Personal Hygiene dan Stres dengan Kejadian Keputihan pada Siswi Kelas X

  • Nor Wijayanti STIKes Surya Global
Keywords: keputihan, personal hygiene, stres

Abstract

Merawat kebersihan organ seksual sering tidak dilakukan sesering merawat kebersihan organ tubuh lainnya. Pada organ seksual tersebut keringat yang dihasilkan cukup berlebih, sehingga organ seksual tersebut lebih lembab yang dapat menjadi media berkembangnya bakteri, penyakit dan bau tidak sedap. Stres psikososial yang meningkat berhubungan dengan meningkatnya prevalensi bakteri pada vagina. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan stres dengan kejadian keputihan pada siswi kelas X. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian 158 siswi kelas X pada bulan Januari tahun 2020. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah 67 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi oleh peneliti secara langsung kepada responden. Uji validitas menggunakan pearson product moment dan koefisien reabilitas skala dihitung dengan menggunakan teknik keandalan Alpha Cronbach. Analisa data ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji statistik Chi Square. Hasil uji Chi Square menunjukkan hasil nilai signifikan P Value sebesar 0.623 > 0.05 atau 5% bahwa personal hygiene tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian keputihan dan tidak ada hubungan stres dengan kejadian keputihan dengan hasil uji statistik Chi Square di peroleh nilai signifikan P Value sebesar 0.276 > 0.05 atau 5% menunjukkan bahwa stres tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian keputihan. Kesimpulannya yaitu tidak ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan dan tidak ada hubungan stres dengan kejadian keputihan pada siswi kelas X.

References

Agustiyani, D. (2011). Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Keputihan dengan Remaja Putri Kelas X dan XI di SMA Taman Jetis Yogyakarta. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Surya Global Yogyakarta.
Azzam, U. (2012). La Tahzan Untuk Wanita Haid. Jakarta: Qultumedia.
Irianto, K. (2015). Kesehatan Reproduksi. Bandung: Alfabeta.
Jayanti, N.M.A.R. (2019). Hubungan Aktivitas Fisik Mahasiswi Keperawatan dengan Keluhan Keputihan di Kampus Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar Tahun 2019. Skripsi Program Studi Div Keperawatan STIKes Surya Global Yogyakarta.
Kusmiran, E. (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta : Salemba Medika.
Lestari, T. (2015). Kumpulan Teori Untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.
Lukaningsih, Z. & Bandiyah, S. (2011). Psikologi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Marhaeni, G.A. . (2016). Keputihan Pada Wanita. Jurnal Skala Husada, Denpasar: Volume 13 Nomor 1: 30-38. April 2016.
Murti, H. (2017). Hubungan Perilaku Menjaga Kebersihan Genetalia dengan Kejadian Keputihan Pada Siswi Sman 1 Galur. Yogyakarta: Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Edisi 3. Yogyakarta: Salemba Medika.
Sari, R P. (2012). Hubungan Pengetahuan dan Prilaku Remaja Putri dengan Kejadian Keputihan di kelas XII SMA Negeri I Seunuddoon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Sugiyono. (2017). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Wijayanti, I. (2017). Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMA N 2 Ngaglik Sleman. Yogyakarta . Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Published
2021-03-19
How to Cite
Wijayanti, N. (2021). Personal Hygiene dan Stres dengan Kejadian Keputihan pada Siswi Kelas X. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 11(2), 369-376. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/pskm.v11i2.1283