Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM <p>Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal &nbsp;(JIPJISK) merupakan bagian&nbsp; integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK&nbsp; diterbitkan pertama &nbsp;kali dengan &nbsp;ISSN versi cetak pada Volume 1 No 1 Oktober 2011 &nbsp;dan &nbsp;ISSN versi online pada Volume &nbsp;7 No 1 April 2017.&nbsp; JIPJISK &nbsp;terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Artikel akan ditelaah secara peer review oleh mitra bestari dari berbagai institusi.&nbsp;</p> LPPM STIKES KENDAL en-US Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal 2089-0834 Kondisi Sosial Budaya pada Desa ODF di Ekosistem Perbukitan, Dataran Rendah dan Pantai http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1178 <p>Salah satu permasalahan besar yang saat ini dihadapi Indonesia adalah sanitasi, terutama kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Banyuwangi merupakan kabupaten yang telah melaksanakan salah satu program STBM yaitu Desa ODF sebanyak 117 dari 217 atau dengan tingkat keberhasilan sebesar 81,57%. Wilayah kerja Puskesmas Klatak menjadi salah satu wilayah yang terverifikasi menjadi desa ODF. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan rancangan bangun desktiptif observasional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode indepth interview, penyebaran kuisioner, dan observasi langsung. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif univariat. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas masyarakat diketiga ekosistem memiliki sosial budaya dengan kategori baik. Di ekosistem perbukitan sebesar (68,2%), ekosistem dataran rendah sebesar (84,1%), dan ekosistem pantai sebesar (72,7%). Dan tidak ada perbedaan pada variable sosial budaya diketiga ekosistem tersebut. Kesimpulannya tidak ditemukan perbedaan keadaan sosial budaya antara masyarakat di ekosistem perbukitan, dataran rendah, dan pantai. Namun saat di lakukan observasi dari ketiga ekosistem tersebut, ekosistem pantai merupakan ekosistem dengan kondisi sosial budaya yang kurang baik.</p> Rosa Amelia Dwi Rachmayanthi Azmi Nur Fadlillah R. Azizah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-22 2021-02-22 11 2 235 248 10.32583/pskm.v11i2.1178 Mengapa terjadi Peningkatan Tuberculosis Multi-Drug Resistant pada Pasien Tuberculosis?: A Literature Review http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1238 <p>TB merupakan penyakit infeksi menular yang bisa menyebabkan berbagai organ rusak, terutama paru-paru. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia&nbsp; menyatakan Indonesia berada di posisi ke-2 dengan kasus TBC peringkat 5 besar di dunia. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus karena bila pengobatan tuberkulosis tidak dilakukan dengan benar, maka bakteri tuberkulosis akan menjadi resisten terhadap pengobatan tersebut, yang disebut dengan multi drug resistant tuberculosis atau MDR-TB. Tujuan literartur riview ini untuk mengetahui hal hal yang berkaitan dengan peningkatan tuberculosis multi drugs rasistant atau TB-MDR pada pasien TB.Dalam pencariannya menggunakan database yang relevan, seperti : SageJournals, ProQuest, Jstor dan NCBI dengan menggunakan kata-kata : Tuberculosis Multi drug resistant “AND” Risk Factors “AND” Tb Patient “OR” Tuberculosis Patient dengan batasan tahun publikasi 5 tahun terakhir yaitu tahun 2015-2020. Berdasarkan hasil literature review dari 6 artikel yang telah dilakukan, ada beberapa hasil yang ditemukan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi TB-MDR, yaitu status gizi yang kurang, tidak patuh, faktor usia, jenis kelamin laki-laki, pelaksanaan pengobatan DOTS yang tidak teratur. Peningkatan TB-MDR pada pasien TB berkaitan dengan status gizi, kepatuhan terhadap pengobatan, individu imigran, jenis kelamin laki-laki dan usia 30-45 tahun.</p> Rizaluddin Akbar Titiek Hidayati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-22 2021-02-22 11 2 249 258 10.32583/pskm.v11i2.1238 Hambatan Pelaksanaan Emo-Demo Berdasarkan Proses Komunikasi di Daerah Non-Intervensi pada Bulan Januari 2020 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1221 <p>Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam melakukan percepatan pencegahan stunting adalah melakukan komunikasi perubahan perilaku dengan metode Emo-Demo Tujuan dari penelitian ini adalah&nbsp; untuk&nbsp; Menggambarkan hambatan pelaksanaan Emo-Demo Berdasarkan Proses Komunikasi di wilayah Non-Intervensi Kota Surabaya pada bulan Januari 2020. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara. Populasi pada penelitian ini adalah&nbsp; pihak promkes di puskesmas selaku Training of Trainer dan kader Balita di wilayah non-intervensi. Dengan menggunakan Teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 19 responden. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan model interaksi dari Miles dan Huberman.. Hasil penelitian ini menyebutkan Hambatan emo-demo berdasarkan proses komunikasi yang ada di wilayah non-intervensi selama bulan Januari 2020 antara lain susah mengumpulkan ibu balita, belum adanya alat peraga, ibu balita tidak datang bersamaan, ibu balita tidak sabar menunggu, belum pernah melaksanakan Emo-Demo sebelumnya, waktu penimbangan dan Emo-Demo dilakukan bersamaan, tidak ada dana, jumlah kedatangan ibu yang sedikit, keterbatasan pengetahuan , Ibu balita datang dan pergi, ibu balita tidak memperhatikan, dan balita rewel.