Ninth edition 2019. In International Diabetes Federation. http://www.idf.org/about-diabetes/facts-figures
Kim, Y. G., Park, D. G., Moon, S. Y., Jeon, J. Y., Kim, H. J., Kim, D. J., Lee, K. W., & Han, S. J. (2020). Hypoglycemia and dementia risk in older patients with type 2 diabetes mellitus: A propensity-score matched analysis of a population-based cohort study. Diabetes and Metabolism Journal, 44(1), 125–133. https://doi.org/10.4093/dmj.2018.0260
Lisnaini. (2010). Manfaat Senam Vitalisasi Otak untuk meningkatkan fungsi Kognisi Pada Usia Dewasa Muda [Universitas Esa Unggul Jakarta]. https://digilib.esaunggul.ac.id/manfaat-senam-vitalisasi-otak-untuk-meningkatkan-fungsi-kognisi-pada-usia-dewasa-muda-1182.html
Ninomiya, T. (2014). Diabetes mellitus and dementia. Current Diabetes Reports, 14(5). https://doi.org/10.1007/s11892-014-0487-z
Nisa, K. M., & Lisiswanti, R. (2016). Faktor Risiko Demensia Alzheimer. Majority, 5(4), 86. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/890
Rahmawati, F., Setiawati, E. P., & Solehati, T. (2014). 2 =0,403). Pustaka Universitas Padjadjaran, 2. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/01/Artikel-Ilmiah1.pdf
Riyani, W., Sari, D. K., & Fatmawati, S. (2020). Penerapan Brain Gym Terhadap Tingkat Demensia Pada Lanjut Usia. Bima Nursing Journal, 2(1), 1–6.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth (8th ed.). EGC.
Soegondo, S. (2009). Panduan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Bagi Dokter dan Edukator Diabetes: Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Balai Pustaka FKUI.
Sularyo, T. S., & Handryastuti, S. (2016). Senam Otak. Sari Pediatri, 4(1), 36. https://doi.org/10.14238/sp4.1.2002.36-44
Surahmat, R., & Novitalia. (2017). Pengaruh terapi senam otak terhadap tingkat kognitif lansia yang mengalami demensia di panti sosial tresna werdha warga tama inderalaya. Kedokteran Sriwijaya, 49(4)(April 2016), 191–196.
Widianti, A. T., & Proverawati, A. (2010). Senam Kesehatan dilengkapi dengan gambar. Mutia Media.
Yu, J. H., Han, K., Park, S., Cho, H., Lee, D. Y., Kim, J. W., Seo, J. A., Kim, S. G., Baik, S. H., Park, Y. G., Choi, K. M., Kim, S. M., & Kim, N. H. (2020). Incidence and risk factors for dementia in type 2 diabetes mellitus: A nationwide population-based study in Korea. Diabetes and Metabolism Journal, 44(1), 113–124. https://doi.org/10.4093/dmj.2018.0216
Published
2021-05-09
How to Cite
Rahmawati, F., Herliawati, H., Rizona, F., Fransiska, D., Umami, H., & Sari, U. (2021). Brain Gym Berpengaruh terhadap Fungsi Kognitif untuk Mencegah Demensia pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan, 13(2), 403-410. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/keperawatan.v13i2.1051
Section
Articles