Jurnal Gawat Darurat http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD <p>JGD menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian yang berfokus pada (10) pilar kegawatdaruratan, meliputi: kegawatdaruratan &nbsp;anak; <em>kegawatdaruratan</em><em> maternitas; </em><em>kegawatdaruratan</em> <em>psikiatri, </em><em>keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat</em><em>.</em></p> en-US Jurnal Gawat Darurat 2684-9321 Penanganan Awal Stroke Non Hemoragic oleh Masyarakat Awam http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/647 <p>Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan nomor satu di Indonesia, serta menyebabkan depresi bagi penderitanya. Di indonesia terdapat kira-kira 2 juta orang penderita stroke yang bertahan hidup dalam kondisi cacat, serta 80% dari stroke ini adalah jenis iskemik dimana aliran darah keotak terhambat. Penanganan awal stroke bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu melakukan fase deteksi, pengiriman pasien dan transportasi/ambulans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penanganan awal stroke non hemoragic oleh masyarakat awam. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>deskriptif</em> <em>survey</em>, yang dilakukan pada bulan Maret 2019. Sampel sebanyak 53 responden keluarga pasien stroke. Pengambilan sampel secara <em>consecutive sampling. </em>Hasil penelitian diperoleh sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, rata-rata berusia 29 tahun, berpendidikan SMA, dan hubungan dengan keluarga sebagai anak. Tindakan awal deteksi sebagian besar kurang sebanyak(50,9%). Tindakan awal pengiriman pasien sebagian besar kurang sebanyak(49,1%). Tindakan awal transportasi/ ambulance pasien sebagian besar kurang sebanyak (60,4%).</p> <p>&nbsp;Kata kunci: penanganan awal, stroke non hemoragic, masyarakat awam bencana</p> <p>&nbsp;<strong><em>THE INITIAL TREATMENT OF NON-HEMORRHAGIC STROKE BY THE GENERAL PUBLIC</em></strong><strong><em>ABSTRACT</em></strong><strong><em><br></em></strong></p> <p><em>Stroke is the first cause of death and disability In Indonesia, and causes depression for sufferers. In Indonesia, there are approximately 2 million people with stroke who survive in conditions of disability, and 80% of these strokes are an ischemic type where the blood flow to the brain is inhibited.Early treatment of stroke can be done in 3 ways, namely the detection phase, patient delivery and transportation / ambulance. The purpose of this study was to determine the description of the initial treatment of non-hemorrhagic stroke by the general public. Quantitative research with a descriptive survey design, conducted in March 2019. A sample of 53 respondents were families of stroke patients. Sampling by consecutive sampling. The results of the study were obtained mostly by men, on average 29 years old, high school education, and relationships with families as children. Most of the initial detection measures were less (50.9%). Most of the patient's initial delivery procedures were less (49.1%). Most of the patients' initial transportation / ambulance actions were less (60.4%).</em></p> <p><em>&nbsp;</em><em>Keywords: </em><em>early treatment, non hemorrhagic stroke, ordinary people</em></p> Lestari Eko Darwati Setianingsih Setianingsih Purwati Purwati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2019-12-27 2019-12-27 1 2 45 50 Komunitas Mangrove dalam Pengurangan Risiko Bencana http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/649 <p>Mangrove terbukti memberikan kontribusi yang tinggi menjaga stok pangan pesisir dan benteng alami dari tsunami. Hampir seperempat bagian mangrove dunia atau sedikitnya 3.5 juta hektar lahan mangrove ada di Indonesia. Salah satu faktor yang membuat kerusakan yang terjadi pada ekosistem mangrove adalah pengelolaan yang tidak dilakukan dengan baik. perlu dikaji mengenai tata kelola dan pemanfaatan ekosistem mangrove serta menelaah regulasi pemerintah terkait ekosistem mangrove. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mendeskripsikan tata kelola dan pemanfaatan serta regulasi yang ada termasuk koordinasi, integrasi dan kerjasama dalam implementasi pengelolaan ekosistem mangrove yang efektif dan efisien. Penelitian ini tidak melakukan survey atau penilaian langsung ke lapangan terkait kondisi ekosistem mangrove. