Pelaksanaan Proses Keperawatan di Sebuah Lapas Jawa Tengah: Studi Kasus

  • Abdullah Azam Mustajab Universitas Diponegoro
  • Megah Andriany Universitas Diponegoro
  • Elis Hartati Universitas Diponegoro
Keywords: keperawatan pemasyarakatan, lapas, proses keperawatan

Abstract

Pelaksanaan proses keperawatan di setting Lapas berbeda dengan setting perawat pada umumnya terutama dalam proses pengkajian dan proses intervensi. Penelitian-penelitian tentang proses keperawatan di Lapas masih jarang ditemui. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan proses keperawatan di sebuah Lapas Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan sebuah studi kasus dengan desain single exploratory case study dirancang dengan seorang partisipan berpendidikan ners dan partisipan sudah bekerja selama 17 tahun, penelitian dilakukan di salah satu Lapas di Wilayah Jawa Tengah. Pengambilan data pada bulan Juni 2020 dengan melakukan wawancara semi terstuktur secara daring dan analisis data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian terdapat empat tema yaitu pengkajian warga binaan, implementasi keperawatan yang kompleks dan rumit, proses evaluasi secara bertahap, dan keterbatasan menjalani proses keperawatan. Menjadi protokol  wajib setiap warga binaan yang masuk Lapas untuk dilakukan pengkajian secara sistematis mulai dari biodata, riwayat penyakit degeneratif, penyakit menular, dan penyakit mental, serta penggunaan narkoba sehingga implementasi keperawatan yang diberikan bisa optimal. Implementasi yang dilakukan di lapas sangat kompleks dan rumit karena dipengaruhi beberapa hal yaitu pasien yang dirawat berpotensi agresif dan manipulatif, setelah melakukan implementasi perawat pemasyarakatan melakukan evaluasi dengan membandingkan kondisi WBP sebelum dan setelah diberikan intervensi, dan adanya aturan pemasyarakatan. serta keterbatasan yang ada di Lapas yang meliputi keterbatasan SDM, keterbatasan sarana prasarana, dan keterbatasan untuk pengembangan keilmuan keperawatan. Pelaksanaan proses keperawatan di sebuah Lapas Jawa Tengah dilakukan dengan melakukan pengkajian terhadap WBP, melakukan implementasi keperawatan yang komplek dan rumit, melakukan evaluasi secara bertahap, dan terdapat kendala dalam melaksanakan proses keperawatan.