Analisis Hubungan Beban Kerja dengan Burnout Syndrome pada Perawat
Abstract
Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien maupun keluarga pasien dituntut harus bertanggung jawab dan optimal, dimana apabila hal ini tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki maka akan menjadikan beban kerja tersendiri bagi perawat yang dapat menyebabkan perawat mengalami burnout syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja (burnout syndrome) pada perawat di ruang RPD RSD Blambangan Banyuwangi tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 29 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan lembar kuesioner responden pada penelitian ini.Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statatistik Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan 12 responden (42%) memiliki beban kerja sedang dan 18 responden (62%) mengalami kelelahan kerja (burnout syndrome) ringan. Perhitungan uji statistik didapatkan hasil Correlation Coefficient 0,661 dan sig.(2- tailed) = 0,000 < α = 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang RPD RSD Blambangan Banyuwangi tahun 2020.