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dengan berbagai variasinya. Partisipan berjumlah 8 orang. Hasil penelitian didapatkan ada regulasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah dan BPBD yang diinisiasi oleh Komunitas Mangrove Muhammadiyah sebagai bentuk mitigasi bencana untuk pengurangan risiko bencana dengan cara mengelola dan merawata ekosistem mangrove di wilayah pesisir.</p> <p>&nbsp;Kata kunci: mangrove, mitigasi, pengurangan risiko bencana</p> <p>&nbsp;<strong><em>MANGROVE COMMUNITY IN DISASTER RISK REDUCTION</em></strong><strong><em>ABSTRACT</em></strong><strong><em><br></em></strong></p> <p><em>Angroves proved to have a high contribution in protecting coastal food stocks and natural fortresses from the tsunami. Nearly a quarter of the world's mangroves or at least 3.5 million hectares of mangrove land exists in Indonesia. One of the factors that make the damage that occurs in mangrove ecosystems is management that is not done properly. It needs to be studied regarding the management and utilization of mangrove ecosystems as well as examining government regulations related to mangrove ecosystems. This study uses qualitative methods that describe the governance and utilization as well as existing regulations including coordination, integration and cooperation in the implementation of effective and efficient mangrove ecosystem management. This study did not conduct surveys or direct assessments in the field regarding the condition of mangrove ecosystems. Data analysis techniques using qualitative analysis techniques with a variety of variations. Participants numbered 8 people. The results showed that there were good regulations between the community and the government and the BPBD initiated by the Mangrove Community of Muhammadiyah as a form of disaster mitigation for disaster risk reduction by managing and maintaining mangrove ecosystems in coastal areas.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><em>Keywords: mangrove, mitigation, disaster risk reduction</em></p> Putra Agina Widyaswara Suwaryo Sarwono Sarwono Podo Yuwono ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2019-12-27 2019-12-27 1 2 51 56 Modalitas Diagnostik pada Kasus Kegawatdaruratan Trauma Tumpul Abdomen http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/643 <p>Trauma merupakan kegawatan tersering ketiga penyebab kematian di Dunia. Trauma tumpul abdomen penyumbang 7-10% dari seluruh penyebab trauma yang menimbulkan kematian. Di Indonesia, Sulawesi Selatan (12,8%) dengan prevalensi tertinggi dan terendah di Jambi (4,5%).&nbsp; Penyebab utama tersering akibat terjatuh (40,9). Penegakan diagnosis dibutuhkan agar dapat menentukan terapi selanjutnya. Penegakan diagnosis dapat berupa pemeriksaan Focus Assesment with Sonography in Trauma merupakan pemeriksaan yang cepat, non invasif, dan dapat dilakukan pada kondisi hemodinamik pasien tidak stabil. Pemeriksaan Focus Assesment with Sonography in Trauma menurunkan angka penggunaan CT Scan dari 56% menjadi 26% tanpa meningkatkan resiko kepada pasien. Selanjutnya pemeriksaan Deep Peritoneal Lavage dapat menentukan jenis cairan intraperitoneal penyeba, lebih sensitif dan spesifik menentukan penyebab dari cidera pada organ berongga dan cidera mesentrik. Pemeriksaan chromatography CT-Scan merupakan pemeriksaan baku emas yang dapat menentukan penyebab cidera organ retroperitoneal dan organ padat, namun pemeriksaan ini mahal dan membutuhkan kondisi hemodinamik pasien yang stabil, operator yang terampil.</p> <p>&nbsp;Kata kunci: <em>Blunt Abdominal Trauma Scoring System (BATSS), Deep Peritoneal Lavage (DPL), Focus Assesment with Sonography in Trauma (FAST),Trauma tumpul abdomen.