Potensi Gel Kulit Pisang Barangan sebagai Bahan Alami Pemutih Gigi

  • Suciyati Sundu Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Luci Fitrianti Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Julia Dance Setyowati Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Bedjo Santoso Poltekkes Kemenkes Semarang
Keywords: ekstrak kulit pisang barangan,, pemutihan gigi, warna gigi

Abstract

Bahan yang biasa digunakan untuk bleaching adalah karbamid peroksida dan hidrogen peroksida. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemutihan gigi dengan bahan tersebut memiliki efek samping. Kulit pisang mengandung saponin yang dapat mengikat kromogen sehingga dapat memutihkan gigi. Tujuan penelitian adalah melakukan ekstraksi ekstrak kulit pisang barangan berbentuk gel yang diharapkan dapat memutihkan gigi. Jenis penelitian menggunakan eksperimental laboratories, dengan rancangan pre-post test group design. Sampel yang digunakan gigi sapi post-ekstraksi sebanyak 10 buah. Perubahan warna permukaan email gigi terjadi pada gigi yang telah didiskolorasi menggunakan kopi dan gel diaplikasikan ke gigi selama 1,5 dan 3 jam yang diukur menggunakan metode CIE L* a* b*. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa semua sampel mengalami perubahan warna antara sebelum dan sesudah pengolesan, dengan rerata 64.7080 dan 76.6590. Ada perbedaan rerata sebelum dan sesudah penggunaan gel antara 1,5 dan 3 jam p=0,006 dan p=0.017  p<0,05. Tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok 1,5 dan 3 jam sebesar p=0.451 p>0.005.

References

Aisyah Putri. (2020). Definisi Gel.
Amilda, Y. (2014). Eksplorasi tanaman pisang barangan (Musa acuminata) di Kabupaten Aceh Timur. Universitas Sumatera Utara.
Anita. (2017). Perubahan Warna Gigi Permanen Manusia Setelah Perendaman dalam Ekstrak Kulit Pisang Raja 100 % ( secara in-vitro). Universitas Sumatera Utara.
Departemen Keseharan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Farmakope Indonesia (IV, Vol. 1).
Farahanny, W. (2009). Efek Samping Office Bleaching dan Home Bleaching terhadap Gigi. Universitas Sumatera Utara.
Fenny. (2015). Perbedaan Kekerasan Permukaan Enamel Gigi pada Penggunaan Karbamid Peroksida16 % dengan Jus Buah Stroberi Fragaria x ananassa) sebagai Bahan Pemutih Gigi. Universitas Sumatera Utara.
Ganapragasan, G. (2017). Perubahan Warna Gigi Permanen Manusia Setelah Perendaman dalam Virgin Coconut Oil ( Minyak Kelapa). In Repositori Institusi USU. Universitas Sumatera Utara.
Hartanto, A., Rianti, D., & Meizarini, A. (2012). Aplikasi pasta stroberi sebagai material bleaching terhadap perubahan warna dan kekerasan permukaan enamel. Jurnal Material Kedokteran Gigi, 1(1), 7–14.
Hutauruk, F. E. (2018). Tingkat Warna dan Kekerasan Enamel Gigi dengan Aplikasi Fluorida Sebelum Bleaching [Universitas Sumatera Utara]. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/11788
Irmawati, H. (2005). Perawatan Pemutih Gigi Pada Anak. Ijd, 12(2), 85–88.
Irwandana, P. W., Kristanti, Y., & Daradjati, S. (2016). Perbedaan Perubahan Warna pada Bahan Restorasi Giomer dan Kompomer Pasca Aplikasi Bahan Bleaching Berbahan Dasar Hidrogen Peroksida 40 % Sebagai Bahan in Office Bleaching. J Ked Gi, 7(2), 145–150.
Lathifah, Z. I., Gigi, F. K., Semarang, U. M., Windu, D., Arti, K., Gigi, F. K., Semarang, U. M., Aprillia, Z., Gigi, F. K., & Semarang, U. M. (n.d.). Efektivitas Asam Askorbat Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill ) terhadap Perubahan Warna Gigi berdasarkan Perbedaan Lama Perendaman. 1–2.
Li, X., Wang, J., Joiner, A., & Chang, J. (2014). The remineralisation of enamel : a review of the literature. 1.
Meizarini, A., & Rianti, D. (2005). Bahan pemutih gigi dengan sertifikat ADA/ISO. Majalah Kedokteran Gigi (Dental Journal), 38, 73–76.
Nikhla, S., Nuraeni, A., & Ulfatunnisa, F. (2018). Potensi hasil produk bleagiberry (bleaching gigi ekstrak buah strawberry). Jurnal Manajemen Dan Bisnis Media Ekonomi, 18(2)(2), 144–152. https://doi.org/10.30595/medek.v18i2.3056
Pratiwi, S. A. (2009). Pengaruh Pemberian Jus Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) terhadap Perubahan Warna Gigi pada Proses Pemutihan Gigi secara In-vitro. Universitas Diponegoro.
Sari, K. (2015). Uji Aktivitas Antifungal Ekstrak Kulit Pisang Barangan (Musa paradisiaca L.) terhadap Candida Albicans. Universitas Syiah Kuala.
Septiana Prihartanti. (2015). Kadar Fosfat Gigi setelah Aplikasi Ekstrak Kulit Pisang Kepok Kuning 80% (Musa paradisiaca L. Kepok) sebagai Bahan Alami Pemutih Gigi Kajian in vitro [Universitas Gadjah Mada]. http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=86339&obyek_id=4
Setiawan Dalimartha. (2003). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3 (1st ed.). Jakarta Pustaka Pembangunan.
Sitanaya, R. I. (2016). Exodontia Dasar-dasar Ilmu Pencabutan Gigi. Deepublish.
Suatan, R. A. (2020). Apakah yang dimaksud dengan Ekstrak. https://www.scribd.com/doc/92338101/Apakah-Yang-Dimaksud-Dengan- Ekstrak
Zuhrina. (2011). Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca) terhadap Daya Terima Kue Donat. Universitas Sumatera Utara.
Published
2020-11-28
How to Cite
Sundu, S., Fitrianti, L., Setyowati, J., & Santoso, B. (2020). Potensi Gel Kulit Pisang Barangan sebagai Bahan Alami Pemutih Gigi. Jurnal Farmasetis, 9(2), 167-172. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/farmasetis.v9i2.1052
Section
Articles