Upaya Pencegahan Stunting dengan Edukasi Pemberian Makanan Pendamping

  • Dwi Rahayu Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
  • Sucipto Sucipto Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
  • erna susilowati Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
  • Puguh Santoso Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
  • Heny Kristanto Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Keywords: ASI, edukasi, makanan, pendampingan, stunting

Abstract

Kondisi stunting dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang anak. Kondisi Stunting ini disebabkan karena ketidakmampuan masyarakat terutama Ibu dalam menyediakan Makanan yang sehat Bagi Tumbuh Kembang Anak Permasalahan  yang terdapat di Desa Banjar Anyar ini terdapatnya jumlah kasus Balita yang mengalami Stunting yaitu sebesar 58 Balita dari total 431 Balita.  Selain adanya kasus Stunting ini, ada kebiasan masyarakat yang masih sering memberikan MP-ASI dini serta kebiasaan masyarakat yang masih sering menggunakan MP-ASI instan.  Program Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan pada masyarakat tentang Pembuatan MP-ASI untuk bayi balita usia 6-24 bulan. Metode yang diberikan adalah edukasi tentang Pembuatan MP-ASI (bayi dan balita usia 6-24 bulan) sesuai dengan kebutuhan gizi bayi dengan Pedoman Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di balai Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk pada hari Sabtu, tanggal 10 Oktober 2020. Kegiatan ini di ikuti oleh 35 peserta. Pada kegiatan didapatkan peserta sangat antusias menyimak materi yang diberikan dan peserta aktif bertanya. Hasil yang didapatkan setelah program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pemberian makanan pendamping ASI.

References

Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita ( 0-59 Bulan ) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Litbangkes, 8(4), 247–256.
Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan ( The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas ). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 165–170.
DepartemenKesehatan RI, 2001, Buku Panduan Manajemen Laktasi, Dit. Gizi Masyarakat- Depkes RI, Jakarta.
DepartemenKesehatan RI, 2004a, Kepmenkes RI No. 450/MENKES/IV/2004 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara Eksklusif pada Bayi Indonesia, DepartemenKesehatan RI, Jakarta.DepartemenKesehatan RI, 2004b, Kebijakan Departemen Kesehatan tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Pekerja Wanita, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
DepartemenKesehatan RI, 2005, Manajemen Laktasi: Buku Panduan bagi Bidan dan Petugas Kesehatan di Puskesmas, Dit. Gizi Masyarakat- Depkes RI, Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Modul Pelatihan Konseling: Pemberian Makan Bayi dan Anak.
Lestari, M. U., Lubis, G., & Pertiwi, D. (2014). Artikel Penelitian Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi ( MP-ASI ) dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun di Kota Padang Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2), 188–190.
Probowati, R., Retno, S., & Mumpuni, M. S. (2015). Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Stikes Pemkab Jombang, 1(2), 1–2.
Setiawan, E., & Machmud, R. (2018). Artikel Penelitian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275–284.
UNICEF. 2014. Paket Konseling: Pemberian Makan Bayi dan Anak
Published
2021-02-05
Section
Articles