Intervensi Self-Care yang Efektif terhadap Penurunan Tingkat Rehospitalisasi Pasien Gagal Jantung di Berbagai Tatanan Pelayanan Kesehatan Masyarakat: Literatur Review
Abstract
Pasien gagal jantung memiliki tingkat rehospitalisasi yang tinggi karena gagal jantung bersifat melemahkan, progresif dan tidak dapat diprediksi. Intervensi self-care  meningkatkan kualitas hidup, menurunkan tingkat rehospitalisasi, biaya ekonomi pasien, keluarga, masyarakat serta system pelayanan kesehatan. Meskipun intervensi ini telah banyak dilakukan namun diperlukan telaah artikel intervensi self-care yang efektif dan sesuai dengan tatanan pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan melihat intervensi self-care yang efektif dan sesuai dengan tatanan pelayanan masyarakat. Studi literatur ini dibuat dengan menganalisis artikel ilmiah penelitian prospektif berbahasa Inggris yang dipublikasikan tahun 2010-2021. Data didapatkan dari database Scopus, ScienceDirect, ClinicalKey dan SagePublications dengan kata kunci Patient Self-care and Heart Failure, Self-care intervention and heart failure, dan Self-care intervention and Heart Failure rehospitalization. Hasil studi literature didapatkan 13 artikel yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil telaah ditemukan bahwa intervensi self-care diberikan pada pasien yang menjalani rawat inap, rawat jalan serta penggabungan rawat inap-rawat jalan. Gabungan intervensi self-care rawat inap, rawat jalan dan gabungan intervensi rawat inap-rawat jalan terdiri dari edukasi self-care, edukasi self-care ditambah follow-up home visit, edukasi self-care ditambah follow-up telemonitoring, program self-care ditambah follow-up via telepon, edukasi self-care ditambah konsultasi via telepon, edukasi self-care ditambah home visit, edukasi self-care ditambah home visit dan konseling via telepon.