Tingkat Pengetahuan tentang Upaya Perawatan Gigi Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah

  • Nurleny Nurleny Program Studi S1 Keperawatan, STIKes Mercubaktijaya Padang
  • Hidayatul Hasni Program Studi S1 Keperawatan, STIKes Mercubaktijaya Padang
Keywords: karies, tingkat pengetahuan, upaya perawatan gigi

Abstract

Usia sekolah merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan  fisik  anak.  Periode ini  juga disebut  sebagai  periode kritis karena pada masa ini anak mulai mengembangkan kebiasaan yang biasanya cenderung menetap sampai dewasa.Salah satunya adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut. Usia 8 - 11 tahun merupakan kelompok usia yang sangat kritis terhadap terjadinya karies gigi permanen karena pada usia ini mempunyai sifat khusus yaitu masa transisi pergantian  gigi susu ke gigi permanen. Anak usia 8 - 11 tahun pada umumnya duduk di bangku kelas 3-5 sekolah dasar. Pada usia 8 - 11 tahun prevalensi karies gigi mencapai 60% - 80%. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional study yang menggunakan teknik proportional stratified sampling, Populasi penelitian ini adalah 126 responden dengan jumlah sampel sebanyak 54 yaitu siswa kelas IV dan V Di SDN 11 Kampung Jua, pada tanggal 13-14 juni 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa univariat ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan menggunakan uji chi- square dengan tingkat kepercayaan 95% α = 0,05. Hasil penelitian diketahui terhadap 54 responden, didapatkan (48,1%) mengalami karies gigi, (75,9%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah dan (83,3%) responden memiliki upaya perawatan yang   kurang   baik.   Analisa   bivariat   menunjukan   terdapat   adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap upaya perawatan gigi dengan  kejadian  karies  gigi  pada  murid  kelas  IV  dan  V  di  SDN  11 Kampung Jua ɑ< 0,05. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hampir separoh siswa yang mengalami karies gigi dan sebagian besar tingkat pengetahuan siswa rendah serta upaya perawatan gigi yang buruk