</p> Aqilatul Munawaroh ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-22 2021-02-22 11 2 259 268 10.32583/pskm.v11i2.1221 Perbedaan Tingkat Mortalitas pada Pasien Cedera Kepala dengan Hipotensi dan Tanpa Hipotensi http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1264 <p>Cedera kepala atau cedera otak merupakan masalah kesehatan dan masalah sosial ekonomi serius di seluruh dunia serta terbanyak diantara penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada semua umur. Salah satu faktor risiko paling penting yang mendasari terjadinya mortalitas pada cedera kepala adalah tekanan darah rendah atau hipotensi. Hipotensi merupakan prediktor yang terdokumentasi dengan baik dalam meningkatkan angka kematian pada cedera otak traumatik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat mortalitas pada pasien cedera kepala dengan hipotensi dan tanpa hipotensi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian kohort retrospektif. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2020 dengan menggunakan rekam medis. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada periode 01 Januari 2018-30 September 2020 dengan jumlah 145 sampel yang dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah semua pasien cedera kepala yang berusia ≥ 18 tahun yang telah terdata dalam rekam medis periode 01 Januari 2018- 30 September 2020, pasien cedera kepala yang telah meninggal dunia yang telah terdata dalam rekam medis, serta pasien cedera kepala sedang hingga berat, subdural hematoma, dan epidural hematoma. Data dianalisis menggunakan uji <em>chi-square</em>. Penelitian ini mendapatkan distribusi pasien cedera kepala dengan hipotensi sebesar 5,5% (8 orang) dan pasien cedera kepala tanpa hipotensi sebesar 94,5% (137 orang). Angka kejadian mortalitas pada cedera kepala didapatkan sebesar 35,9% (52 orang). Uji <em>chi-square</em> antara hipotensi dan mortalitas cedera kepala mendapatkan <em>p value</em> sebesar 0,510 dan RR sebesar 0,580 dengan 95% CI 0,113-2,983. Tidak terdapat perbedaan tingkat mortalitas pada pasien cedera kepala dengan hipotensi dan tanpa hipotensi.</p> Anisa Zulfiya Rahmah Fidha Rahmayani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-22 2021-02-22 11 2 269 284 10.32583/pskm.v11i2.1264 Penerapan Biogas, Konsumsi Susu Sapi serta Keluhan Diare Peternak Sapi Perah http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1179 <p>Peternak merupakan mayoritas mata pencaharian warga di pedesaan. Peternak sapi perah adalah pekerjaan yang menghasilkan susu, daging dan limbah yang dapat mencemari ligkungan. Kotoran sapi yang tidak dikelola akan menimbulkan masalah kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan biogas, konsumsi susu sapi dan keluhan diare yang dialami oleh peternak selama bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan jenis penelitian cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peternak sapi perah yang ada di Desa Medowo dengan menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 26.Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan indepth interview berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas. Peternak sudah mengelola kotoran (feses) sapi menjadi biogas sebanyak 54%, peternak yang tidak mengkonsumsi susu sapi sebanyak 77% dan sebanyak 23% mengalami diare.&nbsp;</p> Anggie Kusumawardhani Bahrul Fawaid ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-22 2021-02-22 11 2 285 296 10.32583/pskm.v11i2.1179 Apakah Lingkungan dan Biologi menjadi Faktor Penyebab Ketidakhadiran Remaja Putri di Sekolah pada Saat Menstruasi? http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1216 <p>Remaja putri yang pubertas akan mengalami menstruasi. Saat menstruasi perlu adanya manajemen kebersihan menstruasi. Dalam manajemen kebersihan menstruasi terdapat beberapa faktor diantaranya faktor lingkungan &nbsp;(ketersediaan penerimaan dan kelayakan fasilitas WASH (water and sanitation hygiene) di sekolah)&nbsp; dan Faktor Biologi (usia, gejala nyeri, gangguan menstruasi). Remaja yang menstruasi akan merasa nyeri, tidak nyaman, jumlah toilet yang tidak memadai, fasilitas toilet kotor serta tidak terprivasi yang berdampak pada ketidakhadiran. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui lingkungan dan biologi sebagai faktor yang terkait dengan kehadiran remaja putri di sekolah pada saat menstruasi . Penelitian korelasional menggunakan metode Case Control. Sampel sebanyak 47 reponden dengan teknik sampling purposive sampling. Dengan kuesioner faktor lingkungan dan biologi dalam manajemen kebersihan menstruasi dengan uji validitas rHitung &gt; dari rTabel maka kusioner tersebut valid (rTabel 0,632 dan rHitung 0,679 – 0,810) dan uji reabilitas dengan nilai Alpha Cronbach yaitu 0,940 &gt; 0,60, Sehingga kuesioner tersebut reliable, serta presensi kehadiran remaja putri sebagai instrument penelitian. Dan di Analisa dengan Uji Chi-square. Dengan nilai significancy 0,204, lebih besar dari α (&lt;0,05). H<sub>0</sub> diterima Tidak ada keterkaitan diantara ke dua variabel. Terdapat perbedaan signifikan di antara faktor lingkungan dan biologi menyebabkan tidak adanya keterkaitan diantara kedua variable.