Koping Pasien DM Tipe 2 dalam Pelaksanaan Manajemen Perawatan Diri

  • Andri Setyorini STIKES Surya Global
  • Supriyadi Supriyadi STIKES Surya Global
Keywords: DM tipe 2, koping, manajeman perawatan diri

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang sangat bergantung pada perilaku dan perubahan gaya hidup masing-masing individu. Sehingga  yang paling utama adalah mengubah gaya hidup terutama dalam manajemen perawatan diri DM. Pengobatan diabetes yang terus menerus tentunya akan menimbulkan kejenuhan dan stress. Stres juga merupakan pemicu kenaikan kadar glukosa darah yang seharusnya dikendalikan dengan koping yang tepat. Oleh karena itu, penderita perlu selalu memahami bahwa koping dalam manajemen perawatan diri merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan dalam manajemen perawatan diri pada pasien diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi “Koping pada Pasien dengan DM Tipe 2 dalam Pelaksanaan Manajemen Perawatan Diri”. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan in depth interview sebagai metode pengumpulan data. Partisipan pada penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berjumlah 5 orang  dengan penentuan partisipan  menggunakan tehnik purposive sampling. Analisis data menggunakan qualitative content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 5 hal terkait koping yang diterapkan oleh pasien DM tipe 2 dalam mendukung pelaksanaan manajemen perawatan diri, yaitu dengan menjalani terapi, penanganan hipoglikemi mandiri, modifikasi diet, kesadaran diri, dan  ketidakpatuhan dalam pelaksanaan manajemen perawatan diri.

References

American Diabetes Association. (2010). Standards of Medical Care in Diabetes - 2010 Position Statement. Diabates Care, 33(Suppl 1), S13–S61. https://doi.org/10.2337/dc10-S011
Bozer, G., & Joo, B.-K. (2015). The Effects of Coachee Characteristics and Coaching Relationships on Feedback Receptivity and Self-Awareness in Executive Coaching. International Leadership Journal, 7(3), 36–58.
Creswell John W. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogayakarta: Pustaka Pelajar.
Devi Hijratur Rohmah, Abu Bakar, E. D. W. (2012). The Coping Mechanism in Diabetic Patients in Internal Division RSUD DR. Soegiri Lamongan. (1), 2012.
Ebigail Daeli, Martha Ardiaria, A. C. (2018). Pengaruh Pemberian Nasi Beras Merah (Oryza nivara) dan Nasi Beras Hitam (Oryza sativa L.indica) terhadap Perubahan Kadar Gula Darah dan Trigliserida Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Diabetes Melitus Tipe 2. JNH(Journal of Nutrition and Health), 6(2), 42–56.
Hamzah, D. F. (2019). Analisis Penggunaan Obat Herbal Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Kota Langsa. Jurnal JUMANTIK, 4, 168–177.
Isabella, C., Sitorus, R., & Afiyanti, Y. (2008). Pengalaman Ketidakpatuhan Pasien Terhadap Penatalaksanaan Diabetes Mellitus: Studi Fenomenologi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(2), 84–90. https://doi.org/10.7454/jki.v12i2.205
Keliat, B. A. (2011). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas.
Kemenkes, RI. (2011). Modul penggunaan obat rasional. Kementerian Kesehatan RI, 1–192.
Nuzul Wahyuning Diyah, Aprilia Ambarwati, Gita M. Warsito, Greta Niken, Eriza T. Heriwiyanti, Rany Windysari, Deka Prismawan, R. F. H. & P. (2016). Evaluasi Kandungan Glukosa Dan Indeks Glikemik Beberapa Sumber Karbohidrat Dalam Upaya Penggalian Pangan Ber-Indeks Glikemik Rendah. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 3(2), 67–73.
PERKENI. (2011). Konsnsus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2011.
PERKENI. (2020). Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia ( PB PERKENI ). The Indonesian Society of Endocrinology, 1–5.
Richard S Lazarus; Susan Folkman. (1984). Stress, Appraisal and Copingitle. Retrieved from https://www.worldcat.org/title/stress-appraisal-and-coping/oclc/609341596
Rikanurrizki, D. (2017). Penyuluhan Kesehatan dengan SMS Terhadap Kesadaran Diri Pada Anggota Keluarga Dengan Diabetes Mellitus Di Poli Endokrin RSUDZA Health Education With SMS Against Self Awareness of Family Members with Diabetes Mellitus in Poly Endokrin RSUDZA. Jurnal Ilmu Keperawatan.
Sadikin, L. M., & Subekti, E. (2013). Coping stres pada penderita diabetes melitus pasca amputasi. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 2(3), 17–23.
Sandelowski, M. (2000). Focus on research methods: Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing and Health, 23(4), 334–340. https://doi.org/10.1002/1098-240X(200008)23:43.0.CO;2-G
Setyorini, A. (2017). Stres dan Koping pada Pasien Dengan DM Tipe 2 dalam Pelaksanaan Manajemen Diet di Wilayah Puskesmas Banguntapan II Kabupaten Bantul. Health Sciences and Pharmacy Journal, 1(1), 1. https://doi.org/10.32504/hspj.v1i1.3
Smeltzer, S, C & Bare, B, G. (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 3.
Stuart, G. W. (2016). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart Buku II (Indonesia,). Mosby Elsevier.
Sutawardana, J. H., Yulia, & Waluyo, A. (2016). Studi Fenomenologi Pengalaman Penyandang Diabetes Melitus Yang Pernah Mengalami Episode Hipoglikemia. Nurseline Journal, 1(1), 159–175.
Widodo, A. (2013). Stress Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe-2 Dalam Melaksanakan Program Diet di Klinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi Semarang. Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine, 1(1), 53–56. https://doi.org/10.36408/mhjcm.v1i1.41
Published
2021-01-09
How to Cite
Setyorini, A., & Supriyadi, S. (2021). Koping Pasien DM Tipe 2 dalam Pelaksanaan Manajemen Perawatan Diri. Jurnal Keperawatan, 13(1), 39-46. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/keperawatan.v13i1.1097