Uji Aktivitas Antibakteri Air Alkali Terionisasi terhadap Bakteri Salmonella Typhi

  • Adriyan Suhada Universitas Nahdlatul Ulama NTB
  • Ade Sukma Hamdani Universitas Nahdlatul Ulama NTB
  • Dedent Eka Bimma Hariyanto Universitas Nahdlatul Ulama NTB
  • Ni Komang Wijiani Yanti Universitas Nahdlatul Ulama NTB
  • Novia Afrianti Universitas Nahdlatul Ulama NTB
  • Hardani Hardani Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Keywords: air alkali terionisasi, antibakteri, salmonella typhi

Abstract

Air alkali merupakan air yang memiliki kandungan anti oksidan  dan memiliki struktur yang kaya hydrogen aktif yang dapat menyembuhkan demam tipoid (tipes). Menurut Lebang (2015), Ph air alkali dipercaya dapat melawan radikal bebas dan dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Proses elektrolisis menyebabkan ion-ion mineral terkumpul lebih banyak dan membentuk hidrogen aktif yang dapat lebih aktif menyingkirkan radikal bebas dari dalam tubuh. Air Alkali terionisasi diambil langsung dari mesin kangen water leveluk SD 501 dengan menggunakan wadah (botol). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah air alkali memiliki aktivitas terhadap bakteri salmonella tyhpi, Uji perbandingan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cara sumuran. PH yang digunakan adalah 8,5, 9,0, 9,5, dan 11,5. Uji aktivitas dilakukan dengan cara menambahkan Air alkali terionisasi di lubang pada media yang telah diberi suspensi bakteri salmonella typhi, kemudian diinkubasi pada suhu 370 C selama 24 jam. Dari hasil pengujian diperoleh zona hambat ph 8,5 adalah 15mm, ph 9,0 adalah 13,6mm, ph 9,5 adalah 12,6mm, dan ph 11,5 dalah 15,6mm, data hasil uji antibakteri dianalisa statistika dengan menggunakan ANOVA (one away) yang menghasilkan sig. 0,012 lebih besar dari 0,05, artinya asumsi normalitas terpenuhi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Air alkali terionisasi mempunyai daya antibakteri terhadap salmonella typhi.

References

Badan Pengawasan Obat dan Makanan. (2007). Acuan Label Gizi Produk Pangan. Diakses dari https://www.pom.go.id
Buck, R. P., et al. (2002). Measurement of pH. Definition, Standards, And Procedures (IUPAC Recommendations 2002). Pure and applied chemistry 74.11: 2169-2200.
Departemen Kesehatan RI. (2009). Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta.
Evi, A. E. (2013). Analisis Multi drug Resistensi Terhadap Antibiotik Pada Salmonella Typhi Dengan Teknik Multiplex PCR’, 1.1 (2013), 51–60.
Gray JT, Fedorka-Cray PJ. (2012). Salmonella. Di dalam: Foodborne Diseases. Ed ke-2.Cliver, D.O. and Riemann, H. (Eds.). New York: Academic Press. pp. 55-68.
Hanes, D. (2003). Nontyphoid Salmonella. In Henegariu,O., Heerema, N. A., Dloughy, S. R.,
Henry M, & Chambron J. (2013). Physico-Chemical, Biological and Therapeutic Characteristics of Electrolyzed Reduced Alkaline Water (ERAW). Water. 5(4):2094–115.
Hidemitsu H. (2010). Benefits of alkaline, ionized water. Japan: Water Institute of Japan;.
Jawetz, M., Adelbreng, (2013). Mikrobiologi Kedoktern, Edisi 25, Salemba Medika, Jakarta.
Jorgensen, JH. etal. Jawetz, Melnick & Adelbeg’s. (2010). Medical Micro biology 25 th edition Chapter 15. New York: Mc Graw Hill Companies.
Khushboo P, Lipsa S, Priti Y, Divya P, Kaenat S, Shivani P, et al. (2014). Alkaline water : the disease fighting water.World Journal of Pharmaceutical Research. 3(3):3845-53
Koes Irianto., (2003). Mikrobiologi Medis (medical microbiology) Alfebeta, bandung.
Notoatmojo PDS. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Radji M., (2018). Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi Dan Kedokteran, EGC, Jakarta.
Siswanto, susila, suyanto, (2013). Metodologi Penelitian Kesehatan dan Kedokteran, Yogyakarta. Bursa Ilmu.
Sylvia T., (2008). Buku Mikrobiologi Farmasi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Erlanga.
Published
2020-12-29
How to Cite
Suhada, A., Hamdani, A., Hariyanto, D., Yanti, N., Afrianti, N., & Hardani, H. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Air Alkali Terionisasi terhadap Bakteri Salmonella Typhi. Jurnal Farmasetis, 9(2), 155-160. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/farmasetis.v9i2.1133
Section
Articles