</p> Rini Mukti Andini Feriana Ira Handian Agnis Sabat Kristiana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-22 2021-02-22 11 2 297 304 10.32583/pskm.v11i2.1216 Kejadian Stunting Berhubungan dengan Faktor Ekonomi http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1186 <p>Efek stunting yaitu penurunan kecerdasan dan mental sehingga mempengaruhi produktivitas ketika memasuki usia produktif. Salah satu masalah pedesaan adalah kesejahteraan dalam ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan mengetahui hubungan faktor ekonomi dengan kejadian stunting. Desain penelitian yaitu <em>crossectional</em>. Total sampel 84. Sampel adalah ibu memiliki riwayat melahirkan dari tahun 2015-Desember 2019, memiliki KMS, data diambil mengunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel total sampling. Analisa diskriptif dan analisa hubungan menggunakan <em>Chi Square test</em>. Hasil berdasarkan &nbsp;analisa di wilayah pedesaan&nbsp; 29 reponden (34%) mengalami stunting. Pendapatan per bulan&nbsp; 66 responden pendapatan &lt; 2 juta/bulan dikatakan keluarga miskin. Hasil uji hubungan faktor ekonomi p=0.018 (p&lt;0.05), faktor lain tingkat pendidikan, riwayat merokok ibu, <em>spasing</em> menghasilkan p &gt; 0.05. Kejadian stunting berhubungan dengan faktor ekonomi keluarga (p=0.018).</p> C. Ermayani Putriyanti Caecilia Titin Retnani Masruchi Masruchi Desak Putu Kristian Purnamiasih ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-23 2021-02-23 11 2 305 312 10.32583/pskm.v11i2.1186 Potensi Konsumsi Daging Merah terhadap Risiko Hipertensi http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1224 <p>Daging merah merupakan sumber protein dan nutrisi penting lainnya. Orang yang banyak mengonsumsi daging merah kerap dihubungkan dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian penyakit kardiovaskuler termasuk hipertensi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui potensi konsumsi daging merah dengan hipertensi. Penelitian ini adalah tinjauan sistematik dengan pencarian artikel menggunakan basis data online PubMed dengan kurun waktu publikasi antara tahun 2000-2020. Variabel dependen adalah hipertensi. Variabel independen adalah konsumsi daging merah. Penulis menemukan sebanyak 8 artikel yang relevan dengan kriteria inklusi dari hasil pencarian. Terdapat perbedaan pendapat antara pengaruh konsumsi daging merah dengan risiko hepertensi. 3 artikel menjelaskan bahwa konsumsi daging merah dapat menurunkan risiko hipertensi, sedangkan 5 artikel menjelaskan bahwa konsumsi daging merah dapat mening­kat­kan risiko hipertensi. Konsumsi daging merah segar memiliki hubungan yang negatif jika dikombinasi dengan makanan pencegah hipertensi lainnya seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan produk makanan rendah lemak. Adapun proses pengolahan&nbsp; daging merah juga mempengaruhi pengaruh pada risiko peningkatan tekanan darah.</p> Aris Widiyanto Yuly Peristiowati Agusta Dian Ellina Joko Tri Atmojo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-23 2021-02-23 11 2 313 320 10.32583/pskm.v11i2.1224 Pengembangan Media Video Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Pamekasan Menggunakan Teori P-Process http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1189 <p>Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan penyakit menular dengan tingkat penularan yang tinggi dan meluas secara cepat ke seluruh dunia hingga menjadi pandemi. Hingga tanggal 17 Juli 2020 kasus konfirmasi positif COVID-19 di Pamekasan sebanyak 90.203 orang. Pemberian edukasi terkait pecegahan COVID-19 kepada masyarakat sangat penting dilakukan agar terjadi perubahan perilaku sehingga menekan penyebaran COVID-19. Kondisi pandemi mendorong penyebaran informasi termasuk pemberian edukasi terkait COVID-19 harus cepat dan tepat, seiring dengan peningkatan penggunan media sosial ditengah masyarakat. Oleh karena itu teori p-process digunakan untuk membuat media bantu video pencegahan COVID-19 di Kabupaten Pamekasan. Pembuatan video dilakukan dengan dukungan Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan KabupatenPamekasan. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi data yakni &nbsp;observasi partisipasi aktif, wawancara kepada 10 orang informan, dan dokumentasi yang sekaligus menguji keabsahan data. Analisis data melalui reduksi data, disajikan, lalu disimpulakan. Hasil penelitian menunjukkan media video pencegahan COVID-19 &nbsp;menggunakan teori p-process efektif dalam meningkatkan &nbsp;pengetahuan informan hingga 100% terkait penggunaan masker, dan peningkatan pengetahuan 90% terkait langkah cuci tangan. Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam terkait efektivitas media COVID-19 dan faktor–faktor yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, serta perilaku masyarakat Pamekasan dalam upaya pencegahan COVID-19.