Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM <p>Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal &nbsp;(JIPJISK) merupakan bagian&nbsp; integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK&nbsp; diterbitkan pertama &nbsp;kali dengan &nbsp;ISSN versi cetak pada Volume 1 No 1 Oktober 2011 &nbsp;dan &nbsp;ISSN versi online pada Volume &nbsp;7 No 1 April 2017.&nbsp; JIPJISK &nbsp;terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Artikel akan ditelaah secara peer review oleh mitra bestari dari berbagai institusi.&nbsp;</p> LPPM STIKES KENDAL en-US Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal 2089-0834 Perilaku Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi terhadap Bentuk Pencegahan Infeksi Nosokomial http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1530 <p>Rumah sakit sebagai salah satu tempat yang paling tinggi dalam penularan infeksi nosokomial, banyak <em>pathogen</em> dalamnya. Jenis infeksi nosokomial didapat dari seseorang yang telah dirawat di rumah sakit. Menganalisis prilaku mahasiswa program profesi dokter gigi terhadap pencegahan infeksi nosokomial pasien rawat jalan di RSGM Unimus. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian <em>cross sectional</em><strong>. </strong>Populasi dalam penelitian ini 116 mahasiswa program profesi dokter gigi angkatan ke-I sampai ke-III yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dengan <em>Stratified Random Sampling</em>, menggunakan rumus slovin diperolah 54 responden meliputi angkatan ke-I 19 orang, angkatan ke-II 15 orang dan angkatan ke-III 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya;1. Tahap perizinan penelitian telah melakukan uji kelayakan etik dari Komite Etik, 2. Tahap persiapan pada tahapan ini peneliti memilih subjek penelitian sesuai dengan kriteria. Peneliti menjelaskan mekanisme alur penelitian kepada setiap subjek penelitian, 3. Tahap pengumpulan data kuesioner dibagikan kepada subjek penelitian, kemudian peneliti menyebarkan form persetujuan kepada subjek peneliti, jika kuesioner dan form persetujuan sudah diisi, maka peneliti mengecek data tersebut. Apabila sudah dilakukan pengecekan subjek penelitian dinyatakan selesai mengikuti penelitian. Hasil penelitian pada perilaku pencegahan infeksi nosokomial mengenai standar pencegahan digunakan untuk melindungis pasien dan petugas kesehatan didapatkan data sebesar 89%.</p> Dwi Windu Kinanti Luluk Hanifa Zahraniarachma Luluk Hanifa Zahraniarachma ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 697 704 10.32583/pskm.v11i4.1530 Strategi Penanganan Asuhan Keperawatan terkait Endoftalmitis: A Literature Review http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1663 <p>Endophtalmitis merupakan salah satu komplikasi kedaruratan mata yang dapat mengakibatkan kebutaan dengan insidensi 0,04 – 4 % dari seluruh tindakan operasi mata pada tahun 2020. Tujuan literatur ini untuk mengidentifikasi penanganan asuhan keperawatan pada pasien dengan endophtalmitis. Penelaahan artikel dilakukan melalui beberapa data base elektronik meliputi Google Scholar, Springer, Pubmed dan Wiley dengan kata kunci “endophtalmitis management”, “<em>infectious endophthalmitis</em>”, “<em>nursing care guide</em>” Kriteria inklusi meliputi artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015 dan 2021, teks lengkap dan bahasa inggris. Pencarian literatur ditemukan 140 artikel, selanjutnya 130 artikel dikeluarkan sesuai kriteria ekslusi, sehingga hanya 13 artikel yang diidentifikasi. Hasil dari penelaahan literatur menunjukan bahwa terdapat strategi penanganan &nbsp;dalam pemberian asuhan keperawatan mulai dari fase pre operasi, intra operasi, post operasi, serta lingkungan. Selain itu, nyeri akut dan gangguan persepsi sensori dapat menjadi diagnosa keperawatan utama dalam asuhan keperawatan endophthalmitis. Beberapa artikel ini memaparkan bahwa dalam setiap prosedur operasi bedah mata, komplikasi seperti endophthalmitis mungkin terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan mata yang signifikan. Kesimpulan dari artikel ini adalah semakin baik kerja sama semua staf dan pemangku kepentingan mulai dari fase pre operasi, intra operasi, post operasi dan lingkungan dapat mencegah kondisi terjadinya endophthalmitis.</p> Dewanti Widya Astari Selvia Rahayu ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 705 718 10.32583/pskm.v11i4.1663 Diabetes Mellitus sebagai Faktor Risiko Sindrom Gawat Pernapasan Akut pada Penderita Covid-19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1569 <p>Sejak pertama kali teridentifikasi dan dinyatakan sebagai pandemi global, jumlah kasus positif dan kematian akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19) terus mengalami peningkatan. Peningkatan secara signifikan juga terjadi pada prevalensi global penyakit tidak menular, termasuk diabetes mellitus. Keberadaan diabetes mellitus sebagai penyakit penyerta merupakan tantangan bagi upaya penanggulangan pandemi COVID-19 karena mampu meningkatkan risiko keparahan, salah satunya kejadian sindrom gawat pernapasan akut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai keberadaan diabetes mellitus sebagai faktor risiko terhadap sindrom gawat pernapasan akut pada penderita COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan sistematis yang dilakukan terhadap 9 studi observasional yang dipublikasikan mulai dari bulan Januari 2020 hingga Juni 2021. Penelusuran dilakukan pada 3 (tiga) database jurnal berbasis web, yakni Google Scholar, PubMed, dan Scopus dengan kata kunci (“diabetes”) AND (“risk factor”) AND (“acute respiratory distress syndrome” OR “ADRS”) AND (“COVID-19”). Dari kesembilan artikel terpilih, terdapat 10.974 sampel yang terlibat dalam meta-analisis. Variasi antarpenelitian bersifat heterogen sehingga digunakan random effect model yang menghasilkan pooled odds ratio sebesar 2,22 (95% CI 1,48–3,32) dengan p=0,0001. Hal ini berarti penderita COVID-19 dengan komorbid diabetes mellitus memiliki risiko 2,22 kali lebih tinggi untuk mengalami sindrom gawat pernapasan akut daripada penderita COVID-19 tanpa komorbid diabetes mellitus.