Apakah Aktifitas Fisik dan Kepatuhan Minum Obat Berhubungan dengan Status Kesehatan Mental Penderita Hipertensi?

  • Megawati Christin Novitasari Sasue Universitas Kristen Satya Wacana
  • Desi Desi Universitas Kristen Satya Wacana
  • Rosiana Eva Rayanti Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: aktifitas fisik, hipertensi, kepatuhan minum obat, status kesehatan mental

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius sampai pada kematian. Peningkatan prevalensi penyakit hipertensi dikarenakan perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti rendahnya kepatuhan minum obat antihipertensi, aktivitas fisik rendah serta pengelolaan stres yang buruk. Kasus hipertensi pada Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu sebanyak 3.124 kasus, sehingga pentingnya penerapan manajemen hipertensi seperti modivitasi gaya hidup untuk pengendalian hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku kesehatan yang meliputi aktivitas fisik, kepatuhan minum obat dan status kesehatan mental pada penderita hipertensi di Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional pada 50 responden usia 25-70 tahun, penduduk asli Talaud (lahir, besar, tinggal di Talaud) dan terdiagnosa hipertensi oleh dokter minimal 3 tahun. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Adherence to Refills and Medication Scale (ARMS) dan Mental Health Inventory (MHI) serta melakukan pengukuran tekanan darah. Analisa data menggunakan uji Pearson Correlation. Berdasarkan uji pearson correlation  variabel kepatuhan minum obat (ARMS) dan status kesehatan mental (MHI) dengan hasil p-value=0,022 (p<α), serta variabel aktivitas fisik (GPAQ) dan status kesehatan mental (MHI) diperoleh p-value=0,082 (p>α). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat (ARMS) dengan  status kesehatan mental (MHI),  sedangkan untuk variabel aktivitas fisik (GPAQ) dengan status kesehatan mental (MHI) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel.