Health Education Berbasis Sosial Media Berpengaruh terhadap Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir yang Menjalani Hemodialisis Berdasarkan Teori Health Promotion Model

  • Ira Trio Wahyuni Program Studi Magister Terapan Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Ahmad Yusuf Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga
  • Khamida Khamida Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Keywords: health education berbasis social media, kepatuhan, pasien PGTA

Abstract

Hingga saat ini hal yang menjadi salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia yaitu pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) yang masih banyak belum patuh membatasi asupan cairan saat menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh intervensi Health Education berbasis Social Media terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani hemodialisis berdasarkan teori health promotion model. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan pendekatan pretest-postest control group design. Populasi target penelitian ini pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya pada tahun 2020 sebanyak 298 orang. Sampling penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling, sehingga sampel penelitian ini sebanyak 20 pasien. Instrumen yang digunakan yaitu SAP dan lembar kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent T-test dan uji Paired T-test  dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Perbedaannya tampak dari meningkatnya jumlah responden yang patuh setelah diberi intervensi. Dilakukan uji statistik dengan α = 0,05 dan diketahui data berdistribusi normal dan homogen. Nilai uji Independent T-test didapatkan hasil t hitung > t tabel dengan nilai sig. 0,018 untuk kelompok kontrol dan sig.0,020 untuk kelompok perlakuan. Uji Paired T-test  nilai ρ = 0,37 pada kelompok perlakuan maka ρ < α, sehingga ada pengaruh intervensi Health Education berbasis Social Media terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani hemodialisis berdasarkan teori health promotion model. Kesimpulan penelitian ini yaitu setelah diberikan intervensi Health Education berbasis Social Media pasien PGTA yang menjalani hemodialisis menjadi patuh dalam pembatasan cairan. Sebaliknya pasien PGTA konsisten dalam pembatasan cairan, sehingga kualitas hidup meningkat.