</p> Evi Lioni ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 719 726 10.32583/pskm.v11i4.1569 Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat di Era Covid – 19: A Literature Review http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1587 <p>Pelayanan kesehatan mengalami perubahan selama masa pandemi mulai dari proses pelayanan, tindakan, cara berinteraksi dan cara berkomunikasi. Komunikasi terapeutik menajdi bagian penting dalam pemberian asuhan keperawatan. Perubahan tersebut tentunya menuntut tenaga kesehatan, terkhusus perawat untuk cepat tanggap dalam berkomunikasi dengan pasien guna mengoptimalkan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini menelaah strategi guna mengoptimalkan pelaksanaan komunikasi di masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan <em>literature review</em> dengan menganalisis beberapa artikel yang relevan untuk menghasilkan kesimpulan atau gagasan baru. Database online melalui <em>google scholar</em> dan <em>proquest</em> dengan kata kunc : covid-19, komunikasi, komunikasi terapeutik, perawat dan rumah sakit. Proses dilakukan dari identifikasi, penyaringan dan kelayakan. Hasil pencarian didapatkan 6 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Ditemukan keterbatasan interaksi perawat, pasien dan keluarga mengakibatkan komunikasi kurang optimal. Hal ini disebabkan karena prinsip isolasi,kekuatiran ditularkan maupun menularkan, proses penularan virus sarcov -19 yang cepat dan APD yang digunakan oleh tenaga kesehatan. Hal yang dapat dilakukan dengan penggunaan virtual komunikasi antar tenaga kesehatan, pasien dan kelurga agar dukungan emosiaonal yang berpengaruh pada proses penyembuhan pasien dan mengurangi kelelahan perawat juga teratasi.</p> Veronika Fernanda Dua Hiko Mey Lona Verawaty Zendrato ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 729 738 10.32583/pskm.v11i4.1587 Perasaan Kesepian Berhubungan dengan Depresi, Kecemasan dan Stres pada Siswa SMA http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1586 <p>Kesehatan mental merupakan komponen penting dalam mencapai status sehat. Salah satu penyebab gangguan kesehatan mental adalah kesepian. Remaja merupakan kelompok usia dengan risiko tertinggi menderita gangguan kesehatan mental serta merasakan kesepian. Gangguan kesehatan mental yang muncul pada usia remaja akan berpengaruh pada kualitas serta kesejahteraan remaja tersebut bahkan hingga dewasa. Penelitian mengenai kesehatan mental remaja penting untuk dilakukan guna mencegah gangguan kesehatan mental pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kesepian dengan depresi, kecemasan dan stres pada siswa SMA Negeri 16 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian <em>cross sectional</em>. Sampel pada penelitian ini sebanyak 330 siswa yang dipilih menggunakan metode <em>systematic random sampling</em>. Pengambilan data dilakukan dengan mengajukan kuesioner online kepada sampel penelitian. Uji korelasi data menggunakan Uji Spearman dengan α = 0,05. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa perasaan kesepian dan gangguan kesehatan mental lebih banyak diderita oleh siswa perempuan. Hasil uji korelasi menyatakan bahwa perasaan kesepian memiliki hubungan yang positif dengan depresi (p=0,000), kecemasan (p=0,000) dan stres (p=0,000) pada siswa. Seiring dengan peningkatan intensitas kesepian pada siswa maka tingkat gangguan kesehatan mental pada siswa juga meningkat, begitu pula sebaliknya.</p> Lukis Gatra Siwi Mochammad Bagus Qomaruddin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 739 746 10.32583/pskm.v11i4.1586 Pengalaman Post Traumatic Stres Disorder pada Anak Korban Kekerasan http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1564 <p>Kekerasan terhadap anak dapat menimbulkan berbagai dampak. Salah satu dampak yang terjadi apabila traumatic kekerasan tersebut tidak ditangani dengan baik adalah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD merupakan suatu sindrom yang dialami oleh seseorang yang mengalami kejadian traumatic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman traumatik anak korban kekerasan dengan. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan adalah anak berusia 11-17 tahun yang mengalami PTSD didapatkan dengan cara purposive sampling sebanyak 10 orang. Metode pengumpulan data adalah indepth interview, dengan tipe pertanyaan semi terstuktur. Hasil wawancara dalam bentuk transkrip dianalisa dengan menggunakan teknik Collaizi. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema&nbsp; yaitu; Respon-respon yang ditimbulkan anak korban kekerasan dengan PTSD, &nbsp;Upaya dan Kemampuan yang dilakukan anak korban kekerasan untuk mengatasi PTSD, Sumber pendukung terhadap anak korban kekerasan dalam menghadapi PTSD, Perubahan perilaku anak korban kekerasan setelah mengalami PTSD, Harapan anak korban kekerasan terhadap perkembangan sosial setelah mengalami PTSD. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan oleh praktisi keperawatan baik di area&nbsp; praktik maupun area pendidikan untuk mengembangkan cara penanganan&nbsp; PTSD. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat memahami konsep PTSD pada anak korban kekerasan sehingga mampu memberikan intervensi keperawatan yang tepat baik untuk pasien maupun untuk keluarganya.</p> Alita Devi Yulastri Arif Dewi Eka Putri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 747 756 10.32583/pskm.v11i4.1564 Dinamika Pemenuhan Gizi Masyarakat Miskin di Tengah Pandemi Covid-19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1447 <p>Adanya Pandemi Covid-19 membuat negara Indonesia menetapkan beberapa kebijakan sebagai langkah penanggulangan seperti social distancing maupun PSBB. Akan tetapi, kebijakan tersebut hanyalah suatu sarana, namun yang terpenting adalah kebutuhan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Namun, makanan yang bergizi cukup dan seimbang selalu dikaitkan dengan biaya yang mahal, dan hanya mampu dipenuhi oleh masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi yang baik. Jika masyarakat berada dalam kategori ekonomi lemah atau miskin, cenderung akan sulit untuk memenuhinya. Oleh karena itu, pemenuhan gizi menjadi sebuah urgensi dikala mengahadapi masa pandemi global seperti saat ini. Namun, adanya masalah ekonomi tentu akan memberikan dinamika yang beragam dalam pemenuhan gizi masyarakat. Artikel ini membahas dinamika pemenuhan gizi masyarakat miskin di tengah pandemi covid-19. Pada artikel ini diulas bagaimana kondisi ekonomi masyarakat Indonesia ditengah pandemi Covid-19 baik dari masyarakat kota dan desa, selain itu juga bagaimana kemampuan pemenuhan gizi masyarakat serta alternatif langkah pemenuhannya. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data sekunder. (1) Adanya resesi dan krisis ekonomi di Indonesia mendorong terjadinya peningkatan prosentase tingkat kemiskinan; (2) Masyarakat Indonesia masih belum mencukupi anjuran yang ditentukan, meskipun total Angka Kecukupan Energi (AKE) telah sesuai dengan yang diharapkan; (3) Nilai PPH masyarakat desa cenderung lebih rendah dari pada masyarakat kota, padahal prosentase peningkatan tingkat kemiskinan masyarakat kota jauh lebih tinggi dari masyarakat pedesaan; dan (4) Alternatif makanan yang dapat digunakan untuk memenuhi gizi yang seimbang bisa didapatkan masyarakat dengan mudah dan tidak harus mahal.</p> Paramananda Nur Susanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 757 770 10.32583/pskm.v11i4.1447 Pengaturan Keselamatan Penumpang dan Awak Kapal Sesuai Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid 19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1596 <p>Pandemi COVID 19 merubah pola tatanan kehidupan dan juga memengaruhi ketatnya pengamanan kesehatan, termasuk di pelabuhan juga kapal. Perlindungan tersebut dikhususnya untuk petugas dan juga pengguna kapal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaturan keselamatan penumpang dan awak kapal sesuai protokol kesehatan di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi atau studi pustaka. Untuk melakukan studi dokumentasi, dokumentasi merupakan tempat yang tepat untuk memperoleh bahan dan informasi yang relevan untuk dikumpulkan, dibaca dan dipelajari, dan digunakan. Praktik jarak sosial mengurangi kontak antara orang yang terinfeksi dan tidak terinfeksi. Langkah-langkah pencegahan yang mengurangi risiko kesehatan masyarakat selama krisis khusus ini oleh semua pemangku kepentingan yang menyediakan layanan di pelabuhan. Orang yang mendampingi harus mengakses terminal pelabuhan hanya dalam keadaan khusus misalnya saat menemani atau menjemput penumpang yang membutuhkan bantuan, seperti orang dengan mobilitas terbatas. Ini dapat dicapai melalui komunikasi risiko dan kegiatan promosi keselamatan kesehatan seperti yang dijelaskan di bawah ini. Menerapkan jarak fisik dan tindakan kebersihan yang ditingkatkan untuk penumpang, anggota awak dan staf, serta pembersihan fasilitas yang ditingkatkan.</p> Charir Taufiqurrizkianto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 771 780 10.32583/pskm.v11i4.1596 Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja pada Driver http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1591 <p>Setiap pekerjaan memiliki potensi bahaya yang tersendiri salah satunya akan berdampak terhadap kejadian kecelakaan akibat kerja. Secara umum kecelakaan&nbsp; akibat kerja disebabkan oleh 2 yaitu unsafe action dan unsafe condition. PT. Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) merupakan suatu perusaahaan yang operasinya tidak terlepas dari seorang driver. Penerapan Safety driving merupakan salah satu program yang dibuat oleh perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan namun tahun 2020 masih ditemukan kecelakaan akibat kerja pada driver. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa lebih lanjut mengenai apa saja faktor penyebab terjadinya kecelakaan akibat kerja pada driver di PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dengan&nbsp; menggunakan data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan observasi serta data sekunder yang berasal dari hasil laporan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab kecelakaan akibat kerja pada driver pada tahun 2020 disebabkan oleh unsafe action dengan faktor pendukung lain dari kondisi lapangan yang kurang jelas seperti marka yang pudar serta faktor individu yaitu kurangnya pengetahuan.