Penerapan Perilaku Sehat Adaptasi Kebiasaan Baru dan Perubahan Masalah Psikososial Akibat Pandemi Covid-19

  • Rita Rahayu STIKES Sukabumi
  • Eka Budiarto Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Budi Anna Keliat Universitas Indonesia
Keywords: adaptasi kebiasaan baru

Abstract

Prevalensi Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) yang meningkat dan diiringi dengan angka kesembuhan yang juga semakin meningkat tidak menjamin masyarakat terbebas dari dampak psikolgis akibat COVID-19. Masyarakat hingga saat ini masih mengalami masalah psikososial seperti kecemasan, depresi, gejala psikotik, dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan gambaran penerapan adaptasi kebiasaan baru dan perubahan masalah psikososial akibat pandemi COVID-19. Studi ini menggunakan metode descriptivecase study yang melibatkan empat responden yang diukur masalah psikososial, diberikan dukungan kesehatan jiwa psikososial terkait COVID-19, dan diukur penerapan adaptasi kebiasaan barunya. Pengukuran masalah psikososial menggunakan instrumen Self-Reporting Questionnaire dan penerapan adaptasi kebiasaan baru dihitung kenaikan rata-rata perilaku, dan keduanya diukur sebelum diberikan dukungan kesehatan jiwa psikososial COVID-19, hari ke-14, dan hari ke-28 setelah diberikan dukungan kesehasatan jiwa psikososial. Hasil diperoleh bahwa terjadi peningkatan rata-rata perilaku sehat adaptasi kebiasaan baru (95%-100%) yang meliputi adaptasi peningkatan imunitas fisik, peningkatan imunitas jiwa, pencegahan penularan COVID-19 secara fisik, pencegahan masalah kesehatan jiwa terkair COVID-19 pada individu, keluarga, dan masyarakat. Hasil juga diperoleh terjadi perubahan masalah psikososial pada dua responden yang sebelumnya mengalami gangguan mental emosional (25%) dan PTSD (50%) menjadi sehat (100%) baik secara fisik dan psikososial. Oleh karena itu, penerapan adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat sangat penting untuk pengelolaan kesehatan fisik dan jiwa agar terhidar dari penularan COVID-19 dan masalah kesehatan jiwa psikososial akibat COVID-19.