</p> Putri Faradina Herman ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-23 2021-02-23 11 2 321 330 10.32583/pskm.v11i2.1189 Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus dengan Hipertensi http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1261 <p>Kualias Pasien diabetes militus dengan komplikasi hipertensi dalam melakukan aktivitas keseharinya kebanyakan mengalami keluhan yang berhubungan dengan kondisi kesehatannya, hal ini perlu adanya penelitian untuk mengkaji kualitas hidup pasien tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas hidup pasien dengan diabetes mellitus dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan&nbsp; metode kualitatif dengan pendekatan Femonologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terperinci yang dibantu oleh panduan wawancara dan alat perekam kepada 4 informan. Pada peneliian ini dianalis dengan menggunakan model miles and huberman yaitu reduksi data, penyaji data, penarik kesimpulan sehinga dari analisa ini ditemukan hasil penelitian ini adalah &nbsp;4 subjek yaitu&nbsp; 1) usaha pasien mengatasi keluhan dan penyakit dengan merubah pola hidup 2) pasien mendapat dukungan sosial dari keluarga dan kerabat 3) pasien mengalami masalah emosional karena penyakit yang di derita 4) pasien mendapat dukungan informasi dari lingkungan yang di olah secara manual dalam mengkoding. Semakin baik penderita diabetes menjaga pola hidup, semakin baik &nbsp;kualitas hidupnya. Penelitian ini dapat dijadikan untuk menambah pemaham &nbsp;bagi penderita diabetes dengan hipertensi agar selalu patuh terhadap pola hidup sehingga mengurangi komplikasi yang timbul.</p> Rusdi Rusdi Sih Ageng Lumadi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-02-28 2021-02-28 11 2 333 340 10.32583/pskm.v11i2.1261 Gaya Hidup Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1248 <p>Gaya hidup merupakan faktor yang sangat penting untuk dikaji karena faktor tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat yang pada akhirnya akan tercapai atau tidaknya derajaat kesehatanmasyarakat tersebut.<em>Health behaviuor</em> merupakan perilaku nyata dari anggota masyarakat yang secara langsung berkaitan dengan kesehatan masyarakat itu sendiri. Artinya bahwa penyakit hipertensi yang berkembang di masyarakat ini dapat disebabkan oleh perilaku masyarakat itu sendiri dalam hal ini adalah gaya hidup dan keperibadian masyarakat. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi,meliputi mengetahui gambaran gaya hidup,gambaran kejadian hipertensi,dan hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang Selatan 1. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuanitatif dengan metode penelitian analitik corelational dengan rancangan penelitian <em>cross-sectional </em>untuk mengetahui hubungan antara variabel independen adalah gaya hidup,makan/diet,kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Tehnik sampling menggunakan <em>consecutiv</em><em>e</em><em> &nbsp;</em><em>s</em><em>a</em><em>m</em><em>p</em><em>li</em><em>n</em><em>g &nbsp;</em>yaitu mengambil sampel yang&nbsp; datang berkunjung sesuai dengan kriteria sampel pada saat melakukan penelitian.Sebanyak 33 responden. Berdasarkan hasil penelitian menurut gambaran gaya hidup pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas kecamatan singkawang selatan 1 tahun 2016 didapatkan hasil persentase tertinggi&nbsp; dengan kategori cukup sebanyak 8 responden (24.2%), dan menurut gambaran kejadian hipertensi diwilayah kerja puskesmas kecamatan singkawang selatan 1 tahun 2016 didapatkan hasil persentase tertinggi adalah dengan kategori sedang sebanyak 15 responden ( 45.5%). Sedangkan menurut hasil penelitian&nbsp; uji statistik kolerasi Chi- square didapatkan nialai p = 0.001 (p&lt; 0,05), hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang selatan 1.</p> Winnellia Rangkuti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-03-18 2021-03-18 11 2 341 348 10.32583/pskm.v11i2.1248 Pengalaman Fatigue dan Strategi Manajemen Gejala Pasien Penyakit Ginjal Stadium Akhir yang Menjalani Hemodialisa http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1252 <p>Fatigue merupakan salah satu gejala fisik utama yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisa sehingga mengakibatkan aktifitas dan keterbatasan hidup pasien yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengalaman kelelahan dan strategi manajemen gejala pasien hemodialisa. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Sampel diambil dengan purposive sampling pada 6 partisipan yang dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Penelitian telah dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2020 sampai bulan Desember 2020. Terdapat tiga tema yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sifat fatigue, keterbatasan akibat fatigue, dan cara mengatasi fatigue. Kesimpulan penelitian ini dapat memperjelas gambaran sifat kelelahan pasien sehingga perlunya intervensi terapeutik sehingga pasien mampu untuk melakukan manajemen gejala fatigue secara efektif yang disertai dengan penguatan sistem pendukung.</p> Dwi Nurul Salmi Hema Malini Reni Prima Gusty Raveinal Raveinal Hendri Budi Rika Fatmadona ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-03-19 2021-03-19 11 2 349 356 10.32583/pskm.v11i2.1252 Kepribadian, Persepsi dan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1286 <p>Pada bulan februari 2018 kasus kecelakaan kerja yang terjadi&nbsp; dan dialami oleh karyawan UD. X yaitu terkena serpihan partikel logam dan besi dari proses bubut dan bor kemudian terkena percikan las, kemudian tangan terluka akibat tekena mesin potong besi,selain itu juga karyawan yang mengalami cacat permanen seperti jari terpotong akibat penggunaan mesin yang tidak hati-hati. Kecelakaan &nbsp;kerja disebabkan karena keteledoran karyawan dalam menggunakan peralatan &nbsp;kerja, dan &nbsp;karyawan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri yang disediakan. