Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita
Abstract
Prevalensi stunting berdampak pada bidang ekonomi bagi dunia dan Indonesia. Pemantauan Status Gizi tahun 2016 mendapatkan prevalensi stunting sebesar 27,5%. WHO menyatakan bila stunting >20% maka masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis. Masalah stunting di Indonesia termasuk kategori kronis, diantaranya 14 provinsi prevalensi stunting diatas angka nasional. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Dusun Nyurbaye Gawah Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional, dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini populasinya adalah ibu yang memiliki anak balita di Dusun Nyurbaye Gawah Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat sebanyak 766 ibu balita, dengan jumlah sampel 352 orang. Alat untuk pengukuran data terdiri dari kuesioner dan lembar observasi. Analisis data meliputi analisis univariat, yang akan menampilkan distribusi frekuensi masing-masing variabel penelitian dan analisis bivariat, yang akan menampilkan hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baik, sikap yang positif dan keterampilan yang baik mengenai pencegahan stunting. Ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan kejadian stunting pada balita. Sehingga disarankan bagi Puskesmas agar dapat membuatkan program yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu balita tentang pencegahan kejadian stunting pada balita melalui promosi kesehatan atau penyuluhan, workshop dan lainnya.