</em></p> <p>&nbsp;<strong><em>DIAGNOSTIC MODALITY IN CASE OF EMERGENCY BLUNT ABDOMINAL TRAUMA</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Trauma is the third most common cause of death in the World. Blunt abdominal trauma contributes 7-10% of all causes of trauma that causes death. In Indonesia, South Sulawesi (12.8%) has the highest and lowest prevalence in Jambi (4.5%). The main cause is most often due to falls (40.9). Enforcement diagnosis is needed in order to determine the next therapy. Enforcement Diagnosis can consist of a focus examination with Sonography in Trauma, which is a rapid, non-invasive examination, and can be performed in hemodynamic conditions of unstable patients. Focus Assessment Examination with Sonography in Trauma. Reducing the use of CT scans from 56% to 26% without increasing risk for patients. Next check the Deep Peritoneal Lavage can determine the type of intraperitoneal fluid, more sensitive and specifically determine the cause of injuries to hollow organs and mesentric injuries. CT-Scan chromatography is a gold standard examination that can determine the cause of injury to retroperitoneal organs and dense organs, but this examination is expensive and requires hemodynamic stable patients, trained operators.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><em>Keywords: </em><em>Blunt abdominal trauma, Blunt Abdominal Trauma Scoring System (BATSS), Deep Peritoneal Lavage (DPL), Focus Assessment with Sonography in Trauma (FAST).</em></p> Irma Liani Fuad Iqbal Eka Putra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2019-12-27 2019-12-27 1 2 57 64 Kejadian Demensia Lewy Body dan Faktor-faktor Risikonya http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/637 <p>Demensia merupakan rangkaian gejala atau sindrom dapat yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif secara progresif ataupun kronis. Demensia <em>Lewy bodies</em> menempati urutan ketiga yang sering terjadi dan memiliki kemiripin gejala dengan demensia Alzheimer dan demensia Parkinson sehingga sulit didiagnosis. Diagnosis pasti dari demensia dengan <em>Lewy bodies</em> hanya didapatkan melalui pemeriksaan <em>post-mortem</em> dengan mengetahui distribusi dari <em>Lewy bodies</em> dan <em>Lewy neuritis</em> pada otak pasien yang menunjukkan riwayat klinis demensia. Metode yang digunakan adalah <em>literature review </em>yang diabil dari buku pedoman, jurnal nasional, jurnal internasional, dan <em>website</em>. Literatur terdiri dari 16 sumber pustaka yang ditelusuri melalui akses data NCBI dan Google Scholar. Sumber pustaka yang digunakan ditulis pada tahun 2006 hingga 2019. Hasil penelitian menunjukkan kejadian demensia dengan <em>lewy body</em> cukup sering terjadi dan faktor-faktor risiko penyakit ini diantaranya usia, riwayat keluarga atau genetik, penyakit yang diderita termasuk faktor vaskuler, dan gaya hidup. Simpulan kejadian demensia dengan <em>lewy body </em>menempati urutan ketiga setelah demensia vaskuler dan faktor-faktor risiko yang sering mempengaruhi diantaranya usia dan genetik.</p> Nindy Kurnia Pratiwi Shania Ocha Sativa Annisa Dwianggreni Kusuma ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2019-12-28 2019-12-28 1 2 65 70 Hubungan Waktu Bekerja dan Aktivitas Kerja Ibu dengan Persalinan Prematur http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/667 <p>Persalinan prematur merupakan persalinan yang dimulai setiap saat setelah awal minggu gestasi ke-20 sampai akhir minggu ke 37. Kematian perinatal yang tinggi sekitar 70% disebabkan oleh persalinan premature. Bayi prematur karena tumbuh kembang organ vitalnya belum sempurna menyebabkan masih belum mampu untuk hidup diluar kandungan, sehingga sering mengalami kegagalan adaptasi yang dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu bekerja dan aktivitas ibu selama bekerja dengan persalinan prematur di ruang Mawar RSUD dr.H. Soewondo Kendal. Penelitian ini merupakan <em>deskriptif</em> <em>korelasi</em> dengan pendekatan <em>case control</em>. Jumlah sampel sebanyak 105 orang. Ada hubungan yang signifikan antara waktu kerja dengan persalinan nilai p value 0,000 (P&lt;0,05) Ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan persalinan dengan nilai p value 0,003 (P&lt;0,05).