</p> Fitri Yatulaini Noeroel Widajati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 781 786 10.32583/pskm.v11i4.1591 Kajian Lima Sarana Aksi Ottawa Charter pada Pelaksanaan Pelayanan IDL selama Pandemi Covid-19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1568 <p>Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada penurunan cakupan imunisasi. Cakupan IDL di Kabupaten Madiun pada Oktober 2020 adalah 78,08% sehingga belum memenuhi target yaitu 93%. Puskesmas dengan cakupan terendah kedua adalah Puskesmas Wungu yaitu 50,92%. Faktor penyebab penurunan cakupan IDL tersebut berkaitan erat dengan lima sarana aksi Ottawa Charter yang merupakan salah satu strategi promosi kesehatan. Karenanya, penelitian ini bermaksud untuk mengkaji lima sarana aksi Ottawa Charter dalam pelaksanaan pelayanan IDL di Puskesmas Wungu selama pandemi COVID-19. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada stakeholder terkait dalam mempercepat perbaikan cakupan IDL di Puskesmas Wungu selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode obsevasi; studi dokumen; dan wawancara mendalam dengan melibatkan 19 informan yaitu 2 programmer imunsasi, 4 bidan desa, 5 ibu atau pengantar bayi, 6 kader, dan 2 tenaga kesehatan lain di Puskesmas Wungu. Analisis data dilakukan dengan 5 tahap yaitu reduksi data; display data; analisis; kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan IDL di wilayah kerja Puskesmas Wungu telah memenuhi lima sarana aksi Ottawa Charter. Namun terdapat beberapa hal yang dapat menghambat kesuksesan pelayan IDL yaitu adanya kasus COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas; dan kurangnya tenaga kesehatan untuk memantau penerapan protokol kesehatan di lokasi pelayanan IDL.</p> Galuh Mega Kurnia ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 787 798 10.32583/pskm.v11i4.1568 Personal Hygiene, Paritas dan Informasi Kesehatan terhadap Kejadian Penyakit Menular Seksual pada Ibu Rumah Tangga http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1602 <p>Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu determinan permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi di banyak Negara. Akibat permasalahan IMS cukup signifikan, seperti infertilitas dikarenakan gonore, peningkatan angka kelahiran mati, bayi lahir cacat akibat sifilis serta infeksi <em>human papillomavirus</em> yang menyebabkan kanker mulut rahim serta penyebab kematian yang tinggi. Kondisi ini memprihatinkan sebab Ibu Rumah Tangga bukan termasuk dalam populasi kunci kasus HIV/AIDS padahal kasus yang terjadi pada Ibu Rumah Tangga setiap tahunnya terus meningkat. Maka penting untuk dilaksanakan suatu penelitian terkait faktor determinan kejadia penyakit infeksi menular seksual pada ibu rumah tangga. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan Personal Hygiene,&nbsp; Paritas dan Informasi Kesehatan penyakit infeksi menular seksual pada ibu rumah tangga di wilayah Puskesmas Kalumata tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain <em>studi cross sectional.</em> Lokasi penelitian di klinik IMS “Sakura” Puskesmas Kalumata. Sampel pada penelitian ini berjumlah 99 ibu rumah tangga yang memiliki gejala IMS dan datang memeriksakan diri di klinik “Sakura” Puskesmas Kalumata. Data diperoleh langsung dari responden dengan melakukan wawancara dan pemeriksaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai personal hygene (p Value=0,487), paritas (p Value= 0,903) artinya, kedua factor tersebut tidak berhubungan&nbsp; terhadap penyakit menular seksual, hanya informasi kesehatan yang&nbsp; merupakan variabel yang berhubungan dengan penyakit menular seksual (p Value=0,017).</p> Itma Annah Acce BASRI ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-18 2021-09-18 11 4 799 806 10.32583/pskm.v11i4.1602 Intervensi Hand Exercise dengan Penggunaan Bola Tangan dalam Mengurangi Carpal Tunnel Syndrom pada Ibu Hamil http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1653 <p>Carpal tunnel syndrome sering terjadi kepada wanita sebanyak&nbsp; 2,7% dan ibu hamil sebesar 3,4 %. Kondisi CTS pada kehamilan meningkatkan kejadian morbiditas dikarenakan ketidaknyamanan pada kehamilan yang dapat menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rata-rata nyeri CTS sebelum dan sesudah latihan tangan dengan menggunakan bola tangan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah ibu hamil trimester II dan III dengan teknik purposive samping didapatkan responden sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk pemeriksaan CTS dengan tes phalen dan tes tinnel serta kuesioner Boston Carpal Tunner Syndrome. Intervensi dilakukan dengan pijatan tangan membuat genggaman selama 10 detik, kemudian di ulang hingga 5 kali selama 3 kali dalam seminggu. Hasil intervensi menunjukkan bahwa terjadi penurunan CTS pada ibu hamil sebesar 5,7 dengan nilai mean sebelum pemijatan 17,9 dan setelah pemijatan 12,2. Hal tersebut menunjukan bahwa hand Exercise dengan penggunaan bola tangan efektif dalam menurunkan nyeri CTS pada ibu hamil.