Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Rumput Laut terhadap Propionibacterium Acnes dan Aspergillus Niger

  • Rosario Trijuliamos Manalu Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Teodhora Teodhora Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Elva Asrida Sipayung Institut Sains dan Teknologi Nasional
Keywords: antimikroba, aspergillus niger, propionibacterium acnes, rumput laut

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu jenis alga merah penghasil agar. Agar banyak digunakan sebagai makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, dan tekstil. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak etanol 96% rumput laut terhadap Propionibacterium acnes dan Aspergillus niger. Rumput laut diperoleh dari Pantai Ekas, Lombok Timur dan dimaserasi selama 48 jam dengan pelarut etanol 96%. Kemudian dilakukan uji aktivitas antimikroba dengan  metode difusi padat untuk mengukur diameter daya hambat dan  metode dilusi padat untuk menentukan  konsentrasi hambat minimum. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% rumput laut dapat menghambat bakteri propionibacterium acnes pada konsentrasi 25% sebesar 9,16 mm, 50% sebesar 10,32 mm, 75% sebesar 10,79 mm  dan 100%  sebesar 12,10 mm.  Pada Aspergillus niger menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% rumput laut tidak memiliki aktivitas antimikroba pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%.

References

Brooks, G. F., Butel, J. S., & Morse, S. A. (2008). Mikrobiologi Kedokteran, alih bahasa Huriawati Hartono. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Cushnie, T. T., & Lamb, A. J. (2005). Antimicrobial activity of flavonoids. International journal of antimicrobial agents, 26(5), 343-356.https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0924857905002554
Delattre, C., Michaud, P., Courtois, B., & Courtois, J. (2005). Oligosaccharides engineering from plants and algae: applications in biotechnology and therapeutics. Minerva Biotecnologica, 17(3), 107.
Fitria Helma. (2019). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun akar kaik-kaik terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Skripsi. Institut Sains dan Teknologi Nasional.
Prima, M. I. (2012). Uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol ganggang merah Gracilaria verrucosa terhadap beberapa bakteri patogen gram positif dan gram negatif.http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/26467
Madduluri, S., Rao, K. B., & Sitaram, B. (2013). In vitro evaluation of antibacterial activity of five indigenous plants extract against five bacterial pathogens of human. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 5(4), 679-684.
Nasmia, N., Natsir, S., & Rosyida, E. (2016). Potensi aktivitas dari ekstrak rumput laut Sargassum cinereum terhadap bakteri patogen ice pada Gracilaria verrucosa. Prosiding Semnas Hasil Penelitian. http://jurnal.unmas.ac.id/index.php/pros/article/view/407
Nazri, N. M., Ahmat, N., Adnan, A., Mohamad, S. S., & Ruzaina, S. S. (2011). In vitro antibacterial and radical scavenging activities of Malaysian table salad. African Journal of Biotechnology, 10(30), 5728-5735. https://www.ajol.info/index.php/ajb/article/view/94445
Hutasoit, S., Suada, I. K., & SUSRAMA, I. G. (2013). Uji aktivitas antijamur ekstrak beberapa jenis biota laut terhadap Aspergillus flavus LINK dan Penicillium sp. LINK. Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology). https://ocs.unud.ac.id/index.php/JAT/article/view/4576
Marselia, S., Wibowo, M. A., & Arreneuz, S. (2014). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Soma (Ploiarium Alternifolium Melch) Terhadap Propionibacterium acnes. Jurnal Kimia Khatulistiwa, 4(4). https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jkkmipa/article/view/11605
Hasanah, U. (2017). Mengenal aspergillosis, infeksi jamur genus aspergillus. Jurnal keluarga sehat sejahtera, 15(2), 76-86. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jkss/article/view/8777
Published
2020-11-30
How to Cite
Manalu, R., Teodhora, T., & Sipayung, E. (2020). Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Rumput Laut terhadap Propionibacterium Acnes dan Aspergillus Niger. Jurnal Farmasetis, 9(2), 101-106. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/farmasetis.v9i2.923
Section
Articles