</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: waktu bekerja, aktivitas bekerja, persalinan prematur</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>THE RELATIONSHIP BETWEEN WORKING TIME AND WORKING ACTIVITIES OF MOTHERS WITH THEIR PRETERM LABOR</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Preterm delivery is a labor that begins at any time after the start of the 20th week of gestation until the end of week 37. A high perinatal death of about 70% is caused by premature labor. Premature babies </em><em>due to the imperfect death of about organs still are not </em><em>able to live outside the womb, </em><em>resulting in failure adaption leading to high morbidity and mortality. The objective of this study is to see the relationship between working time and working activities of mothers with their Preterm Labor in Mawar Room dr.H.Soewondo Kendal City Hospital</em><em>. This study </em><em>used </em><em>a descriptive correlation study</em><em> design</em><em> with </em><em>case control</em><em> approach</em><em>. </em><em>Th</em><em>e sample size of this research were</em><em> 105 people. This </em><em>study showed that there was a significant correlation between their working time and delivery process with</em><em> p value 0,000 (p</em><em> value&lt;</em><em> 0,05)</em><em>. In addition, there was a</em><em> significant correlation between </em><em>their </em><em>work</em><em>load and delivery process with</em><em> p value 0.000 (p</em><em> value&lt;</em><em> 0,05).</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: working time, work activity, preterm labor</em></p> Alfi Nahwiyah Triana Arisdiani Yuni Puji Widiastuti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2019-12-30 2019-12-30 1 2 71 76 Peningkatan Pengetahuan Remaja melalui Pendidikan Kesehatan tentang Dampak Penggunaan Gadget http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/668 <p>Masa remaja yaitu masa periode ketika seseorang menjadi matur secara fisik maupun psikologis dan memperoleh identitas personal.Meningkatnya penggunaan gadget dari waktu ke waktu, saat ini kurang lebih 45 juta menggunakan internet, dimana sembilan juta diantaranya menggunakan <em>gadget</em> untuk mengakses internet. Berdasarkan usia, pengguna gadget terbanyak adalah usia 12-24 tahun yaitu sebanyak 31% khususnya pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang dampak penggunaan <em>gadget </em>terhadap tingkat pengetahuan remaja. Desain penelitian&nbsp; ini menggunakan rancangan <em>one group pretest-postest without control group</em>, dengan jumlah sampel 71 menggunakan teknik pengambilan sampel <em>purposive sampling</em>. Uji statistic pada penelitian ini menggunakan <em>uji wilcoxon.</em> Hasil penelitian diperoleh nilai p <em>value</em> adalah 0,0000 (p &lt; 0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang dampak dalam penggunaan <em>gadget </em>terhadap tingkat pengetahuan remaja. &nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: <em>gadget</em>, tingkat pengetahuan, remaja</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>IMPROVEMENT OF ADOLESCENT KNOWLEDGE THROUGH HEALTH EDUCATION ABOUT THE IMPACT OF GADGET USE</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Adolescence </em>that is the period of a person’s being physically and psychologically mature from obtaining a personal identity. The increasing use of <em>gadgets </em>from time to time is currently around 45 million using the internet, of which 9 million use <em>gadgets</em> to access the internet. Based on age, the most <em>gadget </em>users are 12-24 years old, wich is 31% especially in adolescents.The purpose of this study was to determine the effect of health education on the impact of using <em>gadgets </em>on the level of knowledge of adolescents. This research design uses a design <em>one grup pretest-postest without control grup </em>with a sample of 71 using sampling technique <em>Purposive Sampling. </em>Data analysis using <em>Wilcoxon test </em>statistics. The results obtained by the <em>p value </em>is 0,0000 (<em>p&lt;0,05)</em>, it can be concluded that there is an influence of healh education about the impact of using <em>gadgets </em>on the level of knowledge of teenagers</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: Gadgets, </em>Knowledge Level, Adolescen</p> Livana PH Novi Indrayati Oktavia Diah Pratiwi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2019-12-30 2019-12-30 1 2 77 84