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi dan perilaku penggunaan alat pelindung diri di UD. X Tangerang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan uji validitas dan uji reabilitas. Teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil yang diperolelh setelah melakukan uji statistik didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan pengetahuan karyawan terhadap persepsi keparahan K3, Terdapat hubungan kepribadian karyawan terhadap persepsi keparahan K3, ada hubungan antara persepsi karyawan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri, Terdapat hubungan persepsi bahaya K3 dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri, Ada hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Ancaman. Ada hubungan kepribadian (Personality) dengan persepsi ancaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ada hubungan pengetahuan dengan persepsi keparahan. Kesimpulannya yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi, dan perilaku penggunaan alat pelindung diri di UD. X Tangerang adalah pengetahuan, kepribadian, persepsi karyawan dan persepsi bahaya.</p> Sri Yuni Tursilowati Julaikah Julaikah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-03-19 2021-03-19 11 2 357 368 10.32583/pskm.v11i2.1286 Personal Hygiene dan Stres dengan Kejadian Keputihan pada Siswi Kelas X http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1283 <p>Merawat kebersihan organ seksual sering tidak dilakukan sesering merawat kebersihan organ tubuh lainnya. Pada organ seksual tersebut keringat yang dihasilkan cukup berlebih, sehingga organ seksual tersebut lebih lembab yang dapat menjadi media berkembangnya bakteri, penyakit dan bau tidak sedap. Stres psikososial yang meningkat berhubungan dengan meningkatnya prevalensi bakteri pada vagina. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan stres dengan kejadian keputihan pada siswi kelas X. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian 158 siswi kelas X pada bulan Januari tahun 2020. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah 67 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi oleh peneliti secara langsung kepada responden. Uji validitas menggunakan <em>pearson product moment</em> dan koefisien reabilitas skala dihitung dengan menggunakan teknik keandalan <em>Alpha Cronbach</em>. Analisa data ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji statistik <em>Chi Square</em>. Hasil uji <em>Chi Square</em> menunjukkan hasil nilai signifikan P Value sebesar 0.623 &gt; 0.05 atau 5% bahwa personal hygiene tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian keputihan dan tidak ada hubungan stres dengan kejadian keputihan dengan hasil uji statistik Chi Square di peroleh nilai signifikan P Value sebesar 0.276 &gt; 0.05 atau 5% menunjukkan bahwa stres tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian keputihan. Kesimpulannya yaitu tidak ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan dan tidak ada hubungan stres dengan kejadian keputihan pada siswi kelas X.</p> Nor Wijayanti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-03-19 2021-03-19 11 2 369 376 10.32583/pskm.v11i2.1283 Perbedaan Kualitas Hidup Wanita Menopause Daerah Urban dan Rural http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1228 <p>Diperkirakan secara global angka populasi wanita berumur 50 tahun atau lebih akan meningkat menjadi 1,2 milyar pada tahun 2030. Yang berarti adanya peningkatan angka harapan hidup pada wanita maka akan berpengaruh pula pada banyaknya wanita yang akan mengalami menopause pada sepertiga hidupnya. Kejadian menopause berhubungan dengan perubahan kadar hormon seks sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup wanita menopause. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat perbedaan kualitas hidup wanita menopause di derah urban dan rural Kota Palangka Raya, dan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup Instrumen yang digunakan untuk menilai kualitas hidup wanita menopause adalah menggunakan The Utian Quality of Life (UQOL) Scale. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kunjungan pasien menopause di Puskesmas Menteng dan Puskesmas Kereng Bangkirai. Peneliti menggunakan sampel minimal size dengan perhitungan sampel 30/kelompok. Tehnik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Metode penelitian yang digunakan ialah uji t tidak berpasangan untuk membandingkan kualitas hidup wanita menopause daerah rural dan urban dan desain studi cross sectional untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup wanita menopause. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kualitas hidup wanita menopause daerah rural dan urban (perbedaan nilai mean= 14,28 dan p =0,007), dan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup wanita menopause adalah tingkat pendidikan (p=0,015), riwayat penyakit responden (p=0,000).&nbsp; Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kualitas hidup daerah urban dan rural, yang mana kualitas hidup wanita menopause daerah urban cenderung lebih baik dibandingkan daerah rural.