Deteksi Dini Resiko Stunting sebagai Upaya Pencegahan melalui Riwayat Pemberian ASI Ekslusif dan Berat Badan Lahir Rendah

  • Yuliana Suryati Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus
  • Yohana Hepelita Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus
  • Kornelia Romana Iwa Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus
  • Putriatri Krimasusini Senudin Program Studi Diploma Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus
Keywords: BBLR, riwayat ASI eksklusif, risiko stunting

Abstract

Stunting menunjukkan kondisi kurang gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak seperti gangguan perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, hingga metabolisme tubuh. Selain itu, dampak jangka panjang yang dapat terjadi mulai dari menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, dan risiko terserang penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara dini risiko stunting melalui riwayat pemberian ASI Eksklusif dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada balita sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 72 responden. Risiko stunting dideteksi melalui pengukuran panjang tubuh. Data yang dikumpulkan kemudian dilakukan analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ASI eksklusif dan berat badan lahir dapat memprediksi risiko stunting. Terdapat hubungan yang bermakna antara ASI Eksklusif dengan risiko stunting (p-value 0,00 <0,05). Ada hubungan yang bermakna antara BBLR dengan risiko stunting (p-value 0,004<0,005). Pemberian ASI yang tidak optimal, seperti IMD yang terlambat, pemberian ASI noneksklusif, dan penyapihan dini memiliki risiko lebih besar mengalami stunting dimana anak cenderung mengalami kekurangan nutrisi yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembangnya. Berat badan lahir rendah lebih rentan terhadap infeksi, kesulitan bernapas, kematian, penyakit infeksi, berat badan kurang dan stunting pada awal masa neonatal hingga masa kanak-kanak yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan dan tinggi badan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian ASI tidak eksklusif dan BBLR berpengaruh terhadap risiko stunting pada anak di bawah usia dua tahun.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. “Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013.” Laporan Nasional 2013, 1–384. https://doi.org/1 Desember 2013.
Budiastutik, Indah, and Sri Achadi Nugraheni. 2018. “Determinants of Stunting in Indonesia : A Review Article” 1 (2): 43–49. http://journal2.uad.ac.id/index.php/ijhr/article/view/753/pdf
Conceptual, W H O. 2013. “Childhood Stunting : Context , Causes and Consequences WHO Conceptual Framework” 9 (September).
Khan, Nuruzzaman, and M Mofizul Islam. 2017. “Effect of Exclusive Breastfeeding on Selected Adverse Health and Nutritional Outcomes : A Nationally Representative Study,” 1–7. https://doi.org/10.1186/s12889-017-4913-4.
Learned, Lessons, and From Systematic. 2015. “Underlying Contributors to Childhood Stunting : What Evidence Exists on Nutrition-Sensitive Risk Factors”. https://path.azureedge.net/media/documents/MNCHN_Stunting_Technical_Brief_FINAL.pdf
Leroy, Jef L, and Edward A Frongillo. 2019. “Perspective : What Does Stunting Really Mean ? A Critical Review of the Evidence,” 196–204. https://doi.org/10.1093/advances/nmy101
Lestari, Erika Fitria, and Luluk Khusnul Dwihestie. 2020. “ASI Eksklusif Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita” 10 (2): 1–8. http://journal.stikeskendal.ac.id
Manggala, Arya Krisna, Komang Wiswa, Mitra Kenwa, Made Me, Lina Kenwa, Anak Agung, Gede Dwinaldo, Putra Jaya, Anak Agung, and Sagung Sawitri. 2018. “Risk Factors of Stunting in Children Aged 24-59 Months” 58 (5): 205–12. DOI:https://doi.org/10.14238/pi58.5.2018.205-12
Nshimyiryo et al. 2019. “Risk Factors for Stunting among Children under Five Years : A Cross-Sectional Population-Based Study in Rwanda Using the 2015 Demographic and Health Survey,” 1–10. DOI: 10.1186/s12889-019-6504-z
Onis, Mercedes De, and Francesco Branca. 2016. “Review Article Childhood Stunting : A Global Perspective” 12: 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231.
Putu, Pande, Sri Sugiani, and Ni Nyoman Suarni. 2018. “Description of Nutritional Status and the Incidence of Stunting Children in Early Childhood Education Programs in Bali-Indonesia” 7 (3): 723–26. https://doi.org/10.15562/bmj.v7i3.1219.
Rahayu, Marti, Diah Kusumawati, Rina Marina, and Caroline Endah Wuryaningsih. 2019. “Low Birth Weight As the Predictors of Stunting in Children under Five Years in Teluknaga Sub District Province of Banten 2015” 2019: 284–93. https://doi.org/10.18502/kls.v4i10.3731.
Sjarif, Damayanti Rusli, Klara Yuliarti, and William Jayadi Iskandar. 2019. “Daily Consumption of Growing-up Milk Is Associated with Less Stunting among Indonesian Toddlers” 28 (1): 70–76. DOI: https://doi.org/10.13181/mji.v28i1.2607
Trujillo, Jennifer M., Wesley Nuffer, and Samuel L. Ellis. 2015. “GLP-1 Receptor Agonists: A Review of Head-to-Head Clinical Studies.” Therapeutic Advances in Endocrinology and Metabolism 6 (1): 19–28. https://doi.org/10.1177/2042018814559725.
Published
2021-07-16
How to Cite
Suryati, Y., Hepelita, Y., Iwa, K., & Senudin, P. (2021). Deteksi Dini Resiko Stunting sebagai Upaya Pencegahan melalui Riwayat Pemberian ASI Ekslusif dan Berat Badan Lahir Rendah. Jurnal Keperawatan, 13(3), 637-642. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/keperawatan.v13i3.1026
Section
Articles