Perbedaan Durasi Tidur Bayi Usia 6-12 Bulan Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Bayi
Abstract
Gangguan tidur pada bayi ternyata cukup sering ditemui oleh orang tua, tetapi sayangnya kondisi ini jarang ditangani secara serius dan dianggap biasa. Gangguan tidur tersebut menimbulkan penderitaan dan ganguan dalam berbagai fungsi sosial, pertumbuhan dan perkembangan anak, maupun ganguan pada fungsi lainnya. Bila gangguan ini tidak ditangani serius, ternyata dapat disertai berbagai gangguan perilaku. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pra-eksperimental dengan menggunakan rancangan One group pra-post test design tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini yaitu bayi usia 6-12 bulan di di Desa Sugihwaras , Kec.Prambon, Kab. Nganjuk sebanyak 36 responden. Dengan teknik sampel simple random sampling sebanyak 33 sampel. Analisis dikaji dengan uji statistik wilcoxon math pairs test pada taraf signifikasi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan pijat bayi sebagian kecil responden memiliki durasi tidur yang cukup sejumlah 5 (15,2%) dan sesudah dilakukan pijat bayi sebagian besar responden memiliki durasi tidur cukup sejumlah 21 (63,6%). Dari hasil penelitian ada perbedaan durasi tidur bayi usia 6-12 bulan sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi di di Desa Sugihwaras , Kec.Prambon, Kab. Nganjuk.