</p> Itma Annah Harlyanti Muthma’innah Mashar Irene Febriani Destinady Kadiser Miden ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-03-19 2021-03-19 11 2 377 386 10.32583/pskm.v11i2.1228 Motivasi Perawat dengan Kualitas Dokumentasi Keperawatan Rumah Sakit http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1312 <p>Dokumentasi keperawatan merupakan suatu bukti laporan dan catatan yang memuat semua data yang diperlukan untuk menentukan diagnosis keperawatan yang valid sehingga berguna untuk kepentingan klien, perawat, dan tim kesehatan sebagai tanggung jawab perawat. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan adalah motivasi perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Random Sampling. Dengan jumlah sampel 81 yaitu perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap Rumah Sakit dokter Ario Wirawan Salatiga . Analisis bivariat dilakukan dengan Fisher Exact Test. Hasil: Perawat dengan motivasi baik dan kualitas dokumentasi baik sebanyak 14,8% dan yang memiliki motivasi kurang dan melakukan dokumentasi tidak lengkap sebanyak 60%. Hasil uji Fisher Exact diperoleh ρ=0.000 ≤ α(0,05) yaitu Ho ditolak yang berarti menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitas dokumentasi, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Paru dokter Ario Wirawan Salatiga.</p> Muhammad Iqbal Rahayu Winarti Menik Kustriyani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-03-26 2021-03-26 11 2 387 400 10.32583/pskm.v11i2.1312 Pengaruh Usia dan Lama Paparan Asap Kendaraan Bermotor terhadap Derajat Dry Eye Syndrome pada Pekerja Ojek http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1240 <p>Asap yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor mengandung zat yang dapat mengakibatkan gangguan dry eye syndrome. Di Kota Malang, ojek menjadi salah satu transportasi yang banyak diminati masyarakat sehingga banyak pula yang memilih profesi sebagai pekerja ojek. Pekerjaan yang mengharuskan untuk selalu berada di jalan raya tentu dapat menimbulkan risiko bagi pekerja ojek untuk mengalami dry eye syndrome. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh faktor usia serta lama paparan asap kendaraan bermotor terhadap derajat dry eye syndrome pada pekerja ojek di Kota Malang. Desain penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi dalam penelitian&nbsp; yaitu seluruh pekerja ojek di Kota Malang. Metode pengambilan sampel menggunakan&nbsp; purposive sampling. Jumlah sampel sebesar 100 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Analisis data menggunakan uji Regresi linear berganda. Uji validitas dan realibilitas kuisioner Ocular Surface Disease Index menggunakan uji korelasi antara seluruh skor pada setiap pertanyaan dengan skor total kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia dan lama paparan dapat berpengaruh baik secara simultan maupun parsial terhadap derajat dry eye syndrome (p=0,000). Faktor usia dan lama paparan berpengaruh secara simultan terhadap derajat dry eye syndrome sebesar 87,4%.</p> Zsafidda Afa Mahardika Kamelissha Faadhilah Amani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-03-26 2021-03-26 11 2 401 410 10.32583/pskm.v11i2.1240 Persepsi Konsumen tentang Bauran Pemasaran Berpengaruh terhadap Loyalitas Pasien Umum http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1126 <p>Survey pendahuluan pada Januari 2018 diperoleh hasil Rumah Sakit melakukan pemasaran rumah sakit dalam hal promosi meliputi internal dan eksternal. Di dalam promosi internal yang dilakukan pihak rumah sakit mengadakan promosi kesehatan di poli berdasarkan 10 besar penyakit, dan pemasangan poster di tempat pendaftaran, serta tempat strategis lainnya sebanyak 10 poster, pemberian leaflet pada pasien ataupun keluarga. Sedangkan untuk eksternal mengadakan promosi kesehatan di sekitar rumah sakit dengan waktu 3&nbsp; bulan sekali, bekerja sama dengan radio tiap bulan, pemasangan spanduk di tempat parkir, jalan dan tempat umum sebanyak 20 buah per tahun. Metode menggunakan <em>cross sectional</em>. Sampel sejumlah96 responden, menggunakan uji <em>regresi linier berganda</em><em>.</em> Berdasarkan analisis dilihat pada tabel <em>Annova </em>nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05, Ho ditolak jadi Ada Pengaruh antara variabel bebas dan terikat. Dari hasil analisis Uji <em>Regresi Linier Berganda</em> variabel yang paling berpengaruh adalah Bauran promosi dengan nilai koefisisen regresi -0,099, bauran orang dengan nilai koefisisen regresi 0,158 dan bauran bukti fisik dengan nilai koefisisen regresi 0,328. Berdasarkan hasil pengujian regresi linier berganda diperoleh nilai R² 0,352 sehingga terdapat pengaruh.</p> Edy Bachrun Faqih Nafiul Umam ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-02 2021-04-02 11 2 411 422 10.32583/pskm.v11i2.1126 Environmental and Behavioral Factors Analysis of Malaria Incidents http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1198 <p>The emergence of malaria is inseparable from the anopheles mosquito that can survive the existing environment. Community behaviour also plays an important role in the risk of getting mosquito bites. Indonesia still has malaria-endemic districts/cities. This objective is to determine the effect of environmental and behavioural factors on malaria incidence. This study used a cross-sectional design; the population in this study were all people who visited the malaria post in the Percut Village, Deliserdang Regency, totalling 140 people. The data will be analyzed using multiple logistic regression tests. The logistic regression test results showed that the habit of leaving the house (p-value = 0.007), the use of mosquito nets (p = 0.001), affected the incidence of malaria in the village of Percut, Deliserdang Regency. The most dominant variable in malaria incidence was the use of bed nets with an exp B value of 11.68.