GAMBARAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PERILAKU MENGGOSOK GIGI ANAK USIA SEKOLAH

  • Nopi Nur Khasanah
  • Herry Susanto
  • Weny Feftiana Rahayu Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Keywords: kesehatan gigi dan mulut, anak usia sekolah, perilaku menggosok gigi

Abstract

Menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Masalah  kesehatan gigi dan mulut paling banyak dialami oleh anak usia 6-12 tahun. Penyebab yang sangat mendasar adalah kurangnya kesadaran diri sendiri dan orang tua dalam membiasakan anak menggosok gigi yang baik dan benar serta tepat waktu. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi tubuh ketika kondisi gigi dan mulut tidak bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menggosok gigi pada anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan SOP gosok gigi. Jumlah responden sebanyak 119 siswa dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik. Hasil analisis diperoleh bahwa 119 siswa sebagian besar memiliki karakteristik usia 11 tahun dengan tingkat pendidikan sebagian besar kelas 4. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 44,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut tinggi dan sebanyak 55,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut rendah. Selain itu, sebanyak 26,9% siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN Gebangsari 02 Semarang memiliki perilaku sesuai SOP dalam gosok gigi. Namun, 73,1% diketahui memiliki perilaku tidak sesuai SOP dalam gosok gigi. Terdapat 37 responden (31,1%) memiliki pengetahuan kesehatan gigi dan mulut tinggi namun perilaku menggosok gigi tidak sesuai SOP.

 

Kata kunci: kesehatan gigi dan mulut, anak usia sekolah, perilaku menggosok gigi

 

THE DESCRIBE DENTAL AND ORAL HEALTH TOWARD BRUSHING TEETH PRACTICE AMONG SCHOOL AGE CHILDREN

 

ABSTRACT

Maintaining healthy teeth and mouth, can be done by brushing teeth properly. The majority dental and oral health problems are experienced by child aged 6-12 years. Those disorders are caused by the lack of self-awareness of the children and their parents in getting children to brush their teeth properly. This can affect the condition of the body when the oral condition is not hygiene. The purpose of this study was to determine the describe dental and oral health toward brushing teeth practice among school age children.This research was quantitative research with a descriptive research design. Data were collected by using questionnaires and observation of  brushing teeth practice. The number of respondents were 119 students selected by purposive sampling technique. Furthermore, the data were processed statistically. The results of the analysis showed that of 119 students, mostl of them aged 11 year as many as 44.5% with the level of education of most of them 4th grade accaunted for 34.5%. The results showed that 44.5% (n = 53) had high knowledge about dental and oral health and as many as 55.5% (n = 66) had knowledge of low oral and dental health. In addition, as many as 26.9% (n = 32) 4th, 5th and 6th grade students of Gebangsari 02 Elementary School Semarang had behavior in accordance with the standard practice in brushing their teeth. However, 73.1% (n = 87) were known to have inappropriate standard practice behavior in brushing teeth. There were 37 respondents (31.1%) having high dental and oral health knowledge but brushing behavior was not in accordance with the SOP.

 

Keywords: dental and oral health, school-age children, brushing teeth practice

References

Arianto, Zhaluhiyah, Z., & Nugraha, P. (2014). Perilaku menggosok gigi pada siswa Sekolah Dasar Kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(2), 127–135. Retrieved from http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/jpki/article/view/12728
Azwindri. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi pada anak di Sekolah Dasar Ngebel Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Yogyakarta. STIKES Alma Ata.
BPPK. (2018). Hasil utama riskesdas 2018. Jakarta.
Desmita. (2014). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Rosda.
Dinkes Kota Semarang. (2018). Profil Kesehatan Kota Semarang 2017. Retrieved from http://www.dinkes.semarangkota.go.id
Dinkes Provinsi Jawa Tengah. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2016. Retrieved from http://www.dinkesjatengprov.go.id
Gayatri, R. W. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi anak SDN Kauman 2 Malang. Journal of Health Education, 2(2), 201–210.
Habeahan, J. (2009). Pengetahuan, sikap dan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Rapha-el Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan tahun 2009. Universitas Sumatera Utara.
Herijulianti, E., Indriani, T. S., & Artini, S. (2001). Pendidikan kesehatan gigi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Ilyas, M., & Putri, I. N. (2012). Efek penyuluhan metode demonstrasi menyikat gigi terhadap penurunan indeks plak gigi pada murid sekolah dasar. Journal of Dentomaxillofacial Science, 11(2), 91–95.
Jacky Ch., L., Palandeng, H., & Leman, M. A. (2015). Hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan siswa SDN Tumaluntung Minahasa Utara. Jurnal E-Gigi, 3, 567–572.
Khasanah, N. N., Mustafidah, A., & Susanto, H. (2018). Modified legos is effective in stimulating development on pre-school children. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 1(2), 16–21.
Khasanah, N. N., & Rosyida, A. C. (2018). The incident of sibling rivalry on school-age children. In Unissula Nursing Conference (pp. 53–57).
Mirani, E. (2009). Pengaruh konseling genetik pada tingkat kecemasan dan depresi terhadap gender ambigus genetalia. Universitas Diponegoro.
Ningsih, D. S. (2015). Hubungan Jenis Kelamin Terhadap Kebersihan Rongga Mulut Anak Panti Asuhan. ODONTO Dental Journal, 2(1), 14–19. https://doi.org/10.30659/odj.2.1.14-19
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2014). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Pontonuwu, J., Mariati, N. W., & Wicaksono, D. A. (2013). Gambaran status karies anak Sekolah Dasar di Kelurahan Kinilow 1 Kecamatan Tomohon Utara. E-GIGI, 1(2). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/3145
Putra, D. S. H., Hendro, P., Hadi, S. M., Fahmi, I., Hizar, C. A., & Alfian. (2014). Keperawatan Anak & Tumbuh Kembang (Pengkajian dan Pengukuran). Yogyakarta: Nuha Medika.
Rahma, A. (2015). Pengaruh game edukatif terhadap pengetahuan menyikat gigi pada anak Prasekolah TK Raudhatul Al-jihad Kabupaten Gowa. Universitas Islam Negeri Alauddin.
Sampakang, T., Gunawan, P. N., & Juliatri. (2015). Status kebersihan mulut anak usia 9-11 tahun dan kebiasaan menyikat gigi malam sebelum tidur Di SDN Melonguane. Jurnal E-GiGi, 3(1), 1–6. Retrieved from http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/6406
Setyoningrum, I. P., Trining, W., & Ranny, R. (2013). Perbedaan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa Sekolah Dasar di kota dan desa. Universitas Brawijaya. Retrieved from http://repository.ub.ac.id/123740/
Wawan, A., & Dewi, M. (2011). Teori & pengukuran pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
WHO. (2012). Oral Health.
Zaroh, N. (2012). Teori perkembangan kognitif. Yogyakarta.
Published
2019-10-12
How to Cite
Khasanah, N., Susanto, H., & Rahayu, W. (2019). GAMBARAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PERILAKU MENGGOSOK GIGI ANAK USIA SEKOLAH. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 9(4), 327-334. Retrieved from http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/440
Section
Articles