Pendekatan Teori Sosial Kognitif untuk Meningkatkan Efikasi Diri Keluarga dalam Pencegahan Infeksi pada Anak Leukemia

  • Anggun Pranessia Anggrasari STIKes Surabaya
Keywords: leukemia limfoblastik akut, efikasi diri keluarga, teori kognitif sosial bandura

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) mempunyai tingkatan morbiditas dan mortalitas cukup tinggi di beberapa Negara akibat adanya infeksi selama pengobatan. Program pencegahan infeksi yang dilakukan oleh keluarga merupakan sumber kekuatan dalam perawatan sebagai upaya pemberdayaan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan teori sosial kognitif Bandura dalam meningkatkan efikasi diri keluarga ketika melakukan perawatan pada anak LLA. Desain penelitian yang digunakan yaitu quasy experimental dengan rancangan pre-test and post-test non-equivalent control group. Peneliti membagi 2 kelompok dengan consecutive sampling. Jumlah sampel 46 responden yang menjadi pengasuh utama anak. Instrumen menggunakan kuesioner efikasi diri. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann-Whitney U Test dengan batas kemaknaan 95%. Hasil penelitian didapatkan p-value< 0,05 (p=0,014) berarti ada perbedaan yang signifikan efikasi diri keluarga pada masing-masing kelompok sehingga pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan pendekatan teori kognitif sosial Bandura dapat dikembangkan melalui ke-empat sumber efikasi diri untuk meningkatkan keyakinan diri keluarga dalam rangka meningkatkan kualitas hidup anak LLA.