Analisis Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Kunjungan ke Baby Spa
Abstract
Perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensi berjalan sangat cepat pada masa bayi dan balita, dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Salah satu alternatif dalam menstimulasi perkembangan bayi adalah dengan baby spa. Bayi yang mendapat baby spa memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal dibandingkan bayi yang sama sekali tidak pernah mendapat perawatan baby spa. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan ke Baby Spa. Jenis penelitian adalah non eksperimen dengan desain crossectional. Subyek penelitian adalah ibu yang melakukan kunjungan ke baby spa yang memiliki bayi usia 2-12 bulan. Sampel penelitian berjumlah 36 orang. Teknik sampling menggunakan Consecutive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti yang telah valid dan reliabel. Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rank dan uji Chi-Square. Hasil penelitian yaitu umur ibu sebagian besar adalah 20-35 tahun (88,9%), tingkat pendidikan ibu sebagian besar adalah tinggi (69,4%), pekerjaan ibu sama antara bekerja dan tidak bekerja yaitu masing-masing 50%, jarak tempat tinggal sebagian besar adalah ≥2 km (80,6%), penghasilan sebagian besar adalah ≥UMP (72,2%), tingkat pengetahuan ibu tentang baby spa sebagian besar adalah baik (58,3%) dan frekuensi kunjungan ibu ke baby spa sebagian besar adalah rutin (58,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang baby spa dengan frekuensi kunjungan ke baby spa di Momoo Baby Spa.