</p> Meda Yuliani Richa Noprianty Sri Lestari Kartikawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-21 2021-09-21 11 4 807 812 10.32583/pskm.v11i4.1653 Faktor - faktor yang Berhubungan dengan Praktik Higiene Sanitasi Pekerja Warung Makan http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1677 <p>Perdagangan makanan jalanan memecahkan masalah sosial dan ekonomi utama di negara berkembang melalui makanan siap saji yang relatif murah. Namun, karena sifat informal dari perusahaan, kegiatan para praktisi tidak sepenuhnya diawasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku penjamah makanan akibat praktik personal hygiene mereka. Perkiraan populasi terjangkau adalah 30 orang. Pemilihan sampel dengan teknik <em>Purposive Sampling</em> Pengukuran suhu tempat kerja menunjukkan bahwa area produksi masih di bawah Nilai Ambang Livit (TLV) Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No 5/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan tentang sanitasi makanan dan masalah K3 termasuk dalam kategori baik. Hasil dari responden Sikap menunjukkan 12 peserta (40%) memiliki praktik kebersihan makanan yang baik, dan 11 (36,60%) sedang. Kami menemukan 6,66% sampel swab mengandung S aureus. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan praktek (p0,32)t diharapkan pihak berwenang setempat harus melakukan pengarahan keselamatan terkait penanganan makanan yang aman dan kesehatan kerja juga.</p> Suroto Suroto Daru Lestantyo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-21 2021-09-21 11 4 813 818 10.32583/pskm.v11i4.1677 Karakteristik dan Pengetahuan Seks Pranikah pada Remaja http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1463 <p>Seks pranikah pada remaja sudah sampai pada tingkat yang menghkawatirkan di kota-kota besar di Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku seks pranikah yaitu faktor pengetahuan, dukungan sosial dan keluarga, religiusitas, teknologi dan nilai budaya. Seks pranikah terjadi pada berbagai suku, agama dan kebudayaan. Minang merupakan suku yang berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Atau adat yang didasarkan /ditopang oleh syariat agama islam Agama islam dalam kitabnya mengharamkan kegiatan zina. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMA N Kota Bukittingi. Metode: metode penelitian menggunakan metode cross sectional dan sampel pada penelitian ini 147 remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data diuji dengan Chi-Square (α&lt;0,05). Hasil uji univariat karakteristik remaja sebagian besar remaja berumur 16 tahun 49.0 % dan 17 tahun (27.9%), jenis kelamin responden adalah perempuan (58.5%), umur pertama memiliki pacar pada umur 14 tahun (29.9%), pengetahuan responden baik (63.3%), perilaku responden yang tidak menyimpang (53.74%). Hasil uji statistic analisis&nbsp; pengetahuan yang baik berperilaku tidak menyimpang sebanyak 40.1%. Hasil uji statistic diperoleh nilai p=.464 maka, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di ranah minang.</p> Mike Ayu Wulandari Rizanda Machmud Agus Sri Banowo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-21 2021-09-21 11 4 819 826 10.32583/pskm.v11i4.1463 Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kunjungan Posbindu Penyakit Tidak Menular http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1310 <p>Posbindu PTM merupakan wujud ikut serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular yang dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik dengan sasaran&nbsp; usia 15-59 tahun. Posbindu Desa Purwomartani memiliki tingkat kunjungan terendah dari 16 Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular dapat menyebabkan meningkatnya kasus penyakit tidak menular. Tujuan untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kunjungan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional. </em>Teknik pengambil sampel dengan metode<em> simple random sampling </em>didapatkan sampel sebanyak 48 responden<em>. </em>Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas menggunakan person product moment didapatkan data valid dengan r hitung &gt; r tabel (0,456). Uji reliabilitas menggunakan alpha Cronbach menunjukkan hasil reliable dengan nilai α= 0,927. Hasil analisis uji <em>chi-square </em>menunjukkan ada hubungan antara umur dengan tingkat kunjungan posbindu (<em>p</em>=0,004), tidak ada hubungan antara pendidikan dengan tingkat kunjungan posbindu (<em>p</em>=0,157), ada hubungan antara pekerjaan dengan tingkat kunjungan posbindu (<em>p</em>=0,004), dan tidak ada hubungan peran kader dengan tingkat kunjungan posbindu (<em>p</em>=1,000).</p> Indah Ratnaningsih Prastiwi Putri Basuki Siti Uswatun Chasanah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 827 834 10.32583/pskm.v11i4.1310 Gambaran Strategi Koping Stres pada Guru SMP Negeri di Masa Pandemi COVID-19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1605 <p>Pandemi COVID-19 berdampak pada pendidikan ialah stres yang dirasakan guru, maka dari itu perlu adanya strategi coping stres. Dalam pemilihan strategi coping stres berdasarkan kemampuan pada setiap individu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran strategi coping stres pada Guru SMP Negeri Surabaya di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Guru SMP Negeri di Kota Surabaya yang berjumlah 2.553 guru dengan jumlah sampel 107 guru melalui proportional sampling. &nbsp;Pengambilan data melalui penyebaran kuesioner online dan analisis data menggunakan uji crosstabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan responden lebih banyak ialah guru berjenis kelamin perempuan sebanyak (66,4%), dan pada kelompok usia lansia (46-65 tahun) sebanyak 55 guru (51,4%), memiliki masa kerja &gt; 10 tahun sebanyak 67 guru (62,6%). Strategi coping stres yang lebih banyak digunakan oleh Guru SMP Negeri di Surabaya ialah emotion-focused coping sebanyak 66 guru (61,7%), kemudian problem-focused coping sebanyak 39 Guru (36,4%), dan guru yang menggunakan emotion-focused coping dan problem-focused coping secara bersamaan sebanyak 2 responden (1,9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar guru cenderung menggunakan emotion-focused coping strategi accepting responsibility yang berusaha untuk mengontrol emosi terhadap stres yang dirasakan dengan penuh tanggung jawab serta berusaha untuk menyesuaikan dengan situasi dan sebagaimana mestinya.