Terapi Relaksasi Otot Progresif Berpengaruh terhadap Tingkat Nyeri Sendi pada Lansia
Abstract
Lansia merupakan seseorang yang berusia diatas 45 tahun yang mulaM mengalami proses menua. Membuat mereka mengalami degeratif fungsi tubuh. Muncul berbagai penyakit salah satunya rematik. keluhan utamnya adalah nyeri. Penanganan komplementer untuk mengurangi nyeri dengan terapi Relaksasi Otot Progresif. Metode Penelitian ini pre-eksperimental denan pendekatan one group pretest post test dengan total sampling. Sample dalam penelitian ini Sebanyak 22 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah konsioner skala nyeri Numerik. Uji Validtas dan Relibilitas instrumen menggunakan Conten dan Contruct. Analisa data univariat dengan distribusi Prosentase dan Analisa bivariat dengan bantuan komputer menggunaka Wilcoxon Test. Penilaian dilakukan sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif dengan hasil hampir seluruh (77,3%) lansia mengalami nyeri berat dan setelah diberi terapi hampir seluruhnya ( 95,5 % ) lansia mengelami nyeri ringan. Ada perbedaan bermakna pada kelompok eksperimen. P value = (0,000) maka nilai p-value <0,05 (0,000< 0,05 hal ini menunjukan bahwa H0 di tolak dan H1 diterima artinya ada Pengaruh Pemberian terhadap Tingkat Nyeri pada lansia. Terapi Relaksasi Otot Progresif secara signifikan dapat menurunkan tingkat nyeri pada lansia.