Kecepatan Berjalan Berdasarkan Lama Menderita Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes dengan Riwayat Ulkus Kaki Diabetik
Abstract
Penurunan kecepatan berjalan merupakan permasalahan yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus, namun penilaian ini sering tidak diperhatikan dalam keperawatan. Durasi diabetes melitus kemungkinan dapat mempengaruhi penurunan kecepatan berjalan. Penelitian bertujuan mengevaluasi kecepatan berjalan dan perbedaan kecepatan berjalan berdasarkan durasi diabetes melitus selama ≤5 tahun, 6-10 tahun, >10 tahun pada pasien dengan riwayat ulkus kaki diabetik. Penelitian dengan desain cross-sectional dilakukan pada lima puluh pasien pascasembuh ulkus diabetik telapak kaki 1-12 bulan, yang berusia 40-60 tahun dan dipilih secara consecutive. Data kecepatan berjalan dikumpulkan dengan cara observasi berjalan secepat pasien mampu dalam jarak lima meter, sedangkan durasi diabetes melitus dikumpulkan dengan wawancara pada pasien. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji post hoc Mann Whitney. Ditemukan median kecepatan berjalan dengan durasi diabetes melitus ≤5 tahun, 6-10 tahun, >10 tahun berturut-turut adalah 0,68 m/detik, 0,60 m/detik, dan 0,48 m/detik. Perbedaan kecepatan berjalan ditemukan antara pasien dengan durasi diabetes melitus >10 tahun dengan ≤5 tahun (p=0,04) dan 6-10 tahun (p=0,002). Tidak ada perbedaan kecepatan berjalan antara pasien dengan durasi diabetes melitus ≤5 tahun dengan 6-10 tahun (p=0,395). Disimpulkan ada perbedaan kecepatan berjalan pasien dengan durasi diabetes ≤10 tahun dan >10 tahun.