</p> Dewi Agustina Putra Apriadi Siregar ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-02 2021-04-02 11 2 423 432 10.32583/pskm.v11i2.1198 Analisis Faktor-Faktor yang Menyebabkan Keterlambatan pada Penyediaan Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan: Literature Review http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1301 <p>Pemerintah telah menetapkan standar untuk penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan, yaitu waktu penyediaan yang kurang dari sama dengan 10 menit. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan keterlambatan dalam penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan. Keterlambatan&nbsp; penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan dapat memengaruhi mutu pelayanan rumah sakit yang terkait dengan waktu tunggu pasien. Lama waktu tunggu dapat menyebabkan pasien tidak datang kembali ke rumah sakit. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan faktor-faktor penyebab keterlambatan penyediaan dokumen rekam medis pelayanan rawat jalan di rumah sakit. Pencarian artikel ilmiah dilakukan melalui Google Scholar dan J-REMI dengan kata kunci penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan rumah sakit, faktor penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di rumah sakit, dan tinjauan penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan rumah sakit. Berdasarkan hasil pencarian, terdapat 13 artikel yang telah didapatkan, namun hanya 12 artikel yang digunakan.&nbsp; Faktor-faktor penyebab keterlambatan yang telah ditemukan dikelompokkan dan dianalisis secara narasi. Faktor-faktor yang ditemukan kemudian dikategorikan berdasarkan unsur manajemen 6M yaitu man, machine, method, material, money, motivation.</p> Rani Pratiwi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-02 2021-04-02 11 2 433 446 10.32583/pskm.v11i2.1301 Pemilihan Akses Vaskular Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien yang Menjalani Hemodialisis http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1250 <p>Tindakan Hemodialisa yang dilakukan secara regular tentunya harus memberikan kenyamanan pada pasien dalam menjalaninya. Kenyamanan yang meningkat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang rutin menjalankan hemodialisis termasuk dalam pemilihan akses vaskuler pasien hemodialisis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemilihan akses vascular dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain metode korelasi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani hemodialisis regular di Klinik Semesta Mandiri Denpasar Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 35. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui kualitas hidup pasien menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF (The World Health Organization Quality of Life). Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi 0,012 (p&lt;0,05) berarti ada hubungan antara akses vaskuler dengan kualitas hidup pasien. Nilai korelasi Spearman menunjukkan bahwa akses vaskuler memiliki korelasi yang sedang (0,419) dan menunjukkan arah korelasi menunjukkan positif, dimana akses vaskuler AVF&nbsp; menunjukkan kualitas hidup pasien menjadi baik. Hasil penelitian yang berpusat pada pasien, dengan fokus pada hasil seperti QOL, telah muncul sebagai hal yang penting komponen penelitian efektivitas komparatif dan peningkatan pemberian perawatan kesehatan.</p> Putu Intan Daryaswanti Kadek Dheana Novitayani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-04 2021-04-04 11 2 447 454 10.32583/pskm.v11i2.1250 Knowledge, Prevention, and Handling Sexually Transmitted Diseases among Transvestite Commercial Sex Worker http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1315 <p>Laut Dendang Village has experienced the phenomenon of increasing the number of Transvestites who work as a commercial sex worker around Titi Laut Dendang. Preliminary surveys show an increase in sexually transmitted disease screening for transvestite in a clinic and indicate a high incidence of sexually transmitted disease among Transvestite-CSWs. This study uses phenomenological studies that aim to explore the causes of the high incidence of STI disease among Transvestite-CSWs in the open area of Percut Sei Tuan District. The informants in this study were three Transvestite-CSWs who sold themselves around the bridge of Laut Dendang and were triangulated on their sexual partners. Information was collected by in-depth interviews. The results showed that informants were only able to associate STIs with HIV/AIDS, didn’t know about STIs, and didn’t want to use condoms. The Transvestite-CSWs who is infected performs treatment by inserting toothpaste into the anus, taking antibiotics that are not according to the dosage used, and a few of them carried out HIV/AIDS and genital tested and counseling in the Community Health Movement (GSM). It causes the knowledge, prevention and management of sexually transmitted diseases to Transvestite-CSWs is still low.