UJI TOKSISITAS DAN AKTIVITAS ANTIMAKAN EKSTRAK RIMPANG TEMU HITAM (CURCUMA AERUGINOSA ROXB)
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai bahan obat dan sering digunakan oleh masyarakat di indonesia adalah temu hitam (Curcuma Aeruginosa Roxb.).Temu hitam merupakan tanaman yang dapat mengobati berbagai macam penyakit diantaranya adalah gangguan pernafasan dan gangguan pencernaan. Metode:Tujuan penelitian ini untuk mengeetahui toksisitas dan antimakan dari rimpang temu hitam. Penelitian ini diawali dengan mengekstrak serbuk rimpang temu hitam menggunakan tiga pelarut, yaitu n-heksana, kloroform, dan metanol. Uji fitokimia pada ekstrak kasar rimpang temu hitam menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Ekstrak metanol difraksinasi menggunakan kromatografi kolom, dengan fase diam silika gel dan fase gerak n-heksana-kloroform-metanol dengan metode step gradient (peningkatan kepolaran). Hasil: Hasil uji toksisitas ekstrak kasar rimpang temu hitam terhadap larva udang menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak n-heksana-kloroform-metanol berturut-turut sebesar 153.391 ppm, 132.770 ppm, 107.473 ppm, maka dapat dikatakan bahwa semua ekstrak rimpang temu hitam bersifat toksik karena dapat mematikan larva 50% pada konsentrasi kurang dari 1000 ppm. Hasil uji aktivitas antimakan ekstrak temu hitam terhadap larva C. pavonana menunjukkan bahwa ketiga ekstrak temu hitam pada konsentrasi 10 ppm dan 100 ppm tidak memiliki aktivitas antimakan.
Kata kunci : Curcuma Aeroginosa Roxb, Toksisitas, Antimakan.
ABSTRACT
Introduction: One of the plants potential as a drug ingredient and often used by people in Indonesia is temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.). The purpose of this study to determine the toxicity and antifeedant from the rhizome of temu hitam. Methods: Research was initiated with powdered rhizome extract of temu hitam using three solvents, namely n-hexane, chloroform, and methanol. Phytochemicals assay in the crude extract of rhizome of temu hitam showed flavonoids, saponins, tannins, and terpenoids. Methanol extract was fractionated using silica gel column chromatography and mobile phase n-hexane-chloroform-methanol step gradient method (increasing polarity). Results: The toxicity assay of n-hexane, chlorofrom and methanol extract on shrimp larvae showed values of LC50 about 153.39 ppm, 132.77 ppm, 107.47 ppm, respectively. Therefore it can be concluded that all rhizome extracts of temu hitam was toxic because it can kill the 50% of larvae at concentrations of less than 1000 ppm. Antifeedant activity of temu hitam extracts against C. pavonana showed that the three extracts of temu hitam at a concentration of 10 ppm and 100 ppm had no antifeedant activity.
Keywords: Curcuma aeroginosa Roxb., Toxicity, antifeedant.