</p> Karima Maharotus Zahro Hario Megatsari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 835 846 10.32583/pskm.v11i4.1605 Olahraga Berhubungan dengan Kejadian Depresi pada Guru selama Work From Home http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1619 <p>Prevalensi depresi pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kebijakan Work From Home (WFH). Guru adalah salah satu yang terdampak adanya WFH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara intensitas olahraga dengan kejadian depresi selama <em>Work From Home</em> pada guru di JABODETABEK. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi <em>cross sectional</em>. Pengumpulan sampel dilakukan dengan <em>probability sampling </em>secara <em>online </em>dengan menyebarkan <em>link</em> kuesioner kepada 100 responden. Hasil penelitian diperoleh <em>p-value </em>0,000 yang artinya olahraga memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian depresi pada guru yang menjalani WFH selama pandemi COVID-19 dan diperoleh OR = 46,667 (95% CI, 6.007 – 362.568) yang berarti guru yang tidak melakukan olaharag selama WFH 47 kali lebih beresiko mengalami Depresi, dari pada guru yang melakukan olaharaga. &nbsp;Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang mengalami depresi dengan tidak melakukan olahraga sebanyak 30 (96,77%) dan yang mengalami depresi dengan melakukan olahraga sebanyak 1 (3,23%),. Kesimpulan dari penelitian ini adalah olahraga memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian depresi pada guru yang menjalani WFH selama pandemi COVID-19.</p> Tina Mei Wijayanti Acknes Leonita Amira Dhisa Fakhira Nadiyah Rahmasari Nadya Reza Palupi Riris Diana Rachmayanti ##submission.copyrightStatement## 2021-09-29 2021-09-29 11 4 847 854 10.32583/pskm.v11i4.1619 Aplikasi Sex Education Parenting sebagai Anticipatory Guidance Kekerasan Seksual pada Anak di Masa Pandemi http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1697 <p>Tingginya kasus kekerasan seksual pada anak menunjukkan pentingnya pemahaman orang tua tentang cara memberikan perlindungan yang terbaik bagi anak. <em>Anticipatory guidance</em> merupakan bentuk dari bimbingan yang disediakan untuk orang tua sebagai antisipasi terjadinya kekerasan seksual. Namun, permasalahannya orangtua di Indonesia menganggap pendidikan seks menjadi hal yang tabu dan belum pantas disampaikan kepada anak, serta orang tua merasa tidak siap untuk mengajarkan pendidikan seksualitas. Hal tersebut diatas menjadikan alasan bahwa pentingnya aplikasi Sex Education Parenting (SETTING) sebagai petunjuk bagi orang tua&nbsp; dalam memberikan edukasi seks kepada anak-anak sehingga meningkatkan proteksi orang tua terhadap tindakan kekerasan seksual pada anak. Tujuan penelitian ini membangun aplikasi sex education untuk orang tua yang berbasis smartphone yang mudah diakses dan dipahami. Metode penelitian ini menggunakan Research &amp; Development (R&amp;D). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, dan orang tua. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Hasil menunjukkan setelah dilakukan validasi desain oleh ketiga ahli materi memperoleh nilai rata-rata 83,3 yaitu sangat baik dan validasi ketiga ahli media memperoleh nilai rata-rata 78,76 dengan kategori baik. Dari kesepuluh pendapat orang tua mengenai aplikasi Sex Education Parenting “SETTING” diberikan nilai sangat baik dari sisi tampilan, kemudahan penggunaan aplikasi dan isi materi terkait kejelasan materi, dan bahasa. Aplikasi SETTING layak digunakan sebagai anticipatory guidance kekerasan seksual pada anak di masa pandemi.</p> Nova Ari Pangesti Wahidin Wahidin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 855 866 10.32583/pskm.v11i4.1697 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pencegahan Penyakit Malaria http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1666 <p>Situasi malaria di Indonesia menunjukkan masih terdapat 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria. Daerah tersebut terutama meliputi Papua, Papua Barat, dan NTT.Pada 2017, dari jumlah 514 kabupaten/kota di Indonesia, 266 (52%) di antaranya wilayah bebas malaria, 172 kabupaten/kota (33%) endemis rendah, 37 kabupaten/kota (7%) endemis menengah, dan 39 kabupaten/kota (8%) endemis tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pencegahan penyakit malaria . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Penelitin kan dilakukan pada masyarakat di Kabupaten Pesawaran. Objek yang akan diteliti adalah perspsi yaitu kerentanan yang dirasakan, bahaya yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan dan isyarat untuk bertindak pada masyarakat), lingkungan (dukungan keluarga dan tokoh masyarakat. Penelitian dilaksanakan bulan Mei – Juni 2021 di Wilayah Puskesmas Hanura dan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan kerentanan (<em>p-value </em>0,001 OR 5,251), bahaya (<em>p-value </em>0,001 OR 6,625), manfaat (<em>p-value </em>0,001 OR 5,578) hambatan (<em>p-value</em> 0,001 OR 2,678), isyarat untuk bertindak (<em>p-value </em>0,001 OR 2,416), dukungan keluarga (<em>p-value </em>0,001 OR 3,109), tokoh masyarakat (<em>p-value </em>0,001 OR 2,460). Faktor dominan yang berhubungan dengan pencegahan penyakit malaria di Wilayah Puskesmas Hanura dan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran tahun 2021 yaitu Kerentanan dengan <em>p-value</em> 0,000 OR 205,448.