</p> Jasmen Manurung Ivan Elisabeth Purba Hana Ike Dameria Purba Jek Amidos Pardede ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-04 2021-04-04 11 2 455 464 10.32583/pskm.v11i2.1315 Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1284 <p>Frekuensi <em>Antenatal Care</em> yang mempengarui ketaatan ibu dalam mengkonsumsi tablet Fe dan memiliki hasil, bahwa diperoleh adanya pengaruh antara kerapatan <em>Antenatal care</em> berpengaruh pada ketaatan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil trimester III dengan nilai <em>p</em>-<em>value</em> =0,002 (<em>p-value</em> &lt; 0,05). Selain itu ibu hamil yang tidak perlakukan anjuran datang ke ANC lebih memiliki resiko lebih besar 18 kali dalam ketaatan asupan obat Fe dibandingkannya dengan ibu hamil yang melaksanakan kedatangan ANC sama anjuran secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur Tahun 2020.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian <em>cross sectional study</em>.Populasi pada penelitian ini adalah Ibu hamildi Puskesmas Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur sejumlah 279 orang. Sampel 178 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi langsung oleh responden dan diuji validitas dan realibitas, analisa data menggunakan uji<em> regresi logistik. </em>Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, persepsi dengan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil&nbsp; pada ibu hamil (P value &lt; 0,05). Tidak ada hubungan sosial ekonomi dengan pelaksanaan Kelas Ibu <em>(P value</em> &gt; 0,05). Persepsi merupakan faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Mataram Baru&nbsp; Kabupaten Lampung Timur Tahun 2020.</p> Dian Utama Pratiwi Satria Nandar Baharza Devi Novitasari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-06 2021-04-06 11 2 465 474 10.32583/pskm.v11i2.1284 Pengetahuan Perawat tentang Penerapan Skala Penilaian Perilaku di Awal Kehidupan Bayi http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1285 <p>Interaksi orangtua dan bayi di awal kehidupan bayi berperan penting dalam aspek perkembangan bayi dikehidupan selanjutnya. Namun, sebagian orangtua mengalami masalah dalam interaksi dengan bayinya. Intervensi dini dan singkat seperti Skala Penilaian Perilaku yang dikembangkan oleh Brazelton 1973 dapat menjadi metode potensial untuk meningkatkan kualitas interaksi orangtua dan bayi. Literatur menunjukkan bahwa Skala Penilaian Perilaku dapat menjadi panduan bagi orangtua dalam memahami bayinya. Perawat bertanggungjawab sebagai pendidik dan penyuluh, penting bagi perawat untuk memiliki pengetahuan tentang penerapan Skala Penilaian Perilaku di awal kehidupan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasikan pengetahuan perawat tentang penerapan Skala Penilai Perilaku di Awal kehidupan bayi. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain eksploratif terhadap 14 partisipan yang diambil dengan teknik <em>purposive sampling.</em> Data dianalisis menggunakan <em>Content analysis</em>. Hasil: pengetahuan perawat tentang penerapan Skala Penilaian Perilaku di awal kehidupan bayi masih kurang. Disarankan perlu adanya pelatihan bagi perawat agar memiliki persepsi yang sama dalam penerapan Skala Penilaian Perilaku Di awal Kehidupan Bayi.</p> Yuni Arnita Teuku Tahlil Neti Hartaty Riski Amalia ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-06 2021-04-06 11 2 475 484 10.32583/pskm.v11i2.1285 Safety Performance Feed Back dan Risk Taking Personality terhadap Kepatuhan Perawat Mencuci Tangan dan Memakai APD pada New Normal Covid-19 http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1325 <p>Pandemi Covid-19 menyebabkan keresahan dan kepanikan di masyarakat karena tingkat penularan sangat tinggi dengan angka kematian juga tinggi. Pengetahuan tentang covid masih sangat terbatas dan berkembang terus. Dengan tingginya angka kematian dan pesatnya penyebaran virus ini menyebabkan pemerintah di berbagai negara melakukan tindakan pencegahan diantaranya menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai alat pelindung diri. Perawat sangat rentan tertular covid-19 karena mereka bersentuhan langsung dengan pasien oleh karena itu perawat harus selalu memperhatikan protokol kesehatan diantaranya mencuci tangan dan penggunaan APD Lengkap. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji<em> Spearman’s rho.</em> Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Puskesmas Binanga Mamuju dengan sampel penelitian sebanyak 20 responden dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Ada hubungan yang signifikan antara <em>Safety Performance</em> <em>Feedback</em> dengan kepatuhan mencuci tangan dan penggunaan APD dengan nilai p Value 0.028 ˂ 0.05. <em>Risk Taking Personality</em> berhubungan dengan kepatuhan perawat mencuci tangan dan penggunaan APD dengan nilai p Value 0.012 ˂ 0.05</p> Syafruddin Ali Salaka Iqra Iqra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-04-19 2021-04-19 11 2 485 492 10.32583/pskm.v11i2.1325