Model AKSI untuk Mewujudkan Gerakan Sehat Mental dalam Mengatasi Kecemasan Remaja

  • Ni Komang Ayu Marini Permata Cahyanthi Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Komang Ayu Henny Achjar Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • I Dewa Putu Gede Putra Yasa Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • I Made Sukarja Poltekkes Kemenkes Denpasar
Keywords: kecemasan, model “AKSI”, pandemi covid-19, remaja

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan merasa  terancam terhadap situasi tertentu yang merupakan respon terhadap bahaya. Dampak pandemi Covid-19 membuat remaja yang terbiasa hidup produktif tiba-tiba harus menyesuaikan diri dengan keadaan. Kecenderungan tidak produktif dan tidak berinteraksi dengan orang lain membuat perasaan merasa sendiri menimbulkan kecemasan. “AKSI” sebagai gerakan sehat mental yang merupakan upaya menurunkan kecemasan pada remaja ini merupakan akronim dari A=aktif bergerak, K=kurangi pikiran negatif, S=selektif terhadap informasi dan I=interaksi yang berarti yang diterapkan pada remaja yang mengalami kecemasan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan adalah menunjukkan pengaruh penerapan model “AKSI” terhadap tingkat kecemasan terutama pada remaja di masa pandemi Covid-19. Menggunakan desain penelitian one group pre-post test. Populasi penelitian ini adalah remaja dengan tingkat kecemasan ringan hingga berat di wilayah Denpasar, menggunakan purposive sampling 15 orang responden dengan rentang usia 15 – 24 tahun. Variabel bebas dan terikat adalah model “AKSI” dan tingkat kecemasan. Instrument yang digunakan untuk mengkaji kecemasan adalah kuisioner HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety)  dengan hasil uji validasi r = 0.93 dan uji reliabilitas = 0.97. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan setelah perlakuan adalah 22.8 (kecemasan sedang) menjadi 19.1 (kecemasan ringan). Hasil tes dengan paired t-test menunjukkan p value = 0.000 yaitu adanya pengaruh penerapan model “AKSI” untuk menurunkan tingkat kecemasan.