</p> Yulia Gustiani Kodrat Pramudho M.Djakfar Sadik ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 867 888 10.32583/pskm.v11i4.1666 Analisis Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1665 <p>Promosi Kesehatan Rumah Sakit merupakan upaya rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien, klien dan kelompok masyarakat sehingga pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan pemulihannya. Dampak yang dapat terjadi apabila PKRS tidak dilaksanakan antara lain dapat menyebabkan meningkatnya jumlah pasien dengan perilaku yang tidak sehat yang mengarah pada tingginya angka kejadian penyakit. Pentingnya promosi kesehatan di rumah sakit karena efektivitas suatu pengobatan, selain dipengaruhi oleh pola pelayanan kesehatan yang ada, unit tim PKRS, juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sikap, pola hidup pasien dan keluarga pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terhadap implementasi promosi Kesehatan di Rumah Sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif bertujuan untuk meneliti faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PKRS dengan jenis penelitian metode teori dasar untuk menguatkan dasar teori yang sudah ada. Pengambilan data dilakukan dengan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen pendukung. Analisis data menggunakan konsep triangulasi sumber, metode, dan teori. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yang terdiri dari pihak manajemen rumah sakit, pasien dan keluarga pasien. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKRS masih belum optimal dalam pelaksanaanya meskipun telah adanya komunikasi yang baik namun masih ada unsur lain yang belum sesuai pada konsep ini antara lain komitmen yang masih kurang, belum lengkapnya sumberdaya yang dimiliki, dan belum tersusunnya birokrasi yang sesuai.</p> Talitha Ika Ramadhona Endang Budiati Nursefa Arief Hermawan Nursefa Arief Hermawan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 889 896 10.32583/pskm.v11i4.1665 Pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use terhadap Kepuasan Pengguna E-Health http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1630 <p>Pada era sekarang ini perkembangan sistem informasi dan teknologi semakin pesat. Salah satunya yaitu perkembangan dalam pendaftaran <em>online</em> di fasilitas kesehatan terutama di Puskesmas Kota Surabaya. Pendaftaran <em>online</em> di puskesmas ini menggunakan aplikasi yang disebut dengan <em>Electronic Health</em> (<em>E-Health</em>). Perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui keefisienan aplikasi ini dalam pendaftaran online di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan pengguna <em>E-Health </em>agar penggunaan aplikasi <em>E-Health</em> menjadi semakin efektif dan efisien dalam pendaftaran di loket Puskesmas dengan melihat dari variabel <em>perceived usefulness</em> dan <em>perceived ease of use. </em>Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan secara <em>online</em> menggunakan <em>google form</em> dengan responden yaitu pengguna yang minimal sekali sudah pernah menggunakan <em>E-Health</em> di Kota Surabaya. Uji pengaruh antara variabel <em>perceived usefulness</em> dan <em>perceived ease of use </em>terhadap kepuasan pengguna <em>E-Health </em>yaitu menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna <em>E-Health</em> (p=0,000). Secara parsial variabel <em>perceived usefulness </em>memiliki pengaruh kuat terhadap kepuasan pengguna <em>E-Health (β</em>=0,489<em>)</em> sedangkan variabel <em>perceived ease of use </em>tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna <em>E-Health</em>. Kesimpulan penelitian ini yaitu variabel <em>perceived usefulness </em>lebih berarti daripada variabel<em> perceived ease of use.</em></p> Viga Sakinah Ramadhanti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 897 904 10.32583/pskm.v11i4.1630 Meta Analisis Risk Ratio dan Hazard Ratio Kematian ODHA yang Terinfeksi Covid-19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1673 <p>Patogenisitas COVID-19 bisa dipercepat pada orang yang hidup dengan HIV. Bukti terbaru telah menunjukkan substansial hubungan antara infeksi saluran pernapasan bawah terkait Coronavirus (<em>Lower Respiratory Tract Infections</em> (LRTI) dan peningkatan risiko kematian pada individu dengan gangguan kekebalan&nbsp; termasuk orang dengan HIV/AIDS. Meta analisis ini dibuat untuk mengestimasi risiko kematian orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang terinfeksi COVID-19 berdasarkan bukti yang dilaporkan dari berbagai belahan dunia. Pelaporan meta analisis ini dilakukan berdasarkan PRISMA. Pencarian basis data dilakukan Januari - Mei 2021, sepuluh dari 2062 artikel masuk ke dalam analisis RevMan menggunakan risk ratio dan hazard ratio. Hasil risk ratio (RR) pasien COVID-19 yang menderita HIV untuk meninggal dunia adalah&nbsp; 4.32 [95% CI (1.24, 15.05)]; p-value 0.002, sedangkan hazard ratio (HR) 10.36 [95% CI (7.11, 15.11)]; p-value &lt;0,001. ODHA yang terinfeksi COVID-19 memiliki risiko untuk mengalami kematian berkisar antara 4 hingga 10 kali dibandingkan pasien COVID-19 tanpa HIV/AIDS. Kematian sebagian besar disebabkan oleh perburukan COVID-19 dengan koinfeksi HIV/AIDS seperti tuberculosis, hipertensi, diabetes, dan <em>chronic obstructive pulmonary disease.