Gaya Hidup Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi

  • Winnellia Rangkuti Poltekkes Kemenkes Pontianak
Keywords: gaya hidup, hipertensi

Abstract

Gaya hidup merupakan faktor yang sangat penting untuk dikaji karena faktor tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat yang pada akhirnya akan tercapai atau tidaknya derajaat kesehatanmasyarakat tersebut.Health behaviuor merupakan perilaku nyata dari anggota masyarakat yang secara langsung berkaitan dengan kesehatan masyarakat itu sendiri. Artinya bahwa penyakit hipertensi yang berkembang di masyarakat ini dapat disebabkan oleh perilaku masyarakat itu sendiri dalam hal ini adalah gaya hidup dan keperibadian masyarakat. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi,meliputi mengetahui gambaran gaya hidup,gambaran kejadian hipertensi,dan hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang Selatan 1. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuanitatif dengan metode penelitian analitik corelational dengan rancangan penelitian cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara variabel independen adalah gaya hidup,makan/diet,kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Tehnik sampling menggunakan consecutive  sampling  yaitu mengambil sampel yang  datang berkunjung sesuai dengan kriteria sampel pada saat melakukan penelitian.Sebanyak 33 responden. Berdasarkan hasil penelitian menurut gambaran gaya hidup pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas kecamatan singkawang selatan 1 tahun 2016 didapatkan hasil persentase tertinggi  dengan kategori cukup sebanyak 8 responden (24.2%), dan menurut gambaran kejadian hipertensi diwilayah kerja puskesmas kecamatan singkawang selatan 1 tahun 2016 didapatkan hasil persentase tertinggi adalah dengan kategori sedang sebanyak 15 responden ( 45.5%). Sedangkan menurut hasil penelitian  uji statistik kolerasi Chi- square didapatkan nialai p = 0.001 (p< 0,05), hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang selatan 1.

References

Anna, Palmer. (2007). Simple Guides (Tekanan darah tinggi). Jakarta: Erlangga.
AS, M., (2010), Hidup Bersama Hipertensi. Yogyakarta: In Book.
Ayu Rosiana. (2014). Pengaruh Pendampingan Perilaku Diet Hipertensi Terhadap Kepatuhan Diet Pada Penderita HIpertensi Di Kampung Sanggrahan. Jurnal Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Kusuma Husada. Surakarta.
Azwar, S. (2010). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Carpenito. (1998). Diagnosa keperawatan aplikasi pada praktik klinis Eedisi 6. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2007). Jakarta; 2008
Depkes RI(2008) Pedoman teknis penemuan dan tata laksana hipertensi. Jakarta :Direktorat Jenderal PP& PL Depkes RI.
Depkes RI. Hipertensi di Indonesia. Jakarta : Depkes RI. 2012.
Effendy,N & Rosyid, FN. (2011). Hubungan kepatuhan diet rendah garam dan terjadinya kekambuhan pada pasien hipertensi di wilayah Puskesmas Pasongsongan Kabupaten Sumenap Madura. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamadiyah Surabaya.
Hasan, H . (2005). Resiko Penyakit Jantung Koroner Akibat Hipertensi. Journal Majalah Kedokteran Nusantara Vol 38 No.( 3 Maret 2015).
Junaidi, (2010). Hipertensi. Jakarta: Ilmu populer
Lany et all, (2004) Hipertensi: Informasi Lengkap Untuk Penderita Hipetensi. Jakarta :PT .Gramedia Pustaka Utama.
Lany, Gunawan . Hipertensi Tekanan Darah Tinggi. Yogyakarta : Kanisius. 2008
Ningsih, f. (2008). Hubungan Karateristik Individu, Asupan Zat Gizi Gaya Hidup Terhadap kejadian hipertensi Pada Orang Dewasa Di Depok.
Nisa, (2012). Ajaibnya Terapi Herbal Tumpas Penyakit Tekanan Darah. Jakarta : Dunia Sehat.
Palmer, A & Williams, B, (2007), Tekanan Darah Tinggi. Jakarta: Erlangga
Riyanto,A, (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika
Rohaendi. Hipertensi dan Faktor Resiko. Sumatra Utara : USU. 2003.
Rudianto,.(2013). Menaklukan Hipertensi dan Diabets.Yogyakarta: Sakkhassukma.
Sarastini, (2010). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Kelompok Usia 30 Tahun Keatas Dikelurahan Depok. Skripsi Universitas Veteran Pembangunan.
Setiadi,(2008). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Smeltzer, S.C & Bare, B.G., (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, Edisi 8 Volume 2, Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Sofia D, Digi F, (2012). Hidup Bahagia dengan Hipertensi, Jogjakarta: A+ Plus Books
Sugiyono,(2010). Statiska untuk Penelitian. Bandung: CV.Alfabeta.
Susilo,Y & Wulandari (2011) Cara Jitu Mengatasi Hipertensi .Yogyakarta: Andi
Sutomo, B. (2009.) Menu Sehat Penakluk Hipertensi. Jakarta :Media
Tedjakusuma, P., (2012). Tatalaksana Hipertensi, Cermin Dunia Kedokteran, Volume 39 no. 4 tahun 2012
Towsend, Raymond R. (2010). Tanya Jawab Soal Hipertensi Jakarta :indeks.
WHO, (2003). Adherence To Long-Term Therapies. Switzerland: WHO Library Cataloguing.
Widyasari, DF & Candrasari, A (2010). Pengaruh Pendidikan tentang Hipertensi terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Lansia di Desa Makamhaji Kartasura Sukoharjo. Jurnal Biomedika Fakultas Kedokteran Universitas UMS, Vol.2 No.2
Yusuf, I. (2008). Hipertensi sekunder. Medical Review, 21(3), 71-79.
Published
2021-03-18
How to Cite
Rangkuti, W. (2021). Gaya Hidup Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 11(2), 341-348. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/pskm.v11i2.1248