Hubungan Waktu Bekerja dan Aktivitas Kerja Ibu dengan Persalinan Prematur

  • Alfi Nahwiyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Triana Arisdiani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Yuni Puji Widiastuti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Keywords: waktu bekerja, aktivitas bekerja, persalinan prematur

Abstract

Persalinan prematur merupakan persalinan yang dimulai setiap saat setelah awal minggu gestasi ke-20 sampai akhir minggu ke 37. Kematian perinatal yang tinggi sekitar 70% disebabkan oleh persalinan premature. Bayi prematur karena tumbuh kembang organ vitalnya belum sempurna menyebabkan masih belum mampu untuk hidup diluar kandungan, sehingga sering mengalami kegagalan adaptasi yang dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu bekerja dan aktivitas ibu selama bekerja dengan persalinan prematur di ruang Mawar RSUD dr.H. Soewondo Kendal. Penelitian ini merupakan deskriptif korelasi dengan pendekatan case control. Jumlah sampel sebanyak 105 orang. Ada hubungan yang signifikan antara waktu kerja dengan persalinan nilai p value 0,000 (P<0,05) Ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan persalinan dengan nilai p value 0,003 (P<0,05).

 

Kata kunci: waktu bekerja, aktivitas bekerja, persalinan prematur

 

THE RELATIONSHIP BETWEEN WORKING TIME AND WORKING ACTIVITIES OF MOTHERS WITH THEIR PRETERM LABOR

 

ABSTRACT

Preterm delivery is a labor that begins at any time after the start of the 20th week of gestation until the end of week 37. A high perinatal death of about 70% is caused by premature labor. Premature babies due to the imperfect death of about organs still are not able to live outside the womb, resulting in failure adaption leading to high morbidity and mortality. The objective of this study is to see the relationship between working time and working activities of mothers with their Preterm Labor in Mawar Room dr.H.Soewondo Kendal City Hospital. This study used a descriptive correlation study design with case control approach. The sample size of this research were 105 people. This study showed that there was a significant correlation between their working time and delivery process with p value 0,000 (p value< 0,05). In addition, there was a significant correlation between their workload and delivery process with p value 0.000 (p value< 0,05).

 

Keywords: working time, work activity, preterm labor

References

Consonni. E.B. et al. (2010). A multidisplinary program of preparation for childbirth and motherhood: maternal anxiety and perinatal outcomes: Journal of Reproductive Health.
Cunningham, F.G. (2009). Obstetri Williams. Edisi 21.Volume 2. Jakarta: EGC.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2013). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2013. Jawa Tengah.
Dinkes. (2011). Profil Kesehatan Jawa Tengah 2011, http://www.jateng.bps.go.id, diperoleh tanggal 18 Januari 2017.
Dinkes. (2011). Profil Kesehatan Kota Semarang 2011, http://www.dinkes-kotasemarang.go.id.
Gilbert & Hamon. (2003). Manual of high risk pregnancy and delivery. St. Louis: Mosby.
Hacker, Neville.(2001). Esensial Obstetri dan Ginekologi.Edisi 2. Jakarta: Hipokrates.
Hasibuan Nurimansyah. (2009). Upah Tenaga Kerja dan Konsentrasi pada Sector Industri Prisma.
Krisnadi.(2009). Prematuritas. Bandung: Refika Aditama.
Lawn JE, Gravett MG, Nunes TM, Rubens CE, Stanton C. (2010).Global Report On Preterm Birth and Stillbirth (1 of 7): Definition, Description of The Burden and Opportunities To Improve Data, BMC Pregnancy and Childbirth.
Manuaba IBG, IA Chandranita M, IBG Fajar M. (2010). Ketuban Pecah Dini, Kehamilan dengan Risiko Tinggi. Dalam: Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC.
Moekijat. (2014). Tata Laksana Kantor (Manajemen Perkantoran). Bandung: Mandar Maju.
Mozurkewich, E.,L. & Wolf. F.,M. (2000). Working conditions and adverse pregnancy outcome: A meta-analysis Journal of Obstetric & Gynecology. Vol. 95, NO. 4, APRIL 2000.
Munandar, A.S. (2008). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press.
Murray & McKinney. (2007). Foundation of maternal-newborn nursing. Fourth Edition. Philipines: Saunders.
Varney, Helen. (2011). Buku Ajar Asuhan Kebidanan.Edisi 4. Jakarta: EGC
Watson. P.,E. & McDonald. B.,W. (2007). Activity levels in pregnant New Zealand women: relationship with socioeconomic factors, wellbeing, anthropometric measure, and birth outcome. Appl. Physiol. Nutr. Metab. Vol 32, 2007. www.ebscohost.com.
WHO. (2015). Born Too Soon: The Global Action Report on Preterm Birth. neva: WHO.
Published
2019-12-30
How to Cite
Nahwiyah, A., Arisdiani, T., & Widiastuti, Y. (2019). Hubungan Waktu Bekerja dan Aktivitas Kerja Ibu dengan Persalinan Prematur. Jurnal Gawat Darurat, 1(2), 71-76. Retrieved from http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/667
Section
Articles