</em></p> Joko Tri Atmojo Dewi Arradini Ernawati Ernawati Aquartuti Tri Darmayanti Saras Kuntari Lilik Hanifah Rina Tri Handayani Aris Widiyanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 905 916 10.32583/pskm.v11i4.1673 Perilaku Caring Berhubungan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1636 <p>Perilaku caring sangat penting dalam kepuasan pasien, karena merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan. Oleh karena itu, perilaku caring dapat berdampak pada kualitas pelayanan kepada pasien. Kepuasan pasien adalah derajat antara harapan pasien tentang pelayanan yang ideal dengan persepsi pelayanan yang mereka terima. Kepuasan pasien penting untuk layanan perawatan kesehatan dan digunakan sebagai indikator kualitas perawatan dalam pengaturan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara perilaku caring dan tingkat kepuasan pasien.&nbsp;&nbsp;Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah responden 81 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling.&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden sebanyak 59 orang (72,8%) menilai perilaku caring dengan baik, tingkat kepuasan sebagian besar responden sebanyak 46 orang (56,8%) merasa sangat puas, uji korelasi Spearman Rank diperoleh nilai p-value sebesar 0,038 (p&lt;0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara perilaku caring dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Aek Habil Sibolga tahun 2021.&nbsp;&nbsp;</p> Mestiana Br Karo Amnita Ginting Iestin Harefa ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-09-29 2021-09-29 11 4 917 926 10.32583/pskm.v11i4.1636 Resiliensi Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1660 <p>Pandemi COVID-19 memberikan efek psikologis kepada masyarakat, berupa kecemasan. Individu ataupun masyarakat tentunya mempunyai sikap dalam menghadapi kecemasan tersebut, kemampuan ini lebih dikenal dengan istilah resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan tingkat kecemasan pada masyarakat Desa Kalirejo Kabupaten Banyuwangi Di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan jumlah 57 responden dengan tekhnik simple random sampling. Kuisioner yang digunakan kuesioner CD-RISC (Connor Davidson Resilience Scale) &amp; lembar kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Analisis statistik menggunakan uji rank spearman dengan α 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden memiliki resiliensi sedang dengan kecemasan berat sejumlah 33 responden (58%). Hasil analisis statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman didapatkan nilai P-value sebesar 0,019 &lt; 0,05 maka Ha diterima yang artinya terdapat hubungan antara Resiliensi dengan tingkat kecemasan pada masyarakat di desa Kalirejo di masa pandemi covid-19 Kabupaten Banyuwangi 2021. Keeratan hubungan kedua variable bisa dilihat dari nilai korelasi -0,13 nilai correlation coefficient yaitu arah korelatif negatif dengan kekuatan yang lemah.</p> Akhmad Yanuar Fahmi Yustika Yustika Masroni Masroni Soekardjo Soekardjo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-10-06 2021-10-06 11 4 927 934 10.32583/pskm.v11i4.1660 Pelayanan Home Care dalam Meningkatkan Kemandirian Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Menderita Diabetes Mellitus http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1675 <p>Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang perlu penanganan khusus dan biaya yang tidak sedikit. Kemampuan keluarga dapat ditingkatkan melalui pelayanan keperawatan <em>h</em><em>ome </em><em>c</em><em>are</em>. Penelitian ini bertujuan mengetahui adakah pengaruh pelayanan <em>home care</em> terhadap kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus. Desain penelitian <em>pre experiment</em> dengan pendekatan <em>one group pre post test design</em>. Sampel penelitian yaitu penderita diabetes mellitus di Puskesmas Gondang, dengan usia lebih dari 35 tahun, dan kooperatif dengan jumlah 31 responden yang dipilih menggunakan metode <em>quota sampling.</em> Data penelitian dikumpulkan melalui lembar kuesioner, sebelum dan sesudah dilakukan pelayanan <em>home care.</em> Analisa data menggunakan uji non-parametrik <em>wilcoxon sign rank test</em>. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tingkat kemandirian sebelum pemberian pelayanan <em>home care </em>sebagian besar mempunyai tingkat kemandirian II dengan jumlah 19 responden sedangkan sesudah pemberian <em>home care</em> sebagian besar responden mempunyai tingkat kemandirian III dengan jumlah 17 responden (55%). Hasil uji <em>w</em><em>ilcoxon </em><em>s</em><em>ign </em><em>r</em><em>ank </em><em>t</em><em>est</em> nilai&nbsp; ρ value (0,000) dengan signifikansi α (0,05) sehingga terdapat pengaruh pelayanan <em>home care</em> terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga pada penderita diabetes melitus (DM) di Wilayah Kerja Puskesmas Gondang Tulungagung tahun 2020. <em>Home care</em> merupakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka. Pelaksanaan <em>home care </em>efektif untuk meningkatkan serta mengoptimalkan kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus.</p> Farida Farida Yitno Yitno Angga Miftakhul Nizar ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-10-11 2021-10-11 11 4 935 944 